Dua Ti Saraga

Dua Ti Saraga
Part 4.1 Baru Juga Seumur Jagung (II)


__ADS_3

...'Salsa, lu sayang sama gue kan? Kalo kejadian waktu itu pas gue nembak Lo cuman becanda gimana?'...


...-Bayu Alvano Dwipaga-...


...🌺🌺🌺...


Sia dan Lea masih duduk dengan wajah cengo. Mereka masih tidak percaya dengan apa yang diceritakan Manisha. Sumpah demi ayam jantan bertelur mereka sungguh tidak menyangka!


"Lo... Serius, 'kan?" Sia memincingkan matanya. Menatap menyelidik ke arah Manisha yang sedang memperbaiki letak poni nya. Manisha memutar bola matanya malas.


"Serius lah, ngapain gue bohong sama kalian" jelas Manisha mendengus.


"Terus kok mau-mau aja? Bukanya Lo gak suka dia, ya?" Lea bersuara.


Manisha terdiam.


"Iya sih, tapi gue pengen ngasih kesempatan aja sama dia, gak ada salahnya juga, 'kan?" Manisha menaikkan sebelah alisnya.


Lea mengangkat bahunya tak acuh, kemudian mengangguk. Toh, yang dikatakan Manisha ada benarnya juga. Lea juga sedikit merasa kasihan dengan Bayu karena gencar sekali mengajar Manisha yang hatinya seperti es. Setidaknya, dengan Manisha memberi kesempatan dan mencoba mencintai Bayu, itu hal yang baik.


Kringg! Kring! Kring!


Tiga gadis itu saling bertatapan, kemudian tersenyum manis. Siapa yang tidak bahagia jika jam istirahat sudah datang!


"Eh, lu berdua duluan aja, ya? Gue mau ke toilet dulu, kebelet" Manisha beranjak duluan dari duduknya, kemudian meninggalkan  dua sahabatnya yang hanya mengangguk.


Manisha terus berjalan menyusuri lorong ke area belakang sekolah, sebab toilet nya ada disana. Manisha sebenarnya merasa heran, kenapa SMA yang famous di kalangan masyarakat ini enggan sekali memindahkan lokasi toilet yang menurut Manisha terlalu jauh dari area inti sekolah.


Langkah Manisha terhenti saat melihat siluet dua orang manusia yang dikenalinya berada di ujung lorong sebelum berbelok ke kiri, tempat toilet berada. Manisha memincingkan matanya.


"Mereka ngapain, ya?" Gumam Manisha penasaran.


Manisha memutuskan berjalan mendekat ke tempat  dua insan itu berdiri. Setelah dirasa cukup, ia berhenti. Tepatnya bersembunyi di balik tiang bangunan Lab Kimia.


"Sal, kamu serius dengan jawaban kamu tadi malam?" Tanya seorang cowok yang dikenalinya dengan suara pelan. Manisha tidak tuli, dia mendengar semuanya dengan jelas. Ia menjadi penasaran apa maksud dua orang yang sedang berbicara di hadapannya ini.


Terlihat cewe yang di ajak bicara itu memutar bola matanya. "Serius, lah!"


Jawaban si cewe semakin membuat Manisha penasaran lebih dalam. Sebenarnya apa yang dibicarakan!


"Kalo misalnya yang aku ungkapin kemarin itu ... Becanda gimana?" Cowok itu kembali bersuara.


Manisha melihat si cewe mengerjab-ngerjabkan matanya, tak lama kemudian ia melihat mata cewek tersebut mulai berair.


"Maksud kamu?" Ucap cewek tersebut dengan suara parau. "Pokoknya aku tetap mau kita pacaran. Toh, kamu juga udah nembak aku, 'kan? Aku tau kok kamu serius waktu itu."


Deg!

__ADS_1


Menisha memegang dadanya sesak. Ia tak menyangka atas apa yang baru di dengarnya. Bayu menembak Salsa? Yang benar saja!


Manisha mulai meneteskan air matanya saat mendengar Bayu mengatakan hal yang mampu membuat hati nya semakin sakit.


"Iya, itu dulu. Tapi--"  ucapan Bayu terpotong saat mendengar derap kaki seorang gadis yang dikenalnya  berlari menjauh. Mata Bayu terbelalak.


"Manisha!" Teriaknya namun tak digubris gadis nya. Bayu mengacak rambutnya frustasi. Kemudian berlari menyusul Manisha yang Bayu duga pasti gadis itu kecewa padanya.


Saat ini yang Bayu takutkan dari marahnya Manisha adalah gadis itu akan mengakhiri hubungan mereka yang masih seumur jagung!


Tidak! Bayu tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi! Tidak akan pernah!


Drap-drap-drap... Manisha terus saja berlari sambil sesekali mengusap air matanya yang turun. Ia tidak menyangka bahwa Bayu tega melakukan hal seperti ini padanya. Apalagi dengan sepupu nya sendiri, Salsa!


Manisha tidak mau berhenti walaupun Bayu terus saja mengejar dan memanggil namanya di belakang sana. Ia terlalu kecewa!


Padahal Manisha sudah mencoba membuka hatinya untuk Bayu, memberi kesempatan pada pria itu untuk singgah di hatinya! Namun ternyata ini balasan pria itu, tak tahu di untung! Maki Manisha dalam hati.


Grep!


Tubuh Manisha terhuyung kebelakang saat seseorang tiba-tiba memengang tanganya dan memeluknya. Bayu terus saja merengkuh Manisha dengan erat, seolah jika ia melonggarkan pelukan nya itu sebentar, maka Manisha akan hilang!


"LEPAS!" Manisha memberontak. Namun bukanya melepas, pelukan Bayu semakin mengerat.


"LEPASIN! SIALAN!"


"GUE BENCI SAMA LO!"


"LEPASIN GUE! HIKS-HIKS-HIKS!"


Tangisan Manisha semakin menjadi-jadi. Ia juga terus memukulkan dada Bayu dengan tangan kananya. Bayu hanya diam Manisha melakukan hal itu pada tubuhnya, dia tahu kalau disini dia yang salah.


Bayu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Takut jika ada guru atau murid Dwiyana Muda Bangsa melihat mereka. Bukan apa-apa, dia hanya ngeri jika nanti mereka bisa di masukan ruangan BK. Walaupun saat ini mereka berada di tempat sepi, tepatnya di dekat gudang belakang sekolah.


Bayu melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti kenapa sekolah sepi. Rupanya jam istirahat masih berlangsung!


"Udah-udah, maafin aku ya, itu semua gak seperti yang kamu kira" Bayu mengusap-usap rambut Manisha yang wangi bubble gum.


"Aku gak ada apa-apa sama dia kok"


"Dia cuman temen aku aja, serius!"


Bayu mencoba menjelaskan pada Manisha jika apa yang di dengarnya tadi adalah salah. Padahal yang di dengar Manisha memang keadaan Yang sebenarnya!


Mendengar Bayu yang mencoba mengelak dari kenyataan, Manisha langsung menatapnya tajam. Bayu meneguk ludahnya susah payah.


"Lo kira gue percaya gitu? Gue denger semuanya, ya! Enggak mungkin itu bohong!" Gertak Manisha yang membuat Bayu terkejut.

__ADS_1


"Gue benci sama Lo tau gak!" Manisha mengepalkan tangannya erat. Rasanya dia ingin menonjok pria yang ada dihadapannya ini.


"Pergi Lo!" Usir Manisha geram. Masih dengan mata tajamnya.


"Tapi--" ucapan Bayu langsung terhenti saat Manisha kembali berteriak menyuruhnya untuk pergi.


Bayu menghela nafasnya kesal, lalu memutuskan untuk pergi dari sana. Ia akan mencoba menjelaskan lagi pada Manisha besok pagi.


Manisha terus menatap punggung Bayu yang semakin jauh dari pandanganya, kemudian hilang di persimpangan lorong menuju lapangan basket.


Manisha menghela nafasnya kasar. Dia juga pergi dari sana, namun dengan arah yang berbeda. Dia memilih melewati lorong perpustakan, walaupun sedikit jauh dari kelasnya.


Di tengah jalan, Manisha masih sempat-sempatnya mengumpat.


"Cowok gak tau diri!"


"Biadab!"


"Brengsek"


.


.


.


Sementara di sisi lain, seorang gadis memperhatikan apa saja yang terjadi di antara Bayu dan Manisha.


"Ternyata cewek yang Lo suka itu Manisha. Huh! Cewek bar-bar gitu kok!"


Ya, gadis itu adalah Salsa. Salsa pun meninggalkan tempat persembunyiannya ketika menguping.


Ia berjalan sembari melompat-lompat bahagia. Seolah ia tidak salah apa-apa atas apa yang terjadi. Toh, bukankan keributan mereka disebabkan oleh Bayu? Siapa suruh bermain-main dengan Salsa, yang notabenenya adalah sahabatnya.


"Bayu ******" maki Salsa sambil terkekeh pelan.


.


.


.


TBC+


Btw, nama Bayu aku ganti ya, karena nama aslinya itu seharusnya memang Bayu Alvano Dwipaga, kemaren itu aku lupa ubah pas di post.


Tinggalkan jejak ya guys 😊🦋

__ADS_1


__ADS_2