
Kini Aldo dan Elif telah sampai di rumah besar milik Aldo . saat mereka hendak masuk ke dalam rumah mereka tidak melihat keberadaan Ifan saat itu .
" Ifan di mana bi ? " tanya Aldo pada pembantu dan pengasuh nya
" Ada di kamar tuan , sejak tadi Den Ifan tidak mau keluar dan kamar nya juga di kunci dari dalam " ucap pengasuh dengan nada khawatir
" kenapa kailan diam saja kenapa tidak ada yang memberitahu saya " ucap Aldo kesal lalu berlari ke atas menuju kamar Ifan di ikuti oleh Elif dan sang suster
" Ifan sayang , keluar nak ini Papah " teriak Aldo khawatir di depan pintu kamar Ifan
" Ifan gak mau keluar Pah , Ifan sebel sama Papah " teriak nya sambil menangis di dalam kamarnya
" Ifan sebel kenapa sayang sama papah , buka dulu pintu nya kita bicarakan ya " bujuk Aldo dengan suara lembut
Elif hanya melihat Aldo yang mengetuk pintu kamar Ifan dengan wajah khawatir membuat Elif bingung harus berbuat apa , jadi Elif memilih untuk diam saja karna tidak tau masalah apa yang telah terjadi oleh ayah dan anak tersebut.
" Ifan sebel sama Papah , Papah ngelarang Ifan terus buat hubungin Tante cantik " teriak nya dari dalam dengan suara sesegukkan nya
Aldo yang mendengar penjelasan anak nya pun langsung tersenyum melihat ke arah Elif hingga membuat Elif melihat ke arah Aldo dengan tatapan heran , Elif merasa heran kenapa Aldo melarang Ifan untuk tidak menghubungi nya.
" maaf ya Elif , bukan maksud saya ngelarang Ifan untuk menghubungi kamu , karena saya tau hari ini kamu pertama kerja dan pastinya kamu sibukkan " ucap Aldo santai menjelaskan pada Elif agar Elif tidak berfikir yang tidak-tidak , Elif pun hanya tersenyum paham mendengar penjelasan Aldo
" Sayang , jangan gitu dong nak nih lihat Papah bawa siapa buat Ifan , buka dulu dong sayang pintu nya " pinta Aldo melanjutkan untuk terus membujuk Ifan
tapi Ifan tak kunjung membuka pintu nya hingga membuat Elif khawatir dan langsung memanggil Ifan dari luar
" Ifan sayang keluar dong " panggil Elif dari luar , Ifan yang mendengar suara Elif pun langsung membuka pintu tersebut
" Tante cantik... " teriak nya sambil memeluk kaki Elif
" iya sayang , Ifan kenapa ko kaya gitu , bikin Tante sedih aja " tanya Elif dengan muka sedih seraya berjongkok agar sejajar dengan Ifan
" Ifan sebel sama Papah Tante " jawab Ifan sambil menundukkan kepalanya
seperti seorang anak yang tengah di marahin oleh ibunya
" sayang gak boleh gitu , tuh liat papah khawatir banget loh sama Ifan " jelas Elif membuat ifan melihat ke arah Aldo
__ADS_1
Ifan pun langsung minta di gendong oleh sang ayah dengan melebarkan tangan nya dan Aldo yang melihat anak nya pun langsung paham dan langsung menggendong sang anak ke dalam pelukannya
" Pah maafin Ifan ya " ucap Ifan dengan wajah sedih
" iya sayang , jangan pernah ulangi lagi ya papa khawatir " pinta Aldo dengan suara lembut
" iya pah " ucap nya patuh sambil memeluk sang ayah
Elif yang melihat pemandangan ayah dan anak tersebut pun ikut tersenyum bahagia , dua orang itu yang sudah membuat hati nya gundah gulana sampai saat ini , ia merasa seperti mempunyai sebuah keluarga pikir nya .
" Udah yuk kita makan , kasian Tante Elif nya pasti udah laper " ajak Aldo
lalu mereka bertiga pun turun menuju lantai bawah saat melewati tangga Bibi yang melihatnya dari bawah pun ikut tersenyum lembut , saat itu beliau seperti melihat keluarga majikan nya kembali utuh .
" Makan siang sudah siap Tuan " ucap Bibi saat melihat mereka bertiga sampai di bawah
" iya Bi terimakasih " jawab Aldo , Elif pun tersenyum pada Bibi
kini mereka bertiga pun makan seperti layaknya keluarga , setelah selesai makan Elif dan Ifan berada di ruang tamu sedangkan Aldo berada di kamar nya untuk mengambil laptop dan kembali ke ruang tamu tempat Ifan dan Elif berada.
Aldo menduduki kursi lain di samping Elif dan Ifan , ia melihat ke arah laptop nya meskipun Aldo tidak kembali ke kantor ia masih bisa bekerja di rumahnya sesekali Aldo melihat ke arah Elif dan Ifan yang sedang bercanda hingga tanpa sadar Aldo pun tersenyum senang melihat kearah mereka . saat itu sudah cukup siang dan waktu nya Ifan untuk tidur siang seorang pengasuh Ifan pun datang.
" Tante Ifan bobo dulu ya " ucap nya pamit pada Elif karna memeng mata Ifan sudah terlihat sayu
" iya sayang , bobo yang nyenyak ya kesayangan Tante " balas Elif sambil mencium kening dan pipi kanan kiri Ifan
Aldo yang melihat nya merasa sangat iri tapi di sisi lain ia merasa sangat bahagia
" coba gua yang di cium gitu huhf , pengen jadi anak kecil aja rasa nya " ucap Aldo dalam hati tapi bibirnya tetap tersenyum
" Pah ifan bobo ya " pamit ifan pada sang ayah
" iya sayang , sini peluk papah dulu " ucap Aldo melebarkan tangannya
Ifan pun menghampiri Aldo lalu memeluk sang ayah , Aldo pun mencium kening dan pipi kanan kiri nya Ifan
" gak apa-apa , biar ga dapet ciumam nya langsung , bekas tempelan bibir nya juga boleh " ucap Aldo dalam hati 😂
__ADS_1
setelah Ifan tertidur Aldo dan Elif pun pergi menemui Pak Burhan di restoran yang sudah di janjikan , mereka melakukan pertemuan hanya untuk menanda tangani kontrak kerja untuk pembangunan resort di luar kota yang sudah di sepakati sebelum nya.
Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah kembali ke kantornya , Elif dan Aldo pun kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing yang sudah tertunda sejak tadi .
DIRUANGAN ALDO..
Aldo sedang duduk di bangku kekaisaran nya sambil memegang bibir lembutnya tanpa sadar ia pun tersenyum .
" Ya Tuhan , ko berasa kaya abis cium bibir Elif ya " ucap nya sambil terkekeh kecil
" kalo dia abis cium Ifan aku bisa ambil dari Ifan , anggap aja ciuman secara tidak langsung "
saat sedang asik membayangkan ciuman Elif tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Aldo.
Tok..... tok... tok
" masuk "
" permisi Pak " ucap Merry sopan
" ada apa Merry "
" tadi saat bapak pergi meeting kira-kira jam 1 Non Friska datang " ucap nya pelan
" saya sudah bilang apa yang bapak pesan tadi , tapi dia bilang kata nya mau menemui bapak secara langsung " ucap Merry menjelaskan
" ya sudah tidak apa-apa , biar dia nanti saya yang urus " ucap aldo paham
" sama saya mau izin pulang pak , mau cek kanduang " ucap Merry lembut
" ya sudah kamu boleh pulang , ada Elif kan yang menggantikan nya " ucap Aldo
" iya pak , terimakasih " ucap Merry sambil berlalu keluar ruangan Aldo
setelah Merry keluar dari ruangan nya Aldo pun langsung memikirkan ucapan Merry tadi tentang Friska.
Friska adalah mantan Aldo namun hubungan mereka sudah berakhir menurut Aldo tapi tidak menurut Friska dan kini Friska tidak terima di putusin oleh Aldo , sedangkan Aldo sudah tau sifat asli Friska mangkan nya Aldo tidak ingin berhubungan lagi dengan wanita tersebut.
__ADS_1
...........