DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
DPH_PART 28


__ADS_3

adegan peluk-pelukkan pun telah usai kini Elif dan Aldo kembali mengerjakan pekerjaannya masing-masing , Aldo sudah terlihat lebih baik berkat Elif ( berkat ciuman Elif maksud nya ) bagi Aldo Elif adalah Obat paling mujarab menurutnya Elif bisa langsung menyembuhkan sakit demam Aldo.


jam pun menunjukan pukul 15:00 , saat itu


Elif sedang sibuk menulis jadwal untuk Aldo besok ia tidak mengambil terlalu banyak jadwal karna melihat kondisi Aldo yang lagi gak enak badan menurut nya .


Saat ini di ruangan Aldo , Aldo sudah menyelesaikan pekerjaannya Aldo pun hendak keluar untuk mengajak Elif pulang ke rumahnya . saat Aldo keluar ruangan , Aldo melihat Elif tengah menelepon sambil mencatat di agenda miliknya , Elif yang melihat Aldo keluar pun langsung melihat kearah wajah Aldo lalu tersenyum tipis Aldo pun membalasnya dengan senyum manis nya , ia hanya terdiam sambil melihat ke arah sang kekasih . tak butuh waktu lama kini Elif sudah mengakhiri panggilan tersebut lalu menatap kearah sang pujaan hatinya.


" Ada apa ? " tanya Elif lembut


" Aku ingin mengajak kamu pulang " ucap Aldo tak kalah lembut


" baiklah , tunggu sebentar ya " ucap Elif sambil membereskan barang-barang miliknya


Setelah selesai membereskan barang-barang nya kini Elif dan Aldo pun berjalan menuju lift , mereka berjalan beriringan namun tiba - tiba tangan aldo merangkul pinggang Elif hingga membuat Elif merasa aga tidak nyaman dan gugup , pasal nya ini masih di dalam kantor Elif juga takut ada karyawan lain nya yang akan melihat dan berpikiran buruk tentang nya pikir Elif.


Lain hal nya dengan Aldo , Aldo malah ingin semua orang tau bahwa Elif adalah milik nya ia merangkul pinggang elif dengan sangat bangga saat itu ,


namun tiba-tiba Elif menghentikan langkahnya hingga membuat aldo ikut menghentikan langkah nya juga .


" Ada apa sayang .. ? , apa ada barang yang tertinggal ? " tanya Aldo bingung karna Elif tiba tiba berhenti


tiba-tiba Elif menurunkan tangan Aldo diri pinggang nya , membuat Aldo mengerutkan kening nya tanda heran dengan sikap Elif saat itu


" Aldo jangan seperti nanti ada yang lihat " ucap Elif sedikit panik

__ADS_1


" memang nya kenapa kalo ada yang lihat , kamukan pacar aku " ucap Aldo heran


" yak tapi aku engga nyaman aldo , aku takut mereka berpikiran buruk " ucap Elif semakin khawatir


Elif takut jika satu kantor tersebut membully nya , ia takut semua orang berpikir bahwa Eliflah yang menggoda aldo , mengincar harta nya lah , atau apalah itu yang ada di benak Elif saat ini .


" Sayang aku gak perduli dengan ucapan mereka tentang kita , Aku bos nya jika ada yang berpikir buruk tentang kamu , aku sendiri yang akan turun tangan " ucap Aldo meyakinkan Elif


Elif hanya terdiam setelah mendengar ucapan aldo , ia tidak menjawab sepatah kata pun .


" Apa aku harus seberani itu aldo ? , aku sudah memilih Aldo saat ini jadi aku harus tanggung semua risiko nya Aku ga peduli jika ada yang berpikiran buruk tentang aku , aku hanya ingin hubungan aku dengan Aldo baik baik saja " ucap Elif dalam hati sambil menguatkan dirinya sendiri


Elif pun melihat kearah Aldo dan langsung mengukirkan senyum.


" Ayo kita pulang , Anak kita sudah menunggu di rumah " Ajak Aldo sambil tersenyum , Elif pun membalas dengan anggukan dan senyuman


benar saja pikiran Elif tadi , saat mereka tiba di lobby kantor banyak para karyawan perempuan saling berbisik - bisik membicarakan nya .


Tapi Elif mencoba untuk tidak menghiraukannya , kini badan Elif sudah bergetar jantung nya pun ikut berdetak tak karuan namun Ia tetap fokus pada jalan nya , Elif berharap agar ia cepat sampai di dalam mobilnya Aldo.


Aldo yang melihat para karyawannya yang tengah berbisik - bisik pun langsung berhenti dan menegur nya di tempat.


" Saya mempekerjakan kalian untuk kerja , bukan untuk bergosip " ucap Aldo tegas


" Apa kailan sudah tidak ingin bekerja di perusahaan ini " sambung nya dengan wajah geram

__ADS_1


para karyawan tersebut pun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya tanda takut ,


karna tidak biasa nya Aldo marah pada karyawan nya .


" Buat kalian semua yang mengganggu Elif dan membuat dia tidak nyaman kalian akan berurusan dengan saya " ucap Aldo menegaskan lalu pergi meninggalkan lobby kantor


para karyawan tersebut tidak ada yang berani menjawab mereka hanya terdiam dan menundukkan kepalanya , kini Aldo merangkul pinggang Elif menuju parkiran mobil lalu mereka meninggal kan kantor tersebut menuju rumahnya , Aldo mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang .


"huhf " hembusan pelan nafas Elif , Aldo pun melihat kerah Elif


" semua baik baik saja sayang " ucap Aldo lembut seraya tangan kirinya mengelus rambut Elif dengan manja ( tangan kanan nya tentu sedang menyetir ya 😂 )


"Aldo itu membuat ku sangat gugup dan takut " ucap Elif lirih


" Elif aku tidak akan memberikan siapa pun mengganggu mu " ucap nya meyakinkan kekasih nya namun Elif hanya melihat ke arah Aldo dan menatap nya sambil tersenyum


" Aldo terimakasih banyak , Aku akan melawan rasa takut ini aku ga akan menghiraukan ucapan dan bisikan dari siapapun " ucap Elif lembut seraya menguat kan diri nya


di balas senyuman bahagia oleh Aldo ,


Lalu Aldo mengelus rambut dan pipi Elif dengan lembut sambil tersenyum


" kita akan berjuang bersama sayang " ucap Aldo tak kalah lembut dengan senyum manis yang membuat Elif semakin bahagia


Elif menyukai sifat Aldo yang lembut , perhatian , lucu , penyayang , itu yang membuat elif jadi melelah oleh Duda yang sudah memikat hati nya tersebut.

__ADS_1


.........


😊😊


__ADS_2