Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Keenakan


__ADS_3

Sore-sore Dewa bangun, ia melihat istrinya Anjeli masih berselubung dengan selimut. Dewa memilih duduk dan memperhatikan wajah Anjeli yang nampak begitu kelelahan.


"Kasihan sekali, Beby ku. Apa miliknya baik-baik saja?" gumam Dewa.


Dewa menyingkapkan selimut yang menutupi tubuh istrinya, ia melihat di dada Anjeli banyak tanda merah. Dewa sampai geleng-geleng kepala sendiri mengingat kelakuannya.


Dengan perlahan Dewa memegang kaki istrinya dan di rentangkannya lebar, di tekuk ya kedua kaki itu agar bisa melihat kondisi milik istrinya. Sementara itu, Anjeli masih setia dengan tidurnya.


Dewa melihat punya istrinya agak melebar, ia berdecak melihat benda berbelah itu tampak sedikit membengkak.


"Pasti sakit," gumamnya lagi.


Dewa membuka sedikit belahan itu, ia melihat benda kecil yang selalu membuat Anjeli bergetar hebat jika itu di mainkan dengan jari ataupun dijilat dan dihisap.


Dewa menyunggingkan senyumnya, ia ingin membangunkan istrinya dengan cara nikmat.


"Apa sih yang tidak buat kamu, Beby."


Dewa mendekatkan wajahnya disana, ia menghirup dalam aroma khas dari milik istrinya. Jauh dibandingkan dengan minuman keras, benda itu jauh lebih memabukkan.


Dengan perlahan lidah itu menjelajah disana. Dewa sudah dimabukkan oleh benda itu, ia benar-benar sangat bersyukur bisa menikahi Anjeli.


Anjeli gelisah sendiri, dia sedang bermimpi jika ia sedang bercinta dengan Dewa, namun yang di rasakan nya adalah kenyataan.


Dewa makin asik bermain disana, tak lama itu kaki Anjeli mengapit kepala Dewa, ia sudah mencapai puncak.


"Ah ... Ayang, kenapa pagi-pagi sekali?"


Dewa cengengesan, ia melihat wajah istrinya yang memerah. Tak lupa, Dewa mengelap mulutnya.


"Ini sudah sore, besok kalau mau lagi, Beby."


"Benarkah?"


"Iya, kamu lupa kalau kita main kuda-kudaan pagi tadi?"


Dewa membaringkan dirinya ke samping tubuh istrinya, ia memandang istrinya dengan penuh cinta.


"Ayang sih, punya Beby sakit tau!"


"Tapi sudah tidak sakit kan, sekarang?"


"Cuma sedikit saja. Apa punya Beby baik-baik saja?"


"Tentu saja."

__ADS_1


Mereka kini berpelukan, menghadap satu sama lain dan saling memandang.


"Kenapa punya Ayang berubah jadi besar?"


Anjeli juga penasaran dengan milik suaminya, ia merasakan jika pusaka milik Dewa jauh berbeda dari yang sebelumnya.


"Ada jamu yang diberi Papi, makanya punya Ayang jadi besar. Kamu suka?"


Wajah Anjeli memerah, ia menjawab hanya dengan anggukan.


"Ayang tidak sabar ingin punya Anak. Apa mau kita ke dokter menanyakan kondisi kamu?"


Anjeli menggelengkan kepalanya.


"Biar saja hamil sendiri nantinya. Ayang mau berapa anak?"


Dewa tersenyum, memikirkan anak membuat ia ingin memiliki anak kembar.


"Ayang mau kita punya banyak anak dan bagusnya jika kembar tiga pasang."


"Jadi enam dong?"


"Yap."


"Ya kita buat lah setiap hari,"


"Sampai hamil?"


"Sampai melahirkan, Beby."


"Jadi kalau Beby hamil kita masih bisa gituan?"


"Boleh dong, masa Beby tega biarin Ayang sengsara 9 bulan."


"Hehehe baiklah."


***


Di kamar lain, Rahul sedang mengemut ujung dada istrinya. Ia bagaikan bayi yang sedang menyusu, sementara Anjela hanya keenakan saja.


"Shhhss ..."


Anjela mengeluarkan suara bagai orang kepedasan, sementara Rahul makin menghisap kuat benda itu. Rahul sangat menyukai bukit kembar itu, ia benar-benar sangat ketagihan.


Tidak hanya melakukan itu, Rahul juga sedang bermain handphone. Ia mendapat dari pesan dari Bulat jika besok akan ke Panti Asuhan lagi, tapi bukan di Desa Tanpa Nama, namun ke desa yang lain. Desa Manis Madu.

__ADS_1


Rahul menyudahi aksinya, ia ingin berbicara sesuatu dengan istrinya.


"Sayang.'


"Ya."


Anjela melihat Rahul dengan mata sayu, ia juga mengambil tangan kiri Rahul untuk bermain di dadanya. Dengan senang hati Rahul menerimanya.


"Besok Abang akan ke Panti Asuhan."


"Tempat Anjela dulu?"


"Bukan, tempat yang lain lagi."


"Apa Anjela boleh ikut? Mmmhhh ..."


Tangan Rahul kini bermain di liang yang subur milik istrinya.


"Tidak Sayang itu terlalu jauh, kamu di rumah saja."


Anjela hanya mengangguk, tangannya memegang kedua dadanya yang bergoyang.


"Bang, isep Bang. Anjela mau keluar."


Rahul makin kuat memainkan tangannya di sana, sementara itu mulutnya bermain dengan benda kenyal itu. Perut Anjela mengejang, tak lama itu cairan putih keluar dari sana.


"Bang."


"Hemm."


"Anjela sayang Abang."


"Abang juga sayang kamu."


Mereka sama-sama tersenyum, kemudian saling berpelukan. Anjela begitu bahagia mendapatkan Rahul, ia juga begitu bahagia karena kembarannya juga bahagia.


"Abang Rahul, Anjela sangat senang bisa menikah dengan Abang."


"Abang juga begitu, semoga sebentar lagi kita punya anak ya."


"Semoga saja."


Bersambung.


Hai guys, sebentar lagi ada yang punya dua istri. Kira-kira siapa ya yang punya dua istri? Dia nggak kalah bikin gemes juga loh, tapi entahlah 😁 ntar kalian bilang Pelakor pula🀣

__ADS_1


__ADS_2