Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Rencana


__ADS_3

Setelah pembicaraan pagi tadi selesai akhirnya mereka memutuskan jika Rahul dan Anjela akan menikah lusa, walaupun awalnya Rahul tidak terima tapi karena memikirkan waktu jadi ia menerimanya.


Siang ini Anjela dan Anjeli sedang berada di kamar mereka, setelah percakapan tadi mereka sekarang jarang bicara. Biasanya kedua gadis itu sangat ceria kini menjadi pendiam, Anjela dan Anjeli sedang duduk di atas kasur dan saling membelakangi. Mereka saling diam, sama-sama memeluk bantal dan pandangan jauh ke depan.


Berat rasa hati mereka untuk berpisah, sedari kecil hingga sekarang mereka selalu bersama. Namun, beberapa hari lagi mereka akan berpisah.


"Anjeli, apa sebaiknya kita tidak usah menikah saja?"


Anjeli menghela nafas sejenak, mendengar apa yang di katakan kembarannya ia yakin jika kembarannya kini sangat takut melukai hatinya.


"Kenapa? Kenapa Anjela bertanya seperti itu?"


"Aku tidak tahu, aku hanya tidak ingin jauh darimu."


"Anjeli juga begitu, kita tidak pernah berpisah sebelum ini. Tapi, bukankah itu bagus untuk Anjela."


Anjela memutar badannya, ia melihat punggung Anjeli yang seukuran dengannya.


"Kita pulang saja ke desa, apa Anjeli mau?"


Anjeli yang merasakan Anjela sudah berbalik badan tadi ia pun perlahan membalikkan badan. Saat sudah berhadapan mereka saling melihat, wajah sendu dan sedih terpancar di sana.


"Kita pergi saja dari sini." kata Anjela, kemudian ia menggigit pelan bibirnya yang menahan tangis.


"Bagaimana dengan Abang Rahul, apa dia tidak akan bersedih kalau kita pergi?"


"Bukankah kita dulu baik-baik saja tanpa Abang, jadi kita bisa pergi."

__ADS_1


"Apa sekarang Anjela akan baik-baik saja tanpa Abang? aku yakin pasti Anjela tak bisa."


"Jadi harus bagaimana? kita tidak bisa menikah bersama." jawab Anjela sampai mengeluarkan air mata.


"Kenapa tidak bisa? kita selalu bersama, kenapa soal menikah kita tidak bisa?" tanya Anjeli juga sambil menangis.


"Makanya kita tidak usah menikah!" ucap Anjela dengan penuh penekanan.


Rahul yang ingin masuk ke dalam kamar gadis kembar itu tidak jadi, ia mendengar percakapan kedua gadis itu membuatnya sedih.


"Kita lari saja dari sini, mungkin Abang akan mengerti." kata Anjeli.


"Benar, kita kawin lari saja. Walaupun mereka bilang itu haram atau tidak sah, kita menikah saja tanpa mereka. Apa kalian mau pergi dari rumah ini?" Rahul masuk ke dalam kamar, tak lupa ia mengunci pintu kamar itu.


Rahul berjalan mendekati dua gadis kembar itu, ia duduk di tepi ranjang. Dengan cepat kedua gadis itu memeluk Rahul, sungguh mereka saat ini sangat gundah.


Rahul mendengar itu langsung melepaskan pelukan mereka, ia menatap dua gadis itu satu persatu.


"Dengar, di dunia ini orang-orang penuh dengan dosa. Kita juga banyak dosa, jadi apa salahnya menikahi kalian berdua. Anjela, Anjeli kalian maukan menikah dengan Abang, kita akan pergi dari rumah ini. Kita akan membuat kehidupan baru, kita jalani bersama. Kita akan membuat anak yang banyak, kita ramaikan penduduk bumi ini dengan anak-anak kita yang lucu. Kalian maukan bahagia? kita akan bahagia nanti. Soal uang jangan khawatir, Abang akan menjual perusahaan yang Abang punya dan kita akan pergi dari kota ini. Kalian mau kan, calon istri-istriku?"


Rahul memperhatikan wajah gadis itu satu persatu, ia begitu semangat mengatakan itu tadi.


"Anjela mau, Abang."


"Anjeli juga mau, tapi apa itu benar-benar tidak apa-apa?" tanya Anjeli karena ia merasa khawatir.


"Benar atau tidaknya hanya Tuhan yang tau. Kalian tahu mereka semua itu munafik, lain di kata lain di hati. Saya hanya ingin mengatakan jika saya tidak bisa tanpa kalian, entah nafsu atau cinta tapi saya benar-benar tidak bisa tanpa kalian. Persetan dengan dunia, mereka juga bersenang-senang di sana. Jadi, kita pergi besok."

__ADS_1


"Pergi kemana?" tanya Anjela.


"Apa tidak akan ketahuan nanti?" tanya Anjeli lagi.


"Kita akan pergi dengan diam, saya akan meminta bantuan Rosan. Kita akan pergi ke Batam, saya rasa di sana sangat aman. Kita akan bebas di sana, saya akan mempersiapkannya hari ini juga. Karena baju kalian sedikit, kalian tidak perlu membawa pakaian kita akan membeli di sana. Kalian jangan takut, kalian yakin kan dengan saya? ingat, saya yang akan menjadi kepala keluarga nanti, jadi percaya sama saya."


Anjela dan Anjeli hanya mengangguk, walaupun mereka mencerna setiap apa yang di katakan Rahul, tetapi mereka tidak mengerti sepenuhnya.


"Bagus, mulai sekarang kalian jangan bicarakan tentang ini dimana pun dan kapanpun. Jika ini terdengar sama orang-orang di rumah ini, maka kita tidak jadi pergi. Apa kalian mengerti?"


Anjela dan Anjeli mengangguk mengerti, mereka tersenyum saat mengetahui akan bersama lagi. Namun, tak di pungkiri jika mereka sedang gundah.


"Calon istriku yang pintar, sini peluk dulu." Rahul merentangkan kedua tangannya, dengan cepat kedua gadis itu memeluk Rahul. Mereka tertawa bersama.


"Aku mencintai kalian."


"Ya Tuhan, maafkan aku yang sudah melakukan kesalahan besar. Biarlah aku menanggungnya nanti, maafkan hamba yang penuh dosa ini. Terimakasih telah mentakdirkan kami bertemu." kata Rahul dalam hati.


🌹🌹🌹


**Gaees... kalian dukung nggak Rahul sama si Kembar pergi dari rumah itu?


**Btw satu dulu lagi ya, lagi pilek guys. Taulah rasanya liat cahaya kalo lagi pilek 😁


Jangan lupa like and vote ya 💃**


😂😂😂**

__ADS_1


__ADS_2