Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Nasib


__ADS_3

🌹🌹🌹


❤️ Selamat membaca, like dan coment ya biar semangat nulisnya. Terimakasih yang sudah kasih vote 🤗 semoga suka ❤️


Anjela dan Anjeli sangat lahap memakan mie instan, menurut mereka mie yang di makan mereka inilah yang paling enak dari makanan lain termasuk pizza. Selesai makan Anjela dan Anjeli meminta kepada Rahul untuk di perbolehkan masuk ke dalam mobil, mereka berdua ingin duduk-duduk di sana. Rahul hanya mengikuti karena ia juga ingin menyejukkan diri di dalam mobil, di desa memang cukup dingin, namun karena sudah terbiasa menggunakan AC jadi Rahul tidak bisa tanpa AC.


"Bapak, boleh Anjeli pinjam benda tipis tadi?" tanya Anjeli yang berada di tempat duduk tangah mobil, begitupun dengan Anjela.


Rahul yang tengah memejamkan matanya dan duduk di depan langsung membuka mata setelah mendengar pertanyaan itu, ia tahu jika kedua gadis itu ingin meminjam handphonenya.


"Bisa-bisa rusak handphone ku jika mereka meminjamnya," kata Rahul di dalam hati.


"Untuk apa?" tanya Rahul singkat.


"Kami berdua ingin benda itu, maksudnya cuma meminjam. Ada cahaya dan gambar di situ, apa kami boleh melihatnya lagi?" kali ini Anjela yang berbicara.


Rahul berpikir sejenak, sementara Anjela dan Anjeli menanti jawaban dari Rahul. Kebetulan Bulat menghampiri mereka, jadi Rahul akan meminjamkan handphone Bulat untuk Anjela dan Anjeli.


"Bang, kita gak pulangkan? jadi kita tidur di sini?" tanya Bulat saat masuk ke dalam mobil, duduk di kursi depan samping Rahul.


"Iya, besok pagi baru kita pulang. Oh iya mana handphone mu, aku mau pinjam!"


Bulat baru saja mengeluarkan handphonenya, tetapi langsung di rampas oleh Rahul.


"Eh, bentar dong bang, untuk apa sih?" tanya Bulat sedikit kesal.


"Anjela dan Anjeli mau pinjam, handphone mu kan banyak video, jadi mereka mau menonton. Kalau pakai handphone ku tidak ada isi sama sekali, kalau mau lihat YouTube pun tidak ada sinyal." Rahul menjelaskannya dengan cepat, seolah-olah pemilik handphone itu mengizinkannya.


Bulat langsung berwajah masam, ia ingin marah tapi ia ingat masih tinggal di rumah Abang iparnya. Bulat sebenarnya adalah asisten pribadi Rahul, namun karena Khani adiknya Rahul menyukainya jadi mereka menikah. Awalnya Bulat minder karena ia gendut, tapi karena Khani sudah lama mencintai Bulat makanya mereka menikah dan mereka menikah baru 6 bulan lamanya.


"Aku akan keluar dulu!" Bulat tidak ingin marah, ia memilih pergi untuk menenangkan pikiran.


"Oke, bye bye adik ipar tersayang." Rahul mengucapkannya dengan senang hati, sementara Bulat yang keluar dari mobil hanya bisa mengatur nafas agar amarahnya meredam.


"Hancur sudah handphoneku." Batin Bulat.


Anjeli dan Anjela hanya melihat saja sedari tadi, mereka tersenyum senang saat Rahul memberi handphone. Sebelum itu, Rahul sudah membuka YouTube dan membuka video-video yang sudah di download Bulat.


"Kalian tekan ini saja, nanti akan muncul video. Nontonlah, saya mau istirahat dulu!"


Rahul menunjukkan apa saja yang harus kedua gadis kembar itu lakukan, mereka langsung mengerti. Karena merasa yakin jika kedua gadis itu mengerti, Rahul kembali menghadap depan ia memutar lagu di handphonenya, tak lupa memakai earphone sambil memejamkan mata menghayati lagu.


Anjeli dan Anjela kegirangan, mereka langsung menekan sembarang video yang ingin di tonton. Mereka berdua tidak pandai membaca, jadi mereka hanya dapat melihat gambar. Anjela dan Anjeli bingung setelah video berputar, mereka kira akan menonton sesuatu malah yang terdengar adalah lagu. Awalnya mereka tidak suka, tapi lama-lama mereka ikut bergoyang sendiri.


Sayang,


Opo kowe krungu jerite atiku


Mengharap engkau kembali


Sayang


Nganti memutih rambutku

__ADS_1


Rabakal luntur trenosku


Wes tak cobo ngelalekne jenengmu soko atiku


Sak tenane ra ngapusi isih terno sliramu


Duko pujane ati nanging koe ora ngerti


Kowe wes tak wanti wanti


Malah jebul sak iki koe mblenjani janji


Jare sehidup semati nanging opo bukti


Kowe medot tresno ku demi wedoan liyo


Yowes ra popo insyaallah aku isoh, lilo


Meh sambat kaleh sinten nyen sampun mekaten


Merana urip ku


Aku welasno kangmas. . . . aku mesakno aku


Aku nangis, nganti metu eluh getih putih


Sayang


Opo kowe krungu, jerit e ati ku


Mengharap engkau kembali


Sayang


Ra bakal luntur tresno ku


Hari demi hari uwes tak lewati


Yen pancen dalane kudu kuat ati


Ibarate sego uwes dadi bubur


Nanging tresno iki ora bakal luntur


Sak tenane aku iki pancen tresno awakmu


Ora ono liyane sing isoh dadi pengantimu


Wes kanggo awak mu seng cocok neng ati ku


Nganti rambutku putih ati mu ra bakal krungu


Meh sambat kaleh sinten nyen sampun mekaten

__ADS_1


Merana urip ku


Aku welasno kangmas. . . . aku mesakno aku


Aku nangis, nganti metu eluh getih putih


Sayang opo krungu tangise atiku


Mengharap koe bali nang jero ati iki


Nganti rambutku putih tangis eloh dadi getih


Mbok yo gek ndang bali nglakoni tresno suci


Aku marang sliramu jero ning ati


Aku ra isoh ngapusi sak tenan e neng ati


Mung kango sliramu


Cinta mu tetap abadi


Selamanya sampai akhir hayat ini


Meh sambat kaleh sinten nyen sampun mekaten


Merana urip ku


Aku welasno kangmas. . . . aku mesakno aku


Aku nangis, nganti metu eluh getih putih


Percoyo opo pemujamu


Cintamu tetap abadi


Lagu Sayang dari Via Vallen.


Bagaikan di pentas-pentas Anjela dan Anjeli menikmati lagu itu, sedangkan Rahul sibuk dengan halnya sendiri karena tidak mendengar lagu yang di putar kedua gadis itu. Rahul tak menghiraukan mereka berdua karena ia mendengar lagu barat di handphonenya, sedangakan Anjela dan Anjeli kini sudah berganti lagu lain.


Sementara di tempat lain, Bulat sedang berjalan menuju sungai. Bulat merasa jika perutnya sakit, ia bertanya kepada anak panti di mana kamar mandi karena ia ingin buang air besar. Bulat melihat ada ****** yang terapung dekat tepi sungai, dengan cepat ia melangkah turun karena tak tahan lagi menahan.


Bulat meniti kayu yang menuju ****** itu, kayu yang tersambung ke ****** itu sangat memprihatikan karena agak rapuh. Bulat menelan ludahnya saat kayu itu berbunyi dan tak lama itu kayu itu terbelah dua dan ia tercebur ke air. Suara yang di timbulkan sangat kuat membuat orang-orang yang mendengarnya langsung berlarian menuju arah suara, tak butuh waktu lama untuk menciptakan suara tawa yang sangat keras dari anak-anak panti.


Bulat sangat malu apalagi sesuatu dari pantatnya keluar, ia mengejan kuat di dalam air sambil menyangga tepi ******. Wajah Bulat memerah, ia melepaskan celananya di dalam air dan cebok sendiri di dalam air itu. Ada rasa lapang di perutnya, namun untuk menahan malu ia tak sanggup. Bulat meminta bantuan kepada anak-anak panti untuk meminjamkannya kain sarung, satu anak laki-laki memberikannya satu kain sarung sambil tertawa keras.


"Hahaha... itulah om jangan gendut, kasian kan kayunya patah," kata anak kecil itu sambil tertawa, setelah memberi kain ia langsung berlari ke teman-temannya.


"Aku nih memang gendut, tapi coba lihat bini aku dulu. Cantik, putih, seksi dan mempesona. Cih...." Bulat kesal sendiri di dalam hati.


Mata Bulat melotot saat Peri sang supir juga menertawakannya dan semua anak buah Rahul menertawakannya juga.


"Nasib... nasib!" ucap Bulat lumayan keras.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2