Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Melakukan Rencana


__ADS_3

Waktu keberangkatan mereka pukul sebelas siang, Rahul dan Rosan sudah merencanakan semuanya dengan matang. Pagi ini setelah sarapan Anjela dan Anjeli di suruh berdandan sedikit agar kelihatan fresh, Rahul juga bergaya. Mereka tidak membawa barang apa-apa saat menuju bandara nanti, Rahul sengaja agar tidak ada yang mencurigai mereka nanti.


"Dengar ya, nanti Anjeli akan pergi bersama Rosan ke bandara. Sedangkan Anjela akan pergi sama saya, kita melakukan ini agar tidak ada yang curiga. Semuanya sudah saya persiapkan dengan matang, pokoknya kalian berdua hanya ikut saja. Anjeli ingat ya, apa yang di katakan Rosan harus kamu ikuti, jangan membantah ataupun menendang burungnya. Setelah keluar dari kamar ini dan Rosan menjemput Anjeli, kita akan beralasan jalan-jalan, Oke. Pokoknya ikuti saja jangan banyak bicara, apa kalian mengerti?"


Anjeli dan Anjela hanya mengangguk saja, mereka saat ini ada di kamar Rahul dan sedang duduk di sofa. Hari ini adalah keberangkatan mereka menuju kota Batam. Rahul sangat senang akhirnya ia akan menikahi kedua gadis itu, ia tidak sabar ingin melihat kota yang akan di tempati mereka nanti.


"Anjela, kalau mereka bertanya kita akan kemana, kamu akan menjawab apa?" tanya Rahul mengetes Anjela.


"Jalan-jalan." jawab Anjela dengan semangat.


"Anjeli, kalau mereka bertanya dengan kamu kita akan kemana, kamu akan menjawab apa?"


"Jalan-jalan juga." jawab Anjeli tak kalah semangat.


"Bagus, sekarang kita tinggal menunggu Rosan menjemput saja." kata Rahul dengan senang, ia melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul delapan pagi.


"Sembari kita menunggu Rosan datang, sebaiknya kita merencanakan setelah pernikahan kita dulu. Oke, siapa yang mau malam pertama dengan saya dulu?"


"Anjela." jawab Anjeli angkat tangan dengan cepat.


"Anjeli, kamu bagaimana? apa kamu tidak masalah?" tanya Rahul, Anjeli hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Oke, setelah malam pertama dengan Anjela berarti malam selanjutnya dengan Anjeli. Begitu seterusnya setiap malam, kita juga akan pisah kamar agar tidak ada yang merebutkan saya." kata Rahul dengan percaya diri.


"Tapi Anjeli takut tidur sendirian." ucap Anjeli.

__ADS_1


"Anjela juga takut tidur sendirian." lanjut Anjela lagi.


"Kalau soal itu nanti kita atur di sana, pokoknya kalian makan yang banyak di sana nanti agar terus bertenaga setiap malam."


"Kalau Anjeli makan yang banyak, nanti Anjeli gendut dong."


"Anjela juga, kalau Anjela makan yang banyak nanti gendut dan jelek."


"Kalian ini terlalu kurus, kalian harus makan yang banyak agar kalian itu montok."


"Montok itu apa?" tanya Anjeli.


"Montok itu, anu... mm... itulah, pokoknya kalian harus lebih berisi sedikit." jawab Rahul.


"Hm.. baiklah, Anjeli akan montok nanti."


Ting.


Rahul melihat handphonenya, ia mendapat pesan dari Rosan jika sepupunya itu sudah ada di depan rumah.


"Ayo kita turun, Rosan sudah datang. Ingat ya rencana kita nanti, jangan sampai ketahuan."


"Siap."


Rahul dan dua gadis kembar itu turun ke bawah, mata Rahul tertuju ke sofa yang di duduki Rosan dan kedua orangtuanya. Ia berdecak saat hendak pergi, tapi di halangi oleh orangtuanya.

__ADS_1


"Jadi kalian mau jalan-jalan ya, wah enaknya... boleh nggak kami ikut?" tanya Sinta saat Rahul dan dua gadis itu menghampiri mereka.


"Eh.. awak nih, budak-budak nih nak jalan-jalan. Awak cobe jangan kacau, bialah budak nih senang jangan nak kacau lah!" kata Khairul yang sedikit kesal melihat istrinya yang begitu semangat hendak ikut.


"Mama cuma bercanda, Pa. Lagian mana mungkin mama menganggu dua pasangan yang mau menikah ini."


"Bagus kalau begitu, kami pamit dulu. Ayo Rosan, kita harus jalan-jalan menikmati indahnya dunia." ucap Rahul.


"Hahaha... Abang nih ada-ada aja, ayo kita berangkat. Om, Tante kami pergi dulu ya. Ayo Anjeli."


Rosan berdiri dari duduknya dan langsung berjalan menuju Anjeli dan menggenggam tangan gadis itu, Rahul menajamkan matanya melihat tangan Rosan menggenggam tangan Anjeli.


"Ayo, Bang. Lebih cepat lebih baik." kata Rosan yang menyunggingkan senyumnya melihat Rahul yang cemburu.


"Ayo!" seru Rahul menahan geram.


"Ayo kita jalan-jalan. Mama, Papa. Kami pergi dulu." Anjeli berkata dengan penuh semangat, ia langsung melepaskan tangannya dari genggaman Rosan.


Rahul terkekeh melihat Anjeli yang tidak mau di pegang, sementara Rosan hanya diam setelah mendapatkan perlakuan dari Anjeli tadi.


"Baiklah, kalian hati-hati ya. Rahul, Rosan. Belanjakan Anjeli dan Anjela barang-barang yang banyak, jangan sampai membiarkan mereka bersedih ya." kata Sinta, ia bahagia melihat Anjela dan Anjeli yang begitu gembira.


"Iya, kami pergi dulu." Rahul berjalan menuju pintu luar, langsung di ikuti dengan yang lainnya.


Rosan membukakan pintu mobil untuk Anjeli, ia tersenyum melihat wajah cantik Anjeli. Rosan juga masuk ke dalam mobil, setelah mobil Rahul jalan ia langsung mengikutinya. Setelah jalanan agak lenggang, Rosan langsung menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Aku sudah membawanya, aku akan segera kesana!"


🌹🌹🌹


__ADS_2