Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Hamil dan Bahagia


__ADS_3

"Tidak Anjela, aku mencintaimu. Tolong jangan tinggalkan aku! Aku mohon. Tidaaaakkkkk!!!"


Rahul bangun dengan nafas yang memburu, mimpi gila yang ia mimpikan membuat dirinya cemas sendiri. Rahul gusar, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Berdiam cukup lama, kemudian ia menurunkan kedua tangannya ke bawah. Rahul menoleh keluar jendela, hujan sudah berhenti hanya meninggalkan sisa-sisa rintik-rintiknya disana. Ia menghembuskan nafasnya berat, mengingat mimpi yang seperti nyata itu membuatnya benar-benar kewalahan.


"Mimpi gila! bisa-bisanya aku bermimpi seperti itu. Aku harus pulang, sebelum itu benar-benar terjadi. Mana mungkin aku menduakan Anjela, jika tidak dapat memiliki Anjeli, aku tetap setia dengan Anjela. Aku mencintainya, aku mencintainya."


Sebelum pergi Rahul melihat jam di tangannya, ia melihat jam baru menunjukkan pukul 2 siang. Kemudian Rahul melihat handphonenya, baru ia menyalakan handphonenya di layar itu langsung menampilkan game yang membuat ia tertidur.


"Gara-gara kau aku tertidur, ****** kau aku uninstall!"


Setelah menghapus aplikasi game itu Rahul melihat wallpaper di handphonenya, ada foto Anjela disana. Ia tersenyum melihat itu, kemudian mengecup foto sang istri.


"Maafkan Abang, Anjela. Abang sangat mencintaimu."


Rahul memilih pergi dari sana, tak menunggu Bulat dan orang-orang yang lainnya. Ia melajukan mobilnya pergi dari Desa Manis Madu.


Di dalam perjalanan Rahul mengoceh sendiri, ia masih teringat dengan mimpi yang paling aneh selama hidupnya. Mimpi bercinta dengan gadis Desa yang bernama Ayu.


"Apa ini Desa terkutuk? Jangan-jangan mimpi tadi adalah hantu, hihhh... ****** kau Bulat. Berjam-jam kau disana tak kembali, apa kerja mereka? Dasar si Lamban itu!"


***


Di rumah Iskandar, tepatnya di kamar Anjeli dan Dewa. Anjeli sedang mengelus kepala Dewa dan Dewa mengelus perut Anjeli.


Mereka begitu bahagia karena menyadari jika Anjeli hamil, tidak hanya satu, tapi ada dua anak di dalam perut Anjeli. Dewa yang tahu jika Anjeli hamil anak kembar seakan tidak mau jauh dari istrinya itu.


"Beby, maafkan Ayang ya. Gara-gara Ayang terlalu ganas sama kamu, pasti kamu kecapean. Ayang janji deh lain kali Ayang melakukannya dengan lembut, dengan penuh cinta." ucap Dewa, ia beranjak dan duduk berdempetan dengan Anjeli di atas tempat tidur.


"Tapi enak kok, cuma jangan lama-lama aja. Punya Beby jadi perih."


"Pokoknya Ayang akan melakukannya dengan sayang."


Anjeli tersenyum, ia melihat Dewa dengan penuh kasih sayang. Kemudian Anjeli mendaratkan bibirnya ke pipi Dewa, membuat suaminya itu membalas perbuatan istrinya.

__ADS_1


"Anak kita perempuan atau laki-laki ya?" tanya Anjeli.


"Kamu mau perempuan atau laki-laki?" tanya Dewa balik.


"Mau laki-laki aja deh, biar banyak laki-laki yang sepeti Ayang. Biar menjadi Tuan Muda, menjadi Tuan Muda yang menyayangi istrinya. Tuan Muda yang tampan dan menjadi Tuan Muda yang selalu di hati Beby."


"Boleh juga, tapi Ayang mau perempuan aja deh. Ayang mau anak kita menjadi Tuan Putri, seperti Ibunya yang cantik dan baik hati ini. Yang selalu memberi warna untuk kehidupan kita dan pastinya yang selalu ceria." balas Dewa.


"Bagaimana ini, Beby mau laki-laki, sedangkan Ayang mau perempuan. Jadi kita harus bagaimana?" tanya Anjeli.


"Beby, tidak masalah anak kita laki-laki atau perempuan. Yang penting anak kita memiliki jenis kelamin."


"Hehehe, iya juga. Kan lucu kalau anak kita tidak memiliki jenis kelamin."


Dewa melihat Anjeli, tangannya sedari tadi mengelus perut istrinya. Pantas saja makin hari Anjeli semakin berisi di mata Dewa, ternyata istrinya itu sedang hamil.


"Makan kamu nanti dijaga ya, tidak boleh makan sembarangan lagi. Pokoknya, kamu harus tetap sehat demi anak kita. Kamu harus rutin minum susu ibu hamil dan kita akan pindah ke kamar lantai satu."


"Loh, kok pindah kamar?"


"Ayang tidak mau kamu turun naik tangga, itu bisa membahayakan dirimu. Jadi kita akan pindah ke lantai satu. Ayang tidak mau nanti kamu keseleo di tangga atau kamu tergelincir di tangga. Astaga! amit-amit deh."


"Tentu saja Ayang akan jaga, Ayang kan Bapaknya."


"Dan Beby Emaknya, hehehe."


***


Anjela sedari tadi menunggu di depan pintu rumah. Menunggu suaminya pulang dan mengabarkan kabar bahagia. Ia tersenyum sambil mengelus perutnya, ia yakin jika Rahul pasti akan bahagia mendengar kabar jika dirinya hamil. Walaupun hanya ada satu janin di perutnya tidak seperti Anjeli, tapi dia benar-benar bahagia saat ini.


"Abang, cepatlah pulang. Anjela ingin memberikan hadiah terbaik untuk Abang, Anjela yakin jika Abang juga akan bahagia. Tidak apa-apa jika tidak membawa madu, yang penting Abang cepat pulang."


Sudah dua jam lamanya menunggu kepulangan suami membuat Anjela lelah, ia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Baru di ambang pintu, ia mendengar suara mobil suaminya. Anjela membalikkan badan dan melihat Rahul sedang berlari sambil merentangkan kedua tangannya menuju dirinya.


"Anjelaaaa... I LOVE YOUUU....." teriak Rahul berlari menuju Anjela.

__ADS_1


Melihat suaminya berlari membuat Anjela tertawa, ia bahagia melihat Rahul yang begitu antusias terhadap dirinya.


"Abang sayang kamu, Sayang."


Rahul memeluk Anjela dengan posesif, terkenang dengan mimpi gilanya itu membuat dirinya makin memeluk Anjela makin erat.


"Anjela juga sayang Abang, tapi lepaskan dulu pelukannya. Anjela ingin memberi hadiah untuk Abang."


"Hadiah apa?" tanya Rahul.


Rahul melepaskan pelukannya, ia melihat Anjela dengan penuh tanda tanya. Melihat istrinya yang tersenyum pasti ada kabar bahagia pikir Rahul.


"Abang tahu nggak?"


"Nggak tahu, Sayang. Memangnya ada apa? Kenapa kamu tersenyum seperti itu?"


Anjela memegang tangan kanan Rahul, kemudian ia taruh di perutnya. Rahul yang tidak mengerti masih menunggu apa yang hendak dikatakan Anjela.


"Abang tau Anjela mau kasih hadiah apa?"


"Nggak tau, emangnya apa?"


Rahul kaget bukan main, pasalnya tiba-tiba saja Anjela memeluknya. Tidak seperti biasanya, kini Anjela tampak begitu senang.


"Anjela hamil Bang, Anjela hamil."


"Ka ... kamu hamil?" tanya Rahul terbata-bata.


"Iya, Anjela hamil."


"Hahaha... aku akan punya anak. Yessss ... aku akan punya anak. Anjela dengarkan Abang ya!" Rahul melepaskan pelukannya, ia memegang kedua pundak Anjela. Ia menatap Anjela dengan seksama. "Abang sayang kamu Anjela, satu-satunya wanita yang Abang cintai di dunia ini hanya kamu. Tidak ada yang lain, tidak ada Ayu tidak ada Anis, itu semua hanya setan. Hanya kamu yang ada di hati Abang. Terimakasih Anjela, terimakasih sudah memberi Abang kebahagiaan yang tak terhingga ini. Abang benar-benar menyayangi mu."


"Anjela juga sayang, Abang. Benar-benar menyayangi Abang."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


TAMAT



__ADS_2