
Keluarga adalah keadaan dimana setiap orang yang ada di dalamnya menyayangi satu sama lain. Papa, apa aku keluarga Papa?
🍃🍃🍃
"Sakit, Pa. Berhenti... sakit...."
Manisha berusaha melindungi dirinya dari pukulan dan tendangan papanya yang berusaha menyakiti perutnya. Manisha menatap lirih ke arah Andra dengan raut wajah pilu, berharap Andra akan menghentikan siksaan. Namun bukan berhenti, Andra malah semakin membabi buta menyiksa anak kandungnya itu.
Andra tersenyum miring. Matanya menatap tajam ke arah Manisha. "Ini memang pantas untukmu." Andra langsung pergi dari sana.
Manisha menatap siluet Papa nya yang mulai menjauh. Manisha terisak pelan. Dengan tertatih-tatih ia berjalan ke arah tangga menuju kamarnya.
Manisha duduk di ranjang. Ia menatap foto keluarga yang terpajang di atas nakas. Diraihnya foto itu. Air mata kembali mengalir dengan deras.
Manisha tidak menyangka jika semuanya berubah begitu cepat. Sejak kepergian Ana Ratih Elevanova, papanya berubah drastis. Ia menyalahkan Manisha sebab tidak bisa mencegah ibunya untuk jangan membantu Tante Diandra. Padahal, kepergian ibunya bukan salahnya. Dan bagaimana caranya Manisha melarang ibunya pergi? Sedang saat ia pulang saja, ia hanya melihat sticky note yang ditempel ibunya pada pintu kulkas.
Manisha sudah mencoba menjelaskan pada papanya. Namun, Andra seakan tutup telinga pada kejadian sebenarnya. Ia malah menampar Manisha dan mengatakan jika Manisha berusaha mengelak.
"Keluarga adalah keadaan dimana setiap orang yang ada di dalamnya menyayangi satu sama lain. Papa, apa aku keluarga Papa?"
Kali ini Manisha membaringkan tubuhnya. Menarik selimut dan menangis disana dengan isakan yang berat. Mengapa semuanya berubah? pikirnya sesak.
.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul dua belas lewat. Raga masih sibuk dengan Diary usang nya. Ia melihat catatan tangannya dulu. Ini waktunya, pikirnya seraya mengangguk mantap.
Raga sudah menantikan hari ini selama hidupnya. Ia ingin kekasihnya kembali. Ia ingin melihat senyum yang ada pada wajah kekasihnya. Setelah sekian lama ia tidak bisa mengirim kabar bahkan pamit ketika keluar negeri, saat ini Raga lega. Setidaknya ada kesempatan untuk bertemu langsung dengan Sandra.
Raga membuka halaman pertama.
__ADS_1
20 Juli 1993
Hari ini bunda membelikan Bayu baju. Namun aku tidak. Bayu memamerkan bajunya padaku. Sewaktu ku tanya bunda mana bajuku. Bunda hanya diam. Dia menatapku tajam.
Raga tersenyum miris mengingat moment itu.
13 September 1993
Ayah dan bunda bertengkar. Aku mengintip dari belakang piano kesayangan bunda. Bunda masih memakai baju dokternya. Baru kali ini, aku melihat ayah terlihat sangat murka.
Raga menghela nafasnya. Dibukanya kembali halaman selanjutnya.
20 Oktober 1993
Hari ini adalah hari ulang tahunku dan juga Bayu yang ke tujuh tahun. Bayu memberikanku kue ulang tahun yang sangat keren bergambar Spiderman. Aku menyukai itu. Namun, saat aku tanya di mana bunda dan ayah, Bayu diam. Dia langsung pergi dari hadapanku.
Raga memegang dadanya sesak. Waktu itu adalah ulang tahun yang paling menyedihkan di hidupnya. Ia sadar jika kue yang diberikan Bayu padanya adalah kue pemberian orangtuanya untuk Bayu.
01 Desember 1993
Rasanya Raga ingin tertawa mengingat moment itu. Tega-teganya orangtuanya meninggalkan ia yang takut kegelapan di rumah sendirian. Padahal waktu itu sedang hujan deras. Raga ingat, seberapa besar ia ketakutan.
03 Januari 1994
Bayu sudah pulang dari rumah sakit. Aku tidak menyangka, jika vas itu membuat Bayu kehilangan banyak darah dan koma. Ketika aku ingin menemuinya di ruang makan, Bayu marah. Ia mengusirku pergi dari sana. Aku tidak mengerti kenapa Bayu bisa membenciku.
Raga memijit keningnya. Satu tetes air mata mengalir di pipinya. Ia sangat terpuruk sewaktu Bayu mengusirnya. Padahal di keluarga itu, hanya Bayu yang menyayanginya. Namun sejak kejadian itu, Bayu tidak lagi peduli padanya. Bayu berubah seperti orangtuanya. Kejam dan tidak berperasaan.
22 Maret 1994
Ayah mengemasi seluruh barangku. Ayah bilang ia sudah bercerai dengan bunda. Ia membawaku pergi keluar negeri. Aku ingin pergi esok saja, sebab aku ingin bertemu Sandra dulu, namun ayah marah. Dia bilang akan membunuhku jika tidak ikut dengannya. Padahal, bunda dan Bayu belum pulang dari jalan-jalanya.
Halaman selanjutnya kosong. Sebab, sejak itu Raga tidak pernah membuka diary itu lagi. Ia sudah ke luar negeri dan Raga meninggalkan diary itu di laci paling bawah lemari baju. Raga tahu, jika laci itu selama ini belum pernah dibuka lagi oleh Bayu. Sebab, itu adalah laci bekas Raga, jadi Bayu enggan pastinya menyentuhnya. Namun, Raga bersyukur mengetahui Bayu tidak membuka laci itu.
__ADS_1
Raga menyimpan kembali diary itu di tempat awal. Ia berjalan ke arah jendela, matanya melihat bulan yang memancarkan sinar terang di atas sana.
Raga menyadari, sesuatu yang sudah hancur tidak akan pernah utuh lagi. Raga tahu, seberapa besarpun harapan Raga, semuanya akan kembali pada kalimat sia-sia.
"Bayu, maafkan aku."
Ia menyesali segala yang terjadi. Namun, hanya ini satu-satunya cara agar ia bisa menemui Sandra dan mengatakan segalanya. Sandra temannya yang paling baik di sekolah dulu. Sandra yang adalah kekasihnya dulu. Walau saat itu umurnya masih 7 tahun, ia beruntung bisa bertemu Sandra walaupun hanya bisa berteman beberapa bulan saja, sebab ia sudah ke luar negeri, bahkan pergi tanpa pamit.
"Sandra... aku datang," ucapnya lirih. Raga memegang dadanya sesak. Ia menangis tanpa suara.
.
.
.
Seorang wanita paruh baya berdiri di luar balkonya. Ia menatap langit yang penuh dengan bintang.
"Bayu... kamu dimana, Nak? Bunda Rindu...."
Dia Anita, bunda Raga dan Bayu. Anita begitu terpukul saat melihat Bayu menghilang sejak Raga datang. Oleh sebab itu, ia meminta Raga mengembalikan Bayu. Anita tidak peduli dengan Raga yang terluka sebab dituduh olehnya. Yang Anita peduli adalah, dimana anaknya itu berada. Dimana Bayu? Mengapa Bayu menghilang tiba-tiba.
Anita menyesali kejadian waktu itu. Kejadian dia meninggalkan Bayu sehari sebelum Bayu menghilang. Ia menyesal lebih fokus ke pasienya yang ada di luar negeri ketimbang keadaan Bayu yang terlihat terpuruk. Seharusnya ia menanyakan pada Bayu kenapa Bayu terlihat sedih.
Saat ia pulang dari luar negeri, Anita malah tidak bisa menemukan Bayu. Ia malah melihat Raga yang muncul di hadapannya. Anita kecewa, ia kira Bayu hanya pergi sebentar untuk menghindari nya dan akan pulang. Namun, sudah berbulan-bulan, Bayu bahkan tidak pernah lagi menampakan batang hidungnya. Oleh sebab itu, Raga patut dicurigai dalam masalah ini.
"Bayu, kamu dimana?" lirihnya untuk kesekian kali. Anita menangis pelan, air matanya tidak berhenti menetes.
Anita tidak menyadari, jika sikapnya menyakiti anaknya yang lain. Anaknya yang sudah tidak dia anggap ada lagi sejak kejadian waktu itu. Kejadian sebelum salah satu dari si kembar diperlakukan tidak layak.
'Kejadian besar dalam keluarga Dwipaga'
TBC
__ADS_1
Tinggalkan jejak berupa vote, kritik dan saran. Terima kasih. 😜