
tiga bulan kemudian ....
Kini amelia sudah sedikit aktif di usia nya yang ke 3 bulan , ia sudah bisa mengoceh walau pun tidak jelas , Amel sangat lucu pipi nya yang gembul , bibir nya yang tipis hudung nya yang aga mancung dan mata nya yg cantik di sertai bulu mata yang aga lentik membuat nya sangat mengemaskan
Kini usia ifan sudah menginjak lima tahun
Ifan sangat senang mempunyai adik , ifan sangat menyayangi adik nya , bahkan ia sering membantu Elif menjaga Amel jika Elif sedang membuat susu atau mengerjakan pekerjaan lain
Ifan sering mengajak adik nya main , tapi tidak untuk di gendongan karna ifan juga belum kuat , paling mereka hanya main di atas karpet dengan main-mainan nya ifan, ifan cukup penurut dan pintar , kadang jika ifan sudah mengeluarkan mainan nya satu ruangan akan berantakan semua
tapi elif tidak pernah marah dan melarang anak sulung nya , Elif menyayangi ifan seperti anak nya sendiri dia tidak membeda-bedakan anak nya
dan Aldo jarang di rumah karna ia harus bekerja , kadang ia juga harus pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan , tapi aldo selalu menyempatkan pulang cepat dan libur di hari weekend agar ia bisa berkumpul bersama keluarga tercinta nya .
--------
Saat itu pukul 16:00
Elif , Ifan dan Amel sedang berkumpul di ruang keluarga aldo saat itu belum pulang dari kantor nya
Elif sedang memperhatikan Ifan dan amel yang sedang bermain sesekali tawa Amel pecah saat Ifan mengajak nya bercanda
Elif tersenyum penuh kebahagiaan melihat kedua anak nya , Amel sangat dekat dengan dua laki-laki yang ada di rumah , ya
meskipun aldo jarang berada di rumah
Elif mendengar suara mesin mobil di luar ia langsung berdiri untuk melihat nya
" sayang kamu udah pulang " tanya nya pada Aldo sambil mengambil jas dan tas suami nya
" Iya sayang aku kangen sama kalian " ucap nya sambil mencium kening sang istri
" Sayang Di mana anak-anak " tanya nya
" Di ruang keluarga , ifan dan Amel sedang bermain " ucap nya sambil berjalan ke dalam
Aldo pergi ke dapur untuk mencuci tangan nya dan berjalan menuju ruang keluarga , Elif sudah berada di sana
" Papah " teriak ifan sambil berlari ke arah papah nya
Aldo pun tersenyum dan menggendong ifan
Amel yang melihat papah nya datang langsung ngoceh ga jelas
" Pa... pa... pa... pa " celoteh nya dari mulut mungil nya
__ADS_1
Elif yang saat itu dekat dengan Amel pun tersenyum mendengar anak nya memanggil sang papah
kini Aldo menurunkan ifan dari gendongan nya , ia duduk di dekat Amel dan elif
" Apa sayang ,,, kangen sama Papah " tanya Aldo dengan wajah lucu nya
Amel hanya tersenyum girang dan menggerakkan tangan nya seolah minta di gendongan juga oleh sang papah
Aldo pun menggendong Amel ke dalam
pelukan nya , kini Aldo dan ifan mengajak nya bercanda hingga tawa Amel pecah kegirangan
elif yang melihat mereka bertiga pun tersenyum bahagia , Elif bahagia mempunyai sebuah keluarga yang lengkap , mertua nya seperti orang tua kandung sendiri , ia tidak pernah merasa kesepian lagi
-------------
Malam hari nya...
Elif sedang berada di kamar ifan , ia sedang memastikan apa anak sulung nya sudah tidur atau belum , setelah melihat ifan sudah tidur elif kembali ke kamar nya
Kini Aldo sudah berada di dalam kamar bersama anak perempuan nya, ia menggendong Amel agar Amel tertidur di pelukan nya , saat ia sedang menimang - nimang anak nya elif detang dan memeluk Aldo dari belakang dengan lembut
" Sayang " panggil elif lembut
"hmmn... kenapa sayang " ucap nya
" Amel juga udah tidur nih " Ucap Aldo sambil menaruh anak nya ke box nya
" Semoga aja Amel ga bangun lagi " ucap Elif berharap , seraya berjalan ke arah ranjang nya
Karna saat mereka ingin melakukan ena-ena Amel malah menangis dan terbangun hingga acara ena-ena pun gagal , karena Aldo harus menenang kan sang anak , di saat sudah tenang Amel malah tidak tidur lagi hingga pukul 02:00
Aldo pun berbalik menghadap sang istri yang saat itu sedang melihat ke arah nya , ia tersenyum tampan melihat Elif
Aldo langsung menghampiri sang istri yang saat itu sedang tersenyum manis
seolah-olah sedang menggoda Aldo
" Sayang " panggil Aldo lembut
" hmmm " Sahut nya sambil tersenyum manis
Aldo langsung mencium bibir elif dengan lembut dan penuh cinta , elip pun juga sama ia membalas ciuman Aldo tak kalah lembut .mereka seperti sedang melepas rindu
" Sayang apa kamu siap " tanya nya setelah selesai dengan aksi ciuman nya
__ADS_1
Elif hanya tersenyum dan mengangguk tanda siap
" Apa jahitan kamu masih sakit " tanya nya karena ia takut akan menyakiti elif
" enggak Sayang ini udah lebih baik , lagian ini udah tiga bulan " ucap nya meyakinkan sang suami
" aku akan melakukan nya dengan pelan , kalo kamu merasa sakit bilang aku ya " ucap nya lembut
elif pun tersenyum tanda mengiyakan , Mereka pun melakukan nya hingga mereka merasa leleh
Elif sungguh bahagia memiliki suami seperti Aldo , ia tidak pernah menyesal telah menikah dengan Aldo
Karna Aldo adalah Si Duda Pemikat Hati nya
------------ THE AND ----------
*Hubungan itu di dasari atas dasar ,ucapan, bukti , kepercayaan , dan setia,
ucapan yang selalu membuat kita yakin
Bukti yang selalu di tepati , bukan janji ya karna janji selalu bisa di ingkari
Kepercayaan yang selalu membuat sebuah hubungan bisa berlanjut dan aman , jika satu hubungan tidak ada kepercayaan maka hubungan tersebut tidak ada rasa nya
dan setia adalah dasar cinta yang besar , subungan yang tidak pernah di kotori dengan pengkhianatan akan terasa nikmat
•
•
•
putriwryt02
**ini anding nya semoga kalian suka ya
terimakasih banyak buat kalian yang selalu mendukung aku dan ngesuport aku
dan jangan lupa baca novel aku yang berjudul
Cinta wanita malam
kalian bisa klik profil aku dan lihat karya apa aja yang aku bikin
Terimakasih banyak
__ADS_1
see you next time***
bye... bye