
..."Gue mohon percaya sama gue... Gue gak akan khianatin Lo kok, kayak mantan Lo yang nama nya Alfa...
...Alfa itu."...
..."Nisha, gue janji. Demi Tuhan gue akan setia sama Lo. Gue gak akan bejat kayak Alfa yang selingkuh dari Lo. Kalo gue selingkuh, jiwa yang ada di dalam tubuh gue akan menyatu dengan jiwa yang gue benci. Dua jiwa dalam satu raga! Itu sumpah gue sama Lo!". Bayu mengucapkan hal itu dengan wajah serius....
...🐾🐾🐾...
Manisha baru saja keluar dari kelasnya yang pengap. Ia bersyukur karena bel istirahat cepat berbunyi sehingga dirinya tak perlu berlama-lama di kelas. Jangan katakan kalau Manisha keterlaluan! Tapi wajar saja, apa kalian mau belajar di kelas yang selalu kejatuhan hujan lokal setiap kali guru matematika itu mengajar? Tidak kan!
"Eh, Nish. Elo beneran tadi pagi ke rumah Bayu?"
Lea bertanya sembari memperbaiki letak poni nya yang berantakan. Mendengar pertanyaan Lea, Sia juga ikut menoleh ke arah Nisha. Seolah-olah ia juga butuh jawaban akan rasa penasaran yang ada di kepalanya.
Uhuk! Uhuk! Nisha keselek air minumnya sendiri saat mendengar pertanyaan Lea. Hidungnya terasa perih sekali. Sia dan Lea yang terkejut melihat Nisha tersedak, sontak menepuk-nepuk pundaknya.
"Aduh... Makanya minum itu pelan-pelan. Minum kok sambil berdiri" gerutu Sia masih tetap menepuk pundak Nisha.
Puk!
"Lo sih, nanya nya yang begituan, gimana gue gak batuk coba!" Manisha memukul tangan Lea pelan. Lea hanya memasang wajah tak berdosa seraya menahan tawa.
"Ya habisnya tadi Bayu ngomong kek gitu, gue kan cuman mastiin aja, bener atau enggak. Sorry." Lea menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
'Huh! Ini semua gara-gara Bayu!' Gerutu Manisha dalam hati.
"Eh, kalian berdua denger ya! Bebeb-bebeb gue yang bahenol plus pinter. Gue tuh gak ada hubungan apa-apa sama curut tengik kayak dia. Dia aja yang gangguan jiwa. Makanya ngomong kek gitu tadi di depan guru" jelas Manisha sembari menghela nafas kesal, lantaran teringat kejadian tadi pagi sewaktu jam Bu Leni.
"Wkwkwk iya iya. Gue percaya kok. Gak mungkin Lo naksir sama dia sekarang" Lea mencubit pipi Manisha kencang, menyebabkan Manisha meringis sakit. Manisha langsung menepis tangan Lea dari wajahnya.
Mereka bertiga kembali berjalan lagi ke arah kantin. Namun suara 'Sia' yang mengatakan hal menyebalkan membuat jalan mereka kembali terhenti.
"Berarti ada kemungkinan Manisha bakal suka sama Bayu besok atau lusa wkwkwkw"
Krik-krik!
Tiba-tiba suasana hening di sekitar mereka. Hanya suara tawa garing Sia yang terdengar.
"Gue bener 'kan? Tadi Lo bilang kalo Nisha gak mungkin suka sama Bayu SEKARANG! berarti Manisha sukanya pasti besok atau lusa, ya?"
Manisha menggigit bibir bawahnya pelan, lalu menepuk-nepuk kepala Sia lembut dengan tangan kananya. Sebelum akhirnya berteriak nyaring --
"SIA ******!"
.
.
.
Manisha meletakan air minum nya yang berisi potongan tipis Jeruk nipis itu di atas meja pojok kantin. Kemudian berdiri dan menoleh ke arah teman-temanya yang sudah duduk anteng.
"Mau pesan apa Lo berdua?" Tanya Nisha.
__ADS_1
"Gue mi pecel sama es sirup aja" Manisha mengangguk.
"Kalo Lo, Si?"
"Emm... Gue Nasgor udang sama es teh aja"
Setelah mendengar pesanan teman-temanya, ia langsung bergegas menuju bibi kantin.
"Bi, pesen nasgor,mi pecel, lontong, es teh, es sirup dan es jeruk. Masing-masing satu aja. Antar ke meja di sudut itu ya, Bi." Nisha menunjuk meja yang diduduki kedua temanya ke bibi kantin. Bibi kantin pun mengangguk paham.
"Eh guys, gue mau cerita!"
Nisha langsung berbicara seperti itu setelah mendudukkan dirinya di kursi dekat Lea. Teman-temanya yang penasaran pun langsung menoleh ke arahnya.
"Cerita apa?" Tanya Lea penasaran.
"Jadi guys, kalian kan pernah gue ceritain tentang no asing yang terus-terusan SMS gue dengan kata-kata romantisnya. Ternyata nih guys, orang itu adalah ..." Nisha menggantungkan kalimatnya, sebelum kembali berujar, "Bayu Alvano Dwipaga" kali ini dengan suara lebih kecil.
"What! Seriusan Lo? Gak halu kan?" Sia dan Lea shok dengan penjelasan Manisha. Nisha menghela nafas pelan, lalu menggelengkan kepalanya. Untuk menegaskan kepada kedua temanya bahwa dia sedang tidak berhalusinasi.
"Terus-terus? Lo dari mana tau kalo itu dia?" Sia mulai memincingkan matanya.
Manisha pun menjelaskan tentang kejadian waktu itu, sewaktu Bayu menawari pulang bareng. Setelah mendengarkan penjelasan Manisha, Sia menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Lo keterlaluan banget sama dia" tutur Sia menggelengkan kepalanya, diikuti Lea yang ikut setuju dengan ucapan Sia. Menurut nya Manisha memang keterlaluan.
Manisha menggigit bibir atasnya. "Terus gue harus gimana?"
Manisha hanya menghela nafasnya pelan, teman-temanya benar, ia harus minta maaf. Manisha pun bertekad akan meminta maaf nanti, sewaktu pulang sekolah.
"Ini Non, pesanannya."
Suara bibi kantin membuyarkan lamunan Manisha. Ia pun memutuskan untuk makan. Setelah sebelumnya mengucapakan terima kasih ke Bi Sum.
.
.
.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak dua belas menit yang lalu. Namun sosok yang ditunggu Manisha belum juga menampakkan batang hidungnya. Sia dan Lea sudah pulang sejak tadi. Hanya Manisha saja yang rela bertengger di pinggir gerbang menunggu seseorang.
Manisha menyeka keringat yang menetes di wajah cantiknya. Matanya langsung berbinar saat tak sengaja melihat ke parkiran dan orang yang ditunggunya ada disana. Tanpa ba-bi-bu lagi, Manisha langsung berlari ke parkiran.
"Bayu!"
Orang yang dipanggil menoleh, kemudian dahi nya mengernyit saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Manisha.." katanya pelan. Merasa senang sekaligus heran dengan gadis yang ada di hadapannya. "ada apa?" Tanya nya kemudian.
"Gue ... Gue ...emm.." Manisha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia merasa gugup. Bayu yang melihat gelagat aneh Manisha langsung menarik Nisha ke bawah pohon Cemara di depan kantor pos sekolah. Lagipula cuaca hari ini lumayan Hot, jadi mereka butuh berteduh.
"Kenapa?" Bayu kembali bertanya.
__ADS_1
Manisha mengehela nafasnya kasar. "Gue mau bilang minta maaf sama Lo karena perlakuan gue selama ini. Gue sadar kalo gue keterlaluan." Akhirnya Manisha berhasil mengeluarkan kata-katanya.
Bayu membatu sesaat. Merasa bingung sekaligus aneh dengan kelakuan Manisha yang tak seperti biasa!
"Lo... Sakit?" Tanya Bayu sembari meletakkan tangannya ke kepala Manisha.
Manisha melongo. Apa maksud laki-laki dihadapannya ini? Dia kira Manisha sakit? WTF!
"Gue gak sakit. Gue. Serius!" Cecar Manisha sembari menyingkirkan tangan yang menyentuh dahinya. Tak lupa penekanan pada kalimatnya bahwa ia serius ingin meminta maaf.
Bayu terkekeh, kemudian terlintas ide di kepalanya.
"Gue bakal maafin Lo!"
Mata Manisha berbinar senang.
"Tapi ada syaratnya."
Raut wajah Manisha sontak berubah datar. "Apa syaratnya?" Katanya kemudian .
"Lo ... Harus jadi pacar gue." Bayu manaikturunkan alisnya.
Manisha yang mendengar syarat yang ditujukan oleh Bayu terkejut. Ia langsung memasang wajah jengkel layar biasa. "Ogah!"
Sungguh demi apapun, Manisha lebih baik tidak dimaafkan dari pada harus menjadi pacar Bayu, Manisha memutuskan pergi dari sana.
Grep!
Sesuatu menahan tanganya. Disusul sebuah suara lirih. Itu suara Bayu.
"Pliss..."
Manisha berbalik. "Sori, gue gak bisa!" Tuturnya judes, lalu berniat untuk pergi. Tapi kembali di tahan oleh Bayu.
"Mau Lo apa sih!" Manisha mulai jengkel.
"Lo jadi pacar gue! Apa susahnya sih?" Bayu mengatakan kalimat itu dengan nada memohon.
Huft!
Manisha benci berada di situasi ini. "Apa untungnya gue jadi pacar Lo?"
Bayu terkejut ditanyai pertanyaan seperti itu oleh Manisha. Yang benar saja! Tapi bukan Bayu namanya jika menyerah sekarang!
"Gue bakal jadi orang paling setia di hidup Lo, gue gak bakal selingkuh! Sumpah demi apapun Lo cuman dihidup gue! Gak ada gadis lainya. Cuman ada aku dan kamu. Bukan aku dan mereka." Bayu menjelaskan betapa besar rasa sayangnya akan Manisha. Tapi Manisha belum sepenuhnya percaya.
"Sekarang Lo bisa ngucapin gitu, tapi besok ... Perkataan Lo cuman jadi sampahnya dari Bulshit!" Manisha tersenyum getir. Cukup sudah! Ia benci jika harus kembali mengenal cinta. Cukup sekali saja dia terluka karena orang yang disayanginya setulus hati selingkuh.
"Nisha, gue janji. Demi Tuhan gue akan setia sama Lo. Gue gak akan bejat kayak Alfa yang selingkuh dari Lo. Kalo gue selingkuh, jiwa yang ada di dalam tubuh gue akan menyatu dengan jiwa yang gue benci. Dua jiwa dalam satu raga! Itu sumpah gue sama Lo!". Bayu mengucapkan hal itu dengan wajah serius.
Manisha terkejut mendengar sumpah Bayu. Tanpa sadar, kepalanya mengangguk. Bayu yang senang, langsung menarik Manisha ke dekapanya. Dia bahagia sekali!
+TBC
__ADS_1