
Mata Anjeli melihat ke arah kerumunan anak-anak SD yang sedang mengelilingi gerobak makanan dan abang-abang yang menjualnya.
"Itu kenapa?" tanya Anjeli menunjuk ke arah yang di lihatnya di depan SD.
Dewa yang sedang menyetir melihat ke arah yang di tunjuk oleh Anjeli.
"Oh. Itu jajanan anak SD." jawab Dewa singkat.
"Apakah enak?"
"Tidak tahu!"
"Beby ingin mencoba, bolehkah?" pinta Anjeli dengan penuh harap.
Dewa dengan cepat menepikan mobilnya di depan SD itu, ia melihat Anjeli dengan wajah tak yakin.
"Apa Beby tidak boleh jajan itu?" tanyanya dengan nada sedih.
Gerombolan beberapa anak SD itu pergi satu persatu saat mereka telah mendapatkan apa yang di belinya. Mata Anjeli melihat ke arah bungkusan sosis yang di campur dengan saos, ia menelan ludah melihat itu.
"Kalau kamu mau, kita tinggal suruh pelayan membuatnya di rumah, sosis banyak di rumah kalau kamu mau. Saos juga banyak. Makanan itu kurang bersih, kita tidak tahu seberapa ber ..."
"Oh. Ya sudahlah!"
Anjeli mengahadap ke kaca jendela, ia sedang merajuk kini. Dewa menghela nafas, ia takut membeli di pinggir jalan seperti itu, apalagi banyak debu dan polusi.
"Hm.. baiklah. Ayang akan beli, tapi satu saja ya? Beby bisa makan di rumah nanti sepuasnya!"
Mendengar itu Anjeli langsung menoleh kembali ke arah Dewa, ia tersenyum tapi hanya menyimpulkan bibirnya.
"Kenapa?" tanya Dewa heran, biasanya Anjeli langsung senang.
"Cuma satu? Beby mana cukup cuma satu. Sosis itu terlihat sangat kecil, mana mungkin itu bisa mengenyangkan."
Dewa tersenyum melihat istrinya, Anjeli yang melihat itu sampai terheran.
"Ayang akan beli yang banyak, nanti kita makan bersama ya?" kata Dewa dengan lembut.
__ADS_1
Anjeli langsung tersenyum lebar, ia melihat suaminya dengan penuh cinta. Dengan cepat ia menganggukkan kepala, tak sabar membayangkan makan bersama suaminya.
"Kamu tunggu di sini ya! Biar Ayang yang turun membelinya."
Anjeli mengangguk semangat, baru Dewa melepaskan seat belt tangan Anjeli menunjuk celana Dewa.
"Mau itu!" kata Anjeli.
Dewa melihat ke arah juniornya, ia pun tersenyum.
"Sosis yang ini di rumah nanti kalau kita di kamar, kalau sekarang kita makan sosis itu saja." tunjuk Dewa ke arah penjual sosis tadi.
Anjeli menyerngitkan keningnya, kemudian berkata "Beby mau handphone."
Dewa hampir tersedak, ia pikir istrinya menginginkan sosisnya, ternyata handphone yang di kantong celananya.
"Oh."
Dengan cepat Dewa mengeluarkan handphonenya dan memberinya kepada Anjeli.
"Benarkah?" tanya Anjeli dengan senangnya.
"Iya. Setelah ini kita beli handphone kamu."
"Yeay... Terimakasih Ayang."
"Iya sama-sama, Ayang keluar dulu beli sosisnya."
Anjeli langsung mengangguk semangat.
Dewa tersenyum, kemudian ia keluar untuk membeli sosis. Sedangkan Anjeli yang tinggal di dalam mobil langsung membuka handphone Dewa. Ia membuka kamera untuk memotret diri sendiri.
Cekrek.. Cekrek..
Anjeli tersenyum, menjulurkan lidah, bergaya imut. Bermacam-macam gaya saat ia berfoto, ia melihat sekilas suaminya. Dengan tertawa kecil Anjeli memotret Dewa yang sedang menunggu abang-abang penjual itu menggoreng sosis.
"Di video aja, biar lucu." katanya cekikikan sendiri.
__ADS_1
"Ehem... Hai gaes, hari ini Anjeli sedang jalan-jalan bersama Ayang. Ayang ku sedang membeli sosis, itu dia," Anjeli membalikkan kamera handphone menunjuk Dewa yang sedang menunggu dengan bosannya.
"Ganteng kan suami Anjeli? Hehehe... Jadi Anjeli tuh tadi li... ANJELA!"
Mata Anjeli membulat melihat Anjela yang sedang berdiri menunggu seseorang di pinggir jalan, saat melihat ke arah yang di pandangnya. Anjeli melihat Rahul sedang menyebrang menuju ke arah penjual sosis yang di beli Dewa juga.
"Abang Rahul." gumam Anjeli.
Anjeli tak peduli melihat Rahul, ia lebih fokus melihat Anjela. Dengan cepat Anjeli keluar dari mobil, berlarian menyebrang jalan menuju Anjela.
"Anjela."
"Anjeli."
"Aaaaaa.... Rinduuuuuu...."
Dengan cepat mereka saling berpelukan, tak peduli di lihat anak-anak SD dan orangtua murid itu yang melihat mereka di sana, yang penting mereka melepaskan rindu.
Berbeda dengan suami-suami mereka. Rahul baru saja sampai di depan gerobak itu, Dewa yang sedang menunduk tak menghiraukan orang-orang setempat.
"Bang, sosis 50 ribu. Tidak pakek lama!"
Dewa yang tak asing dengan suara itu langsung melihat ke arah suara.
"Kau!"
"Kau!"
🦀🦀🦀🦀
****Hai Gessss othor baper sama Dewa 🤭
*Hadehhh kepincut sama orang-orang yang di khayal sendiri 😁
BTW othor cewek ya, othor ngakak pas ada yang komen 'Lanjut Bang' 😅***
Insyaallah sore/malam nanti up lagi, terimakasih 😊😊🦀🦀**
__ADS_1