Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Menikahlah denganku!


__ADS_3

Dewa melawan, ia tidak ingin kalah dari Anjeli. Dewa tidak terima mulutnya di bungkam oleh Anjeli, tangan kecil gadis itu dengan beraninya menutup mulutnya dengan kuat sampai bibirnya sakit.


"Akhhh..."


Sekarang Anjeli yang berada di bawah, Anjeli ingin memberontak tetapi badan kecilnya terkunci oleh badan Dewa.


"Lepaskan aku!" kata Anjeli dengan mata yang melotot.


"Tidak akan, mana mungkin aku melepaskan wanita gila seperti mu." Dewa menyunggingkan senyumnya.


"Aku tidak gila, kau yang gila!"


"Kau yang gila!"


"Kau!"


Mereka saling beradu mata, sama-sama membuka mata dengan besar membuat mata mereka perih sendiri.


"Lepaskan aku, tanganku sakit!" lirih Anjeli, Dewa terlalu kuat menahan lengannya dengan kuat membuat ia merasakan kesakitan.


"Kau bisa merasakan sakit?" tanya Dewa melihat Anjeli sinis.


"Aku serius, kau terlalu kuat menekannya."


"Aku tidak peduli!"


Cup.


"Ka...u menciumku?" Dewa langsung bangkit dan mengelap bibirnya, ciuman sekilas itu membuat ia memegang kuat bibirnya.

__ADS_1


"Huh... baru hanya sekilas kau sudah seperti itu, bagaimana nanti kalau ku sedot? Aku yakin kau akan pingsan." Anjeli duduk dan membetulkan baju dan rambutnya.


Dewa hanya melihat Anjeli dengan wajah masam, ia tak menyangka mendapat kecupan tiba-tiba.


"Tunggu! Kenapa kau begitu liar? Apa jangan-jangan kau sudah tidak perawan? Kalau begitu aku rugi dong mendapat yang sudah tidak perawan."


Anjeli berdiri dan berjalan mendekati Dewa, ia memegang dada Dewa dan memainkan dengan jari telunjuknya di sana. Anjeli menirukan tingkah perempuan yang ada di film Thailand yang pernah di tontonnya, ia ingin melihat secara langsung bagaimana reaksi pria jika di goda seperti itu.


Dewa menelan ludahnya, tenggorokannya terasa kering saat tangan itu menjalar dari dada turun ke perutnya yang sixpack. Dewa tidak menyangka jika Anjeli begitu ahli dalam menggoda laki-laki, ia sampai menahan desahan yang hendak keluar dari mulutnya.


Anjeli geli hati melihat Dewa memejamkan mata menikmati aksinya, jadi film yang di tontonnya benar adanya. Anjeli juga tidak sabar mempraktekkan itu ke Rahul, cintanya.


"Kau menyukainya?"


Dewa hanya mengangguk, pertahanan nya sebagai laki-laki yang suka bermain dengan wanita hancur ditangan Anjeli. Dewa berdiri mematung sambil menikmati belaian Anjeli, melihat Dewa yang tampak menghayati Anjeli langsung memberhentikan aksinya. Dewa yang tidak merasakan sentuhan lagi langsung membuka mata, ia melihat Anjeli yang tengah menjulurkan lidahnya mengejek dirinya.


Saat Anjeli ingin pergi dari hadapannya, Dewa langsung memeluk Anjeli. Gadis itu hanya diam mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Dewa.


Anjeli langsung melepaskan pelukan mereka, ia menatap Dewa sambil menyunggingkan senyumnya.


"Kau kesurupan?" tanya Anjeli yang langsung bersedekap dada di depan Dewa.


"Anjeli, menikahlah denganku. Kau akan menjadi istriku dan kau bisa mendapatkan apapun. Kau begitu menggoda, jadi menikahlah denganku." ucap Dewa dengan kesungguhan.


"Ada apa dengan mu Dewa?" tanya Anjeli menyerngitkan keningnya.


"Anjeli, daripada kau hanya menjadi budak ku saja lebih baik kau menjadi istriku. Kita akan melangsungkan pernikahan besok dan kita akan segera melakukannya, kamu mau kan?"


"Dewa, kenapa kau berubah seperti ini? Bukannya kau tidak menyukaiku?"

__ADS_1


"Aduhh... pria mana yang tidak menyukai dengan wanita yang pandai membuatnya bahagia, apalagi urusan hubungan badan." kata Dewa dalam hati.


"Anjeli percayalah denganku, aku akan berubah nanti."


"Kau ini cepat sekali berubah, Jika perubahan mu secepat ini maka kau akan cepat berubah pula nanti."


"Tidak, aku janji."


"Aku hanya mencintai Abang Rahul dan aku hanya ingin menikah dengannya!" kata Anjeli.


Dewa kecewa mendengar itu, ia melihat Anjeli dengan tatapan yang sedih. Anjeli melihat itu, namun ia kaget saat Dewa bersujud di depan kakinya.


"Anjeli, aku tahu kamu tidak menyukaiku. Aku tahu kamu benci melihatku, tapi aku bisa berubah dan kau bisa mencintaiku nanti. Terimalah aku, aku akan menjadi suami yang baik untukmu dan terus memberi mu kehangatan. Aku janji kau akan berbahagia nanti, kita akan memiliki anak yang banyak dan kau akan menjadi ibu yang baik. Aku akan menjadi suami yang terus mencintaimu dan aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita. Jadi menikahlah denganku, aku minta maaf atas perilaku ku yang telah menyakitimu. Menikahlah denganku!"


Anjeli mematung mendengar itu, ia melihat kesungguhan dari Dewa. Tapi Anjeli masih ragu karena mengingat sifat dan sikap Dewa, ia juga masih memikirkan Rahul di sana.


"Dewa." panggil Anjeli.


"Ya." Dewa mendongakkan kepalanya melihat Anjeli yang sedang menatapnya.


Anjeli hanya diam, ia masih bingung harus mengatakan apa. Dewa yang melihat Anjeli hendak mengatakan sesuatu membuat jantungnya berdebar menanti jawaban itu.


"Aku bingung."


Dewa menghembuskan nafasnya berat mendengar itu, ia bangkit dan berdiri di depan Anjeli. Kemudian ia berjalan dan memeluk Anjeli.


"Kita tinggal menikah dan membuat anak, jika kita sudah mempunyai anak maka kehidupan kita akan sempurna. Tidak susah! Kalau begitu, menikahlah denganku!"


"Aku bingung!"

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2