DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
DPH_PART55


__ADS_3

pagi itu elif sedang duduk di ranjang , sambil memandangi wajah Suami nya


ia membelai dan memandangi setiap sudut wajah Aldo dengan lembut


sejak keluar dari rumah sakit elif di larang keras oleh aldo untuk tidak mengerjakan apa-apa , biasa nya setiap pagi elif selalu membuat sarapan , setelah Aldo Melarang nya kini elif hanya bisa duduk di ranjang nya hingga merasa bosan ,


" Sayang bangun dong " panggil elif


"hemmmm lima menit lagi sayang " sahut nya sambil memeluk pinggang elif


"ihhh... ya udah aku mau ke bawah aja bantuin bibi sama mamih " ucap nya kesal seraya hendak turun dari ranjang


Aldo pun langsung bergerak bangun dan terduduk


" sayang jangan " ucap nya menahan


" kamu mau apa sayang ku " tanya nya lembut


dalam hati elif tersenyum senang melihat aldo sepertibitu


" Ga jadi udah kesel "Jawab nya datar


" Sayang , jangan marah , nih aku udah bangun , kamu mau apa sayang " ucap nya lembut , seraya menenangkan elif agar tidak marah


" Aku mau makan nasi bebek " pinta nya manja


" hemmm... kamu ngidam ya " tanya aldo sambil tersenyum


elif pun mengangguk sambil tersenyum


"ya udah tunggu sebentar ya , biar aku suruh


mang toha beliin " Sambung nya


" Aldo ... aku mau kita yang pergi beli " pinta nya


" Tapi sayang... kamu baru sembuh , kamu masih harus istirahat " ucap nya lembut .


" ya udah , kalo kamu ga mau antar , biar aku sendiri yang pergi " ucap nya kesal sambil berlalu


Aldo merasa aga bingung dengan sifat istrinya sekarang , Elif yang saat ini lebih sensitif , manja dan mudah marah

__ADS_1


" Sayang tunggu " panggil Aldo sambil menahan tangan elif


" Ya udah .. ayo kita beli , tapi aku mandi dulu ya" ucap nya sambil tersenyum dan mengelus lembut pipi istrinya


" mandi lah sayang ,, aku tunggu kamu di bawah " ucap nya senang


Aldo pun tersenyum ke arah elif dan mencium kening nya, lalu masuk kedalaman kamar mandi , elif pun turun ke bawah , saat itu Ratih , fajar dan ifan sudah ada di meja makan


" Sayang ayo sarapan " ajak Ratih


" Enggak mih , elif mau cari nasi bebek sama aldo " ucap nya girang


" wah,, pasti ini ke inginnan cucu oma yah " tanya ratih sambil mengelus perut rata elih


Elif pun hanya tersenyum


" Sayang makan yang banyak ya " ucap elif pada ifan


" iya mah " ucap nya sambil mengunyah makanan nya


" Anak pinter " ucap elif sambil mencium kepala ifan


" boleh dong sayang , habis kan dulu makanan nya " ucap elif


Setelah beberapa menit aldo akhirnya turun , ia sudah sangat tampan dengan pakaian kantor nya


" Sayang kamu mau ke mana " tanya Elif heran


" Aku mau ke kantor sayang , setelah antar kamu cari nasi bebek " ucap nya sambil berjalan menuju elif


Elif terlihat aga kesal , tp aldo masih gak peka kalo istrinya lagi bete


" Sayang ayo " Ajak Aldo lembut


" Aku udah ga pengen " ucap nya kesal sambil berlalu meninggal kan ruang makan dan menuju kamar


" Sayang kamu kenapa " tanya nya aga berteriak karna elif sudah menaiki tangga


Fajar langsung membawa ifan keluar untuk bermain , agar anak itu tidak melihat orang tuanya yang saat ini sedang kesal - kesalan


Aldo yang melihat tingkah Elif merasa sangat bingung . karna ini bukan sifat elif ,

__ADS_1


elif yang ia kenal tidak pernah marah .


Aldo sedang memikirkan apa kesalahan yang telah aldo perbuatan pada istrinya


" Sayang " panggil ratih


" kejar elif " pinta nya


" Mam aldo bingung sama sifat elif " keluh nya


" ini kaya bukan elif yang dulu aldo kenal " ucap nya


Ratih tersenyum melihat anak nya kebingungan


" Sayang Elif sedang hamil , jadi wajar sifat nya berubah-rubah "


" tapi dulu waktu maya ( istri aldo yg alm) mengandung Ifan , dia enggak seperti elif " tanya nya heran


" Sayang setiap orang hamil itu beda - beda ,


ada yang gampang dan ada yang susah "


" Orang hamil itu lebih cenderung cengeng , sensitif , manja dia ingin selalu berada di samping pasangan nya , nah itu yang di rasakan elif saat ini " ucap ratih menjelaskan kepada anak nya


" Sayang ini bukan kemauan elif , melainkan kemauan anak dalam perut elif " jelas nya


Aldo masih terdiam seolah mencerna ucapan ibu nya , Ia mengingat betapa manja nya elif akir-akir ini , betapa sensitif nya dia


" mam Aldo ke atas dulu ya , mau liat elif " pamit nya


di balas senyuman dan anggukan oleh ratih


.


.


.


.


Ada ngga yg hamil nya kaya elif?????

__ADS_1


__ADS_2