Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Cewek di atas


__ADS_3

Yang Di Bawah Umur Jangan Di Baca 🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀 tidak cucok untuk kalean. WARNING 🔞🔞🔞


Remang-remang di dalam kamar pengantin itu, Anjeli dengan lingerie merah menggoda berada di tengah-tengah tempat tidur. Ia di kelilingi dengan kelopak mawar merah, Dewa yang baru keluar dari kamar mandi langsung tersenyum melihat istrinya. Anjeli duduk sambil menunduk malu-malu. Dewa makin geregetan karena melihat istrinya yang tampak menggoda berada di tengah-tengah tempat tidur.


Dewa berjalan dengan hati yang gembira, mendekati istrinya dan naik ke tempat tidur di mana istrinya berada.


Dewa duduk di samping Anjeli, ia mengambil tangan Anjeli dengan lembut dan di kecupnya dengan lembut pula.


"Kamu cantik." kata Dewa dengan suara menggoda, sedangkan Anjeli makin malu-malu kucing.


"Beby." panggil Dewa.


"Iya, Ayang." balas Anjeli makin senyum-senyum malu.


"Kecantikan mu abadi bagai bunga Edelweis, membuat cintaku pun tak akan layu untukmu. Kau bagaikan purnama keduabelas, mencintaimu bagaikan Sabari mencintai Mardalena. Ayang mencintaimu Beby. Sangat mencintaimu!"


Anjeli geregetan sendiri, Dewa kembali mengecup punggung tangannya.


"Ayang." panggil Anjeli.


"Hm."


Dewa geregetan sendiri juga, ia tak sabar menunggu apa yang di katakan oleh istrinya.


"Punya Ayang tegang!"


"Hah!"


Dewa melihat piyamanya dan di balik itu ada yang menyembul keras, ia memang tidak memakai celana dalam agar tak perlu repot-repot lagi untuk memasukkan ke dalam gua kenikmatan itu.


"Dia tidak sabar ingin ke sarangnya, Beby!"


"Sarangnya dimana?" tanya Anjeli yang benar-benar tidak tahu.


"Itu!"


Dewa menunjukkan ke kepemilikan Anjeli, ia tak sabar memasukkan miliknya ke sana.


"Ayang mau sekarang?"


"Tentu dong!" jawab Dewa dengan cepat.


Anjeli tersenyum malu, ia menunjukkan bantal. Dewa menyerngitkan keningnya melihat banyak yang di tunjuk Anjeli.

__ADS_1


"Bantal?"


"Baring lah!"


"Eh, Beby. Kitakan mau enak-enakan, kok malah di suruh baring sih?"


"Baring saja!"


"Baiklah."


Dewa mengikuti apa yang di suruh istrinya, walaupun ia merasa kecewa saat itu.


"Pejamkan mata Ayang!"


"Hah!"


"Pejamkan saja!"


"Baiklah."


Dewa memejamkan matanya mengikuti apa yang di perintahkan oleh istrinya. Anjeli tersenyum melihat itu, kemudian ia menyingkapkan piyama milik Dewa ke atas.


"Tunggu Beby, biar Ayang lepaskan."


"Ada apa?" tanya Dewa bingung.


"Beby mau membuka sendiri tadi, tapi sudahlah. Sekarang Ayang buka punya Beby!"


"Oh. Oke. Dengan senang hati Beby!"


Dengan sayang dan penuh cinta Dewa membuka lingerie yang di pakai Anjeli, ia menyentuh milik Anjeli dengan sengaja agar istrinya itu makin terbawa suasana.


"Ayang."


"Iya."


"Pengen cepat!"


"Apanya?"


Dewa tersenyum usil, baru ia selesai menanggalkan celana dalam istrinya, ia langsung di tolak kuat oleh Anjeli sampai terbaring.


"Beby."

__ADS_1


Dewa sangat kaget, matanya melotot melihat kepala Anjeli di hadapan kepemilikannya.


"Beby."


"Diam Ayang."


"Ah... Uh..."


Dewa menjerit tertahan saat juniornya masuk kedalam mulut Anjeli.


"Oh... Beby, kamu belajar darimana? Astaga!"


Kepala Dewa terasa pengap karena mendapat hisapan handal dari Anjeli, ia meremas rambut Anjeli dengan lembut agar tetap di sana.


Dewa tak sanggup jika di gitukan terlalu lama, bisa-bisa nanti dia akan keluar lebih dahulu.


"Oke, stop Beb. Nanti Ayang keluar duluan."


Mendengar itu Anjeli langsung memberhentikan aksinya, nafasnya tersengal-sengal, tapi ia tersenyum melihat Dewa yang tengah memanas.


"Kamu belajar darimana?"


"Dari handphone."


Dewa meremas rambutnya, ia tak tahu entah kapan Anjeli menonton video gila itu.


"Eh... eh... kamu mau apa?" tanya Dewa kaget saat Anjeli beranjak dan hendak duduk di atasnya.


"Cewek di atas."


"Hah!"


***


Dewa tak tahu lagi bagaimana dengan istrinya, walaupun masih perawan tapi gaya bercinta seperti orang yang ahli. Sangat agresif.


Dewa melihat Anjeli yang sedang tertidur dengan lelapnya, istrinya nampak begitu kelelahan.


"Setiap hari juniorku di service oleh kamu, Beb. Jika begini nikmat mana lagi yang aku dustakan. Semoga cepat hamil, Ayang menanti anak-anak kita, Beb."


Dewa menenggelamkan kepalanya di pundak Anjeli, ia menghirup aroma tubuh istrinya. Memeluk istrinya dengan sayang, kemudian tidur bersama.


🦀🦀🦀🦀

__ADS_1


__ADS_2