Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Harus Memilih


__ADS_3

Sinta dan Khairul menatap tajam ke arah Rahul, melihat kelakuan anaknya tadi membuat mereka naik darah. Tidak di ragukan lagi jika Anjela dan Anjeli tadi pakai menyosor saja saat mengatakan cium, ternyata mereka di ajarkan oleh Rahul.


Rahul menggelengkan kepalanya kuat saat mendengar pertanyaan dari ibunya, ia tidak mau memilih karena ia menginginkan keduanya.


"Tidak Ma, Pa. Rahul tidak ingin memilih, Rahul ingin Anjeli dan Anjela. Rahul mencintai mereka, Rahul menyukai keduanya!" jawab Rahul tidak terima jika harus di suruh memilih.


"Tidak bisa, kamu mencintai atau hanya bernafsu saja?! jika ingin menikah, kamu harus memilih salah satu dari mereka. Jadi kamu pilih siapa?"


Sinta tak habis pikir dengan anaknya, ia bahagia jika Rahul menemukan wanita tapi jika kembar maka Rahul harus memilih salah satu. Khairul mengatakan hal yang sama dengan istrinya, ia tak membiarkan Rahul menikahi kedua gadis itu.


"Kenapa harus memilih? bagus dong kalau Rahul menikahi Anjela dan Anjeli. Mama sama Papa juga mendapatkan banyak cucu nantinya, jadi terima saja."


"Kalau orangtue cakap tuh cobe dengar, kalaulah di suruh pilih ye pilih je! Rahul dah besar, cobe menurut saje. Itu semue untuk kebaikan Rahul di dunia nih same di akhirat, ape Rahul nak masuk nerake jahanam?"


"Pa, Ma. Kalian ini apa-apaan sih, kenapa bersikeras menyuruh Rahul memilih? Kalian menyuruh Rahul menurut, dulu saat Rahul menurut akhirnya istri Rahul meninggal. Sekarang, Rahul tidak ingin menurut lagi, Rahul menyukai Anjela dan Anjeli. Lagian apa hubungannya dengan neraka jahanam, bukannya menikah itu ibadah. Jadi apa salahnya?"


"Sangat salah Rahul, kamu tidak bisa menikahi gadis gembar. Jika kamu mau menikah kamu harus pilih salah satu, kalau kamu mau mempunyai istri dua kamu cari saja wanita lain." jawab Sinta.

__ADS_1


Rahul gusar saat itu, ia meremas rambutnya keras. Melihat anaknya sedang menahan amarah Khairul menghela nafas sejenak.


"Nak, tak salah mang kalau Rahul mau menikah, tapi Rahul harus tahu tentang agame kite. Dalam agame kite, laki-laki tak boleh menikahi gadis kembar kerana hukumnye haram, tidak halal. Dah di terangkan same empat madzhab, semue pernyataan itu. Rahul sebaiknye belajar dulu tentang adab-adab pernikahan, jangan asal menikah. Dulu memanglah kami menjodohkan Rahul agar kamu terhindar dari pergaulan bebas, tapi malangnye istri kamu meninggal. Papa dan Mama cume mau yang terbaek untuk Rahul, cobe dengar cakap kami. Jadi Rahul nak pilih yang mane?"


Rahul tak menjawab, ia berdiri dan berjalan meninggalkan orangtuanya. Ia naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya.


"Aku mencintai keduanya, aku tidak bisa memilih." kata Rahul, ia sedang galau memikirkan itu.


"Siapa yang harus aku pilih? Argggghhhh... sial!!" Rahul membantingkan badannya ke atas kasur empuknya.


"Anjeli, Anjela. Kalian terlalu sempurna untuk aku pilih, tapi kenapa? kenapa aku tak bisa memilih?" Rahul mengeluarkan air matanya, ia tak sanggup membayangkan wajah Anjeli dan Anjela yang bersedih. Walaupun ia tidak yakin jika Anjela dan Anjeli menerimanya, tapi ia tetap menginginkan mereka.


"Mama... Papa..." panggil Khani, ia berjalan agak cepat mendekati orangtuanya. Tampak dari wajah Khani sedang kelelahan, pastinya gara-gara kelakuan Bulat.


"Sayang, kamu kok baru keluar sih? Mama sama Papa sudah dari tadi loh di sini." Sinta memeluk Khani ia mencium kening Khani dengan sayang, ia juga mengelus perut Khani.


Giliran Khairul, anak perempuan kesayangannya itu sudah hamil. Ia tambah bahagia melihat rumah tangga Khani baik-baik saja selama pernikahan mereka.

__ADS_1


"Makin lawa anak Papa nih, tapi kenape macam penat je muke Khani nih?" tanya Khairul setelah memeluk anak perempuannya.


"Biasalah ini, Pa. Main-main sikit sama Mas Ikbal." jawab Khani sambil mengedipkan matanya, Sinta tertawa mendengar jawaban anaknya.


"Oh iya, Abang mana? Abang sudah tahu Mama dan Papa datang?" tanya Khani.


"Sudah tahu, Abang kamu sekarang sedang galau." jawab Sinta.


"Kenapa galau, Ma? Bukannya semenjak ada dua gadis kembar itu dia selalu berseri-seri." Khani tahu betul bagaimana Rahul sejak ada Anjela dan Anjeli.


"Dia ingin menikah, tapi Mama dan Papa menyuruhnya memilih salah satu dari gadis kembar itu."


"Jadi, Abang harus memilih antara Anjela dan Anjeli?"


"Di pilih untuk apa?" tanya Anjela saat baru menuruni tangga, Anjeli juga menyusul.


"Apanya yang di pilih?" tanya Anjeli lagi.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2