
"Maaf, saya mau bicara sebentar sama Kak Rosan." kata Sonia melepaskan tangannya dari tangan Rahul, ia segera berjalan kembali ke arah Rosan. Sonia memang cantik dan baik, tetapi di lakukan seperti ini ia sangat tidak terima.
"Kak, aku mau bicara sama kamu di luar." ucap Sonia, ia sudah berdiri di depan Rosan.
"Baiklah, Anjeli kamu tunggu sebentar ya. Saya permisi dulu semuanya." Rosan melepaskan tangannya dari Anjeli, ia kemudian berjalan menuju teras rumah itu dan di ikuti dengan Sonia.
Saat berada di teras rumah, Rosan ingin menjelaskan semuanya. Ia tahu jika Sonia marah karena tidak di beritahu sebelumnya soal itu.
"Sonia, aku minta maaf. Se..."
PLAK.
Tamparan mendarat di pipi Rosan, Sonia langsung merubah aura wajahnya. Melihat wajah Sonia yang tampak kejam membuat Rosan bingung, setahunya Sonia adalah gadis cantik yang baik hati dan penurut.
"Lo kira pernikahan itu main-main, seenaknya Lo main tukar-menukar. Lo kira gue barang, hah! Gue nggak nyangka banget sama otak Lo ya, bisanya Lo mau nukerin gue. Dengar Rosan Brasma, Gue emang baik, tapi karena Lo buat masalah sama Gue maka kebaikan Gue akan ilang. Oh iya, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi sekarang, jadi jangan pernah temui Gue lagi. Investasi di perusahaan Lo juga bakalan Gue batalin, jika Papa tahu masalah ini hancur perusahaan Lo."
Setelah meluapkan emosinya Sonia segera berlalu, ia berjalan kaki dengan cepat menuju pagar. Rosan hendak menyusul tapi ia memikirkan orang-orang yang di dalam rumah.
"Sial!" umpat Rosan dengan geram.
"Kau harus tenang, Rosan. Kau bisa membujuk Sonia kembali." Rosan mengatur nafasnya sejenak, kemudian ia kembali masuk ke dalam rumah.
Rosan berjalan sambil tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa, Rahul memicingkan matanya melihat Rosan kembali sendirian, begitupun yang lain.
__ADS_1
"Maaf semua, sepertinya Sonia tidak bisa menikah dengan Abang Rahul." Rosan mengatakan itu dan ia duduk di sofa sambil bersandar, semua yang melihatnya terlihat bingung hanya Khani saja yang malas meladeninya.
"Lagian kalian juga, kenapa jadi seperti ini. Mama tidak mengerti." Sinta belum mengerti apa yang barusan terjadi.
"Maafkan kami, sebenarnya Rahul tukaran sama Rosan. Rahul ingin Rosan menjaga Anjeli, tapi sepertinya ini tidak berjalan dengan lancar." kata Rahul.
"Tukaran sama gadis tadi, kalian gila! mereka wanita dan kalian ingin menukarnya seperti barang, kalian pikir ini lucu?!" Sinta sudah tersulut emosi.
"Ma, Rahul cuma ingin ada yang menjaga Anjeli, itu saja."
"Tapi ini kelewatan, Rahul. Mentang-mentang Anjela dan Anjeli menyukai kamu dan kamu bisa berbuat sesuka hati, kamu kira mereka nggak sakit hati apa?!" Sinta benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lakukan anaknya.
"Jadi harus bagaimana, Ma? Rahul harus memilih, dan yang tak terpilih bagaimana? Apa salah satunya harus melihat kami bahagia dengan kesedihan?" Rahul melihat Anjeli yang juga baru melihatnya.
"Apa Abang Rahul sudah memilih?" tanya Anjela yang mendengar apa yang di katakan Anjeli tadi.
"Iya, maafkan saya." jawab Rahul lirih.
Khairul menjadi pendengar yang baik, ia tahu itu keputusan yang sulit untuk Rahul. Tidak dengan Sinta, ia juga perempuan. Sinta tahu bagaimana perasaan Anjeli sekarang, ia berjalan menghampiri Anjeli.
"Sini peluk Mama dulu." Sinta memeluk Anjeli dengan sayang, Anjeli membalas pelukan Sinta dengan erat.
"Maafkan Rahul ya sayang, apa kamu bersedia bersama Rosan?" tanya Sinta sambil mengelus punggung Anjeli.
__ADS_1
"Anjeli akan ikut Abang Rosan, tapi Mama jangan jahat-jahat sama Abang Rahul nanti Abang Rahul jadi sedih." jawab Anjeli dengan sedihnya.
"Iya, Sayang. Berjanjilah kamu akan bahagia?"
"Anjeli bahagia, Mama."
Sinta melepaskan pelukannya, melihat wajah Anjeli dengan seksama dan di kecupnya pipi Anjeli dengan sayang.
"Anjeli memang sangat baik hati, mama harap kamu akan selalu bahagia nanti."
"Terimakasih, Mama."
Khani memutar bola matanya malas, melihat drama yang menyebalkan baginya membuat ia berdecak kesal.
"Sudah dramanya?! kapan Abang menikah?" tanya Khani dengan ketus.
"Besok." jawab Rahul dengan kuat.
🌹🌹🌹🌹
Gaeeesss... hari ini satu dulu ya, authornya lagi gak enak badan 😁
BTW sebelumnya saya ingin mengatakan jika cerita ini sudah saya bikin kerangka dulu sebelum menulisnya, so... emang ini jalan cerita sebenarnya.... kurang lebih seperti itulah ya 😊
__ADS_1