Dua Ti Saraga

Dua Ti Saraga
Part 3.2 Baru Juga Seumur Jagung


__ADS_3

...''Setidaknya, dengar Lo nembak gue sambil sumpah, bikin gue percaya sama Lo!''...


...🕸️🕸️🕸️...


Motor ninja milik Bayu berhenti di pekarangan rumah Manisha. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 20:03 malam. Setelah kejadian Bayu menembak Manisha dengan sumpah tadi sore, mereka memutuskan untuk jalan-jalan. Hitung-hitung merayakan hari jadian!


Manisha sudah mulai membuka hatinya untuk Bayu. Ia kini tahu, bahwa Bayu yang selama ini dikenal dengan sosok yang menyebalkan atau sering membuat jengkel, nyatanya tak seperti itu. Semuanya terlihat saat mereka tadi jalan-jalan di pasar malam. Bayu orangnya menyenangkan! Itu yang ada dipikiran Manisha saat ini.


"Sekarang kamu masuk, mandi terus tidur, ya?" Bayu tersenyum, lalu mengacak-acak rambut Manisha. Manisha ikut tersenyum lalu mengacak balik rambut Bayu.


"Kamu juga" Bayu menyipitkan mata kanan seraya terkekeh saat Manisha mengacak rambutnya.


Aksi romantis mereka selesai saat Bayu menyuruh Manisha masuk ke rumah dengan ekor matanya. Manisha pun masuk dengan wajah bersemu. Sementara Bayu senyum-senyum gemetar di motornya, menahan dirinya agar tak berteriak sekarang. Sangking bahagianya.


Bayu langsung menghidupkan motornya dan pergi dari rumah Manisha.


.


.


.


Manisha merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Ia memegang kedua pipinya seraya tersenyum. Pipinya kembali bersemu saat mengingat perlakuan Bayu sewaktu di pasar malam.


"***Udah gak usah gandeng-gandeng dulu!" Manisha menggerutu.


"Kenapa?" Tanya Bayu bingung. Satu alisnya terangkat, mempertanyakan maksud Manisha.


"Kita emang pacaran, tapi gue belum ada rasa sama Lo . Bisa gak? Kita jalanin hubungan ini seperti temen biasa aja?" Manisha memutar bola matanya malas. Bayu terkekeh.


"Enggak! Kita harus jalanin hubungan layaknya orang pacaran. Oh ya! Jangan pernah manggil aku dengan sebutan 'lo' lagi. Paham?" Bayu menatap intens Manisha sembari menggenggam jemari lentik Nisha.


Nisha mengerjab, ia tenggelam ke dalam bola mata abu-abu milik Bayu. Tanpa sadar, Manisha mengangguk.


"Dan satu lagi, kami gak boleh dekat dengan siapapun. Kalo mau pergi ke mana-mana harus kabarin aku" Tambah Bayu yang langsung membuat Manisha sadar dari kekagumannya dan berdecak kesal.

__ADS_1


"Kita kayak suami istri tau gak! Masak gue mau pergi aja harus izin dulu sama Lo. Izin sama mama gue aja jarang," bantah Manisha.


"Eittts! Sayang... Kamu gak boleh manggil aku dengan sebutan 'lo' paham kan? Dan aku gak suka dibantah!" Tegur Bayu karena Manisha salah menyebut panggilannya.


Manisha berdecak, ia mengacak-acak rambutnya frustasi. Manisha kembali menoleh ke arah Bayu.


"Bayu yang ganteng nya kebawah, oke aku bakal manggil kamu dengan sebutan 'kamu' bukan 'lo' lagi. Tapi ... Bisa gak Lo jelasin sama gue, apa untungnya gue manggil Lo gitu" tutur Manisha kesal.


Bayu tersenyum manis, sebelum akhirnya kata-katanya membuat Manisha langsung terdiam dengan wajah bersemu.


"Karena aku mau semua orang tau, kalo kita ada hubungan. Aku bangga punya kamu di hidup aku. Dan satu hal lagi, aku gak suka kalo ada cowok lain yang bakal ganggu kamu nantinya***."


Manisha terkikik sembari menggigit bibirnya. Ia masih merasa deg-degan mengingat kejadian itu.


"Aaaaa lama-lama gue bisa jadi gak waras!"


"Duh... Besok sekolah lagi, jumpa Bayu lagi! Gimana ya! Aaaa.."


"AKU MALU!" tiba-tiba Manisha berteriak lantang yang langsung dihadiahi suara toa mama dan papa nya dari kamar sebelah. Manisha sedikit terkejut sebenarnya. Tidak biasanya orangtua nya sudah pulang kerja. Biasanya jam 1 pagi orangtuanya baru pulang.


Manisha meringis. Ia tertawa pelan, ide jahil terlintas di kepalanya.


"ORANGTUANYA AJA GILA, GIMANA ANAKNYA!" Manisha kembali terkikik setelah berteriak, namun langsung bungkam saat mendengar papa nya meneriakkan namanya kembali.


"MANISHA! UANG JAJAN KAMU PAPA POTONG!"


Mata Manisha melotot, ia menyesal karena jahil malam-malam begini. Habislah dia, jika uang jajan nya dipotong.


"******! Nyesel gue teriak, ish!"


Manisha pun memilih menutup matanya. Ia hanya berharap, bahwa ucapan papa nya malam ini bercanda.


.


.

__ADS_1


.


Jika saat ini Manisha sudah tidur, maka berbeda dengan Bayu yang masih memikirkan betapa cantiknya Manisha saat tersenyum padanya.


Bayu benar-benar tidak menyangka jika Manisha bisa menjadi pacarnya. Hanya karena sumpah main-main yang diucapkanya saat menembak Manisha, gadis itu langsung percaya. Padahal Bayu hanya becanda mengenai sumpahnya. Bayu hanya bertekad bahwa ia mampu untuk meluluhkan Manisha. Dan ternyata benar, Manisha luluh.


Tapi, tentang perasaan Bayu yang menyukai Manisha, itu sepenuhnya benar. Bayu tidak main-main mengenai hal itu. Sejak awal Manisha menginjakkan kakinya sebagai murid baru di SMA Dwiyana Muda Bangsa, Manisha sudah mampu membuat hati Bayu yang beku, mencair.


"Akhirnya Lo jadi pacar gue" Bayu tersenyum hangat. Tak ada lagi yang lebih membahagiakan kecuali berhasil jadian dengan gebetan yang diidam-idamkan sejak lama.


Ting!


Bunyi notifikasi hp membuyarkan lamunan Bayu, Bayu mengambil benda pipih itu. Membuka pesan baru yang baru masuk ke nomor nya.


From : Salsa


Aku terima kamu jadi pacar aku, Bayu.


Saat itulah guntur saling bersahutan bersamaan dengan Bayu yang membelalakkan kedua matanya. Ia baru ingat satu hal, dua hari yang lalu sebelum Manisha membuat Bayu sakit hati dengan kata-katanya, Bayu pernah menembak sahabatnya sendiri untuk menjadi pacarnya. Bayu berharap jika ia jadian dengan Salsa, Bayu bisa melupakan Manisha. Namun Salsa menolak dan meminta waktu, karena bagaimanapun Bayu adalah sahabatnya. Dan sekarang, Salsa kembali dan siap menjadi pacarnya.


Bayu menggerutu panik, bagaimanapun Salsha dan Manisha satu sekolah. Bayu tidak mungkin meninggalkan Salsha, karena Salsha adalah sahabatnya. Namun Manisha tidak mungkin juga ia tinggalkan, karena Manisha adalah impianya! Jadi Bayu harus apa?


Baru kali ini ia menyesal karena sudah salah mengambil sikap dengan menembak Salsa, yang mana adalah sahabatnya sendiri demi melupakan Manisha. Dan baru kali ini juga Bayu merasa takut dengan sumpah main-mainya. Bagaimana jika sumpah itu menjadi nyata?


"Argh! Sial!"


Saat itulah Bayu melompat-lompat di kasurnya seperti orang tidak waras seraya berteriak 'sial' berulang-ulang.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2