
Sebelum menemui orangtuanya Rahul mengantar dua gadis kembar itu naik ke atas, ke kamar mereka berdua. Kebetulan saat mereka masuk ke dalam kamar terlihat Nisa sedang merapikan tempat tidur Anjela dan Anjeli.
"Nisa." panggil Rahul setelah membukakan pintu.
Nisa yang sedang mengatur spray mendengar ada yang memanggil ia langsung menoleh ke arah suara, melihat Rahul berjalan menghampirinya Nisa langsung menunduk memberi hormat. Anjela dan Anjeli di samping Rahul, mereka melihat Nisa menunduk mereka juga ikut menunduk.
"Ada apa, Tuan? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Nisa setelah memberi hormat.
"Emm... itu." Rahul melihat Anjeli dan Anjela, tepatnya melihat kedua bukit kembar itu. Nisa mengikuti apa yang di lihat tuannya, matanya melotot melihat empat buah dada yang menantang itu.
"Nisa, kenapa lihat dada Anjeli seperti itu?" tanya Anjeli sambil menutup dadanya dengan kedua tangan.
Nisa gelagapan sendiri, ia langsung menggelengkan kepalanya kuat.
"Nisa, tolong pakaikan pakaian dalam untuk Anjela dan Anjeli. Maksudnya, ajarkan mereka menggunakannya dengan baik." kata Rahul menjelaskan.
"Baik, Tuan. Saya akan membantu Nona Anjela dan Nona Anjeli." jawab Nisa sambil menunduk.
"Baiklah, kalau begitu saya turun dulu." Rahul melihat Anjela dan Anjeli sejenak, kemudian ia langsung berlalu meninggalkan kamar.
Anjela dan Anjeli melihat punggung Rahul, tak lama itu pintu tertutup. Mereka kembali melihat Nisa yang sedang salah tingkah melihat mereka.
__ADS_1
"Nisa, ada apa?" tanya Anjela.
"Eh, anu.. mari saya ajarkan memakai bra." jawab Nisa gugup, walaupun ia sudah melihat tubuh polos dua wanita di depannya itu, tapi ia tidak pernah mengajarkan wanita manapun untuk memakai pakaian dalam.
"Baiklah, tapi apa yang harus kami lakukan dulu?" tanya Anjeli.
"Kalian tunggu dulu ya, saya mau ambil pakaian dalam untuk kalian di lemari. Oh iya, apa kalian juga tidak memakai CD?" Nisa bertanya seperti itu agar ia tidak dua kali mengambil pakaian dalam untuk mereka.
"CD itu apa?" tanya Anjela tak mengerti, ia baru mendengar kata-kata itu.
Nisa menghela nafas, ia tidak mengerti dengan dua gadis kembar di depannya itu. Sudah besar tapi belum mengerti apa-apa.
"CD itu celana dalam, apa kalian memakainya?"
"Anjela juga begitu, kami hanya memakai celana ini saja."
Nisa memejamkan matanya sejenak, ia berfikir keras. Bagaimana bisa anak gadis tidak memakai pakaian dalam sama sekali, apa mereka tidak merasa aneh?
"Oke, baiklah. Saya akan mengajarkan kalian memakai pakaian dalam, kita sebagai wanita harus menjaga kehormatan kita sendiri. Pokoknya jangan gampang di nodai oleh laki-laki, pokoknya kalau ada yang mau cium kalian langsung tampar saja. Kalau ada yang pegang tubuh kalian contohnya dada sama pantat kalian, kalian harus tonjok atau tendang. Jika tidak, maka laki-laki akan terus menggoda kalian, bisa-bisa nanti kalian kehilangan keperawanan kalian. Tapi, kalian masih perawan kan?"
Anjela dan Anjeli sangat serius mendengar apa yang di katakan Nisa, mereka mengerti apa yang di ucapkan Nisa. Mereka baru sadar jika yang mereka lakukan dengan Rahul salah, tapi tak di pungkiri juga jika mereka ketagihan.
__ADS_1
Anjela tidak mengerti pertanyaan yang di tanyakan Nisa tadi, ia mengkerutkan keningnya.
"Perawan itu apa?" tanya Anjela, Anjeli yang baru sadar bahwa ia tidak mengerti ikut menanyakan pertanyaan Anjela.
"Iya, apa itu perawan?"
Nisa menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, lama-lama berbicara dengan Anjeli dan Anjela membuat kesabarannya habis.
"Hm... anu, perawan itu untuk gadis-gadis. Apa ya? maksudnya apa kalian pernah berhubungan badan dengan pria?" Nisa bingung sendiri, ia belum menikah jadi ia hanya mengerti masalah itu.
"Berhubungan badan." gumam Anjela.
"Cuma sama Abang Rahul, itupun cuma cium sama pegang dada." jawab Anjeli polos.
Nisa terhenyak mendengar itu, mendengar ada nama tuannya ia buru-buru berlari menuju lemari dan mengambil pakaian dalam untuk dua gadis itu.
"Apa ada yang salah?" tanya Anjeli, Anjela hanya mengangkat bahunya saja.
***
Rahul di bawah sedang di ceramahi oleh kedua orangtuanya, mereka sedang duduk di ruang tamu. Di sana terdapat banyak bungkusan oleh-oleh dan semuanya kebanyakan berisi cokelat. Rahul hanya menunduk ia tak berani menatap wajah Sinta dan Khairul, ia hanya mendengar apa yang di katakan orangtuanya.
__ADS_1
"Mama sama Papa sudah melihat kelakuan kamu terhadap dua gadis tadi, maksudnya apa Rahul? kami tidak pernah mengajarkan kamu menjadi pria hidung belang yang hanya bisa memanfaatkan kepolosan gadis itu. Mereka tidak punya orangtua dan teganya kamu melakukan hal yang tidak senonoh seperti tadi. Jangan tanya kami tahu dari mana, kami sudah tahu lewat cctv, apa kamu lupa jika di setiap ruangan di rumah ini ada cctv? kecuali kamar mandi. Jadi Mama dan Papa mau kamu menikahi salah satu dari mereka, jadi siapa yang kamu pilih?"
🌹🌹🌹