
Setelah aksi pelukan antara Anjela dan Anjeli akhirnya mereka melihat ke arah Sinta yang memperhatikan mereka, Anjela dan Anjeli menyeka air mata mereka. Anjela dan Anjeli saling lihat, mereka kemudian tertawa bersama. Sinta mengkerutkan dahinya tak mengerti dengan Anjela dan Anjeli, begitupun dengan Khairul dan Khani. Rahul juga bingung melihat kedua gadis itu, karena penasaran Rahul turun mendekati mereka.
"Anjela, Anjeli." panggil Rahul.
Melihat wajah pria idaman mereka, kedua gadis itu langsung berlari mendekati Rahul dan langsung memeluknya, dengan cepat Rahul menyambut pelukan mereka.
Saat saling mendekap mereka hanya diam, tak ada yang bersuara. Pelukan itu makin erat seperti tidak ingin di lepas.
"Apapun pilihan Abang, pasti Anjela akan terima." kata Anjela dalam hati.
"Anjeli sayang Abang Rahul, pilihlah antara kami berdua, apapun itu kami akan tetap saling menyayangi." Anjeli makin kuat mendekap Rahul.
__ADS_1
"Terimakasih telah berkunjung di hatiku, menetaplah kalian berdua. Maaf jika aku harus memilih, tapi sungguh aku terpaksa membuat pilihan. Maafkan aku Anjeli, menikah atau tidaknya kita, kau tetap menjadi istriku." Rahul mengeratkan pelukannya untuk Anjeli, menyadari itu Anjeli makin mendekatkan pelukannya.
Sinta menangis melihat Rahul yang juga meneteskan air mata, bagi Rahul kehilangan istri pertamanya dulu tidak sebanding dengan memilih antara kedua gadis kembar ini.
Rahul melepaskan pelukannya, melihat air mata kedua gadis itu membuat hatinya merasa teriris. Rahul melihat Anjeli, gadis itu makin membuatnya ingin meraung. Pilihannya ada di tangannya sendiri, Rahul memilih Anjela untuk menjadi istrinya.
"Anjeli, bisa ikut denganku sebentar?" tanya Rahul.
Bunga-bunga di sekeliling itu akan menjadi saksi, pondok kayu yang berdiri tegak di sana menjadi pendengar yang baik dan pagi yang indah dengan sinar mentari yang menghangatkan tubuh pun menjadi penerang dari kabar yang menyakitkan nanti.
Rahul menduduki Anjeli di pondok itu dengan sayang, ia mengendong Anjeli dan meletakkan Anjeli duduk menghadapnya. Anjeli tertawa karena di lakukan seperti itu, ia tidak pernah di gendong dan di sayang seperti yang di lakukan Rahul.
__ADS_1
Anjeli berhenti tertawa saat Rahul menatapnya dalam, Rahul memasang wajahnya datar. Ia memperhatikan setiap inci dari wajah Anjeli. Rahul mengambil tangan Anjeli dan di kecupnya dengan sayang.
"Asal kamu tahu, saya merasa sangat berdosa setelah saya membuat kalian berdua ternoda. Tapi Anjeli, percayalah saya sangat menyayangi kalian berdua. Cinta, saya merasakan cinta saat ini Anjeli dan itu untuk kalian berdua. Saya akui saya memang laki-laki bajing*n, tapi cinta ini tetap di hati saya. Saya seperti para remaja yang muda jatuh cinta hahaha, tapi untuk kalian saya benar-benar cinta. Anjeli, ada yang ingin saya katakan, apakah kamu mau menerimanya nanti? Saya mohon maaf Anjeli, semuanya sudah menjadi takdir kita. Sa..."
"Anjeli tahu, Abang. Lucu sekali ya, Anjeli dulu tidak pernah merasakan ini. Berawal dari wangi itu Anjeli sudah jatuh hati, begitupun dengan Anjela. Anjeli juga tahu jika Abang memilih Anjela, itu sungguh pilihan yang tepat. Anjeli ingin Anjela bahagia, jangan ditanya Anjeli bahagia atau tidak, karena melihat orang yang Anjeli cintai dan kembaran yang Anjeli sayangi menyatu, Anjeli akan bahagia. Abang, jika sudah menikah nanti izinkan Anjeli pergi dari rumah, tapi jangan pulangkan Anjeli ke desa. Anjeli tahu jika Anjeli tidak tahu apa-apa, tapi izinkan Anjeli pergi dari rumah besar ini."
Anjeli menyeka air matanya yang meluncur bebas, Rahul membantunya dengan sayang. Ia juga ikut menangis mendengar apa yang Anjeli katakan tadi, melihat Rahul menangis Anjeli juga menyeka air mata Rahul. Menyentuh pipi Rahul membuat ia makin menangis, ini mungkin yang terakhir kalinya.
Anjeli ingin menarik kembali tangannya dari pipi Rahul, tapi di tahan Rahul untuk tetap di sana. Tangan itu di kecup dan di cesapnya dalam-dalam, sungguh ia akan merindukan tangan itu.
"Anjeli dengarkan saya, kamu adalah istriku. Mau ada ikatan atau tidak kamu akan menjadi istriku, maafkan saya karena kamu benar-benar akan pergi dari sini. Kamu akan menikah nanti, menikah dengan sepupuku, Rosan."
__ADS_1
🌹🌹🌹