DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
DPH_PART 61


__ADS_3

ke esokan hari nya,,,,,,,


kini Elif sudah terbangun iya bergegas ke kamar mandi setelah selesai ia berdandan tipis , lalu membangun suaminya


" Sayang bangun , kata nya mau ke kantor " ucap nya


"hemmmm sebentar lagi sayang ," sahut Aldo masih memejamkan mata nya


" Aku bangunin ifan dulu deh " ucap nya lalu keluar kamar


"heeemmm" balas Aldo singkat


Elif pun memasuki kamar ifan , ia melihat anak nya yang masih tertidur pulas di bawah selimut nya ,


Elif duduk di tepi ranjang sambil memandangi wajah tampan anak nya


" Kesayangan mamah udah gede nih " ucap nya sambil mengelus lembut rambut Ifan


" Mamah akan menjaga kailan , Mamah ga akan biarin kalian terluka " ucap elif masih mengelus rambut ifan


" Sayang bangun yuk , kata nya mau ikut ke kantor papah " ajak nya


" sayang " panggil nya lagi sambil mengelus pipi ifan


ifan yang berasa pipi nya di sentuh pun akhirnya terbangun


" uwaaaaaahhh "


" Mah , apa kita jadi ke kantor Papah " tanya nya sambil mengucek-ngucek mata nya


" jadi dong sayang , ayo siap -siap " ucap elif


" iya mah " ifan pun berjalan ke arah kamar mandi


" enggak mau mamah mandiin " ucap elif menggoda


sejak ifan tau ia akan memiliki adik , ia sudah tidak mau di mandikan oleh elif . ifan mandi sendiri , elif mengajari ifan untuk menyikat gigi nya , keramas dan memberi sabun pada tubuh nya , jadi sampai saat ini ifan sudah terbiasa mandi sendiri


" mamah ifan udah gede , " ucap nya sambil berlari ke kamar mandi


Elif hanya tertawa melihat tingkah anak nya


Kini ifan dan Elif sudah rapi , ifan sudah terlihat sangat tampan dengan kaos dan celana Levi's nya dan elif terlihat formal dan santai dengan mini dres dan bolero nya yang masih terlihat sopan


" Sayang tunggu di meja makan dulu ya , mamah mau panggil papah " ucap elif


" iya mah " sahut nya


ifan pun turut ke bawah , dan elif kembali kekamar nya untuk membangun kan sang suami , saat elif masuk ia sudah meliat Aldo sedang mengancingkan kemeja nya , elif tersenyum lalu mendekat ke arah aldo dan membantu mengancingkan kemeja nya


" Sayang kamu udah siap " tanya aldo


" udah Sayang " ucap nya

__ADS_1


" ifan sudah nungguin kita di bawah " sambung nya


" baik lah , " ucap Aldo sambil tersenyum tampan


" sini aku pasangkan dasi nya " pinta elif


" terimakasih sayang " ucap nya mesra sambil mencium kening elif


Aldo pun sudah siap dengan busana kerja nya , mereka pun turun ke bawah dan memulai sarapan nya , lalu mereka bertiga berangkat menuju kantor


""""""""""" ---------- """""""""""" ---------


tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di kantor , ifan berjalan di depan di ikuti Elit dan Aldo dari belakang , tangan aldo merangkul pinggang elif dengan mesranya


sesampai nya di lobby kantor mereka di sapa oleh para karyawan nya , di balas dengan senyuman oleh Elif dan Aldo


mereka pun memasuki lift dan menuju keruangan aldo ,


di depan ruangan Aldo terlihat Laras sedang berkutat dengan pekerjaan nya , sampai ia tidak melihat bosnya datang


" pagi laras " sapa Aldo dengan santai


Laras pun kaget dan langsung mengangkat wajah nya


" ehhh... pak Aldo , pagi pak " ucap nya sambil tersenyum kagum


aldo pun membalas senyuman biasa pada Laras


dari pertama Laras masuk kerja ,sebenarnya ia sangat mengagumi Bos nya , hanya mengagumi ya bukan suka ,ia kagum karena aldo itu orangnya ramah pada karyawan, dan supel , ia merasa Elif sangat beruntung mendapatkan pria seperti aldo ,


elif yang melihat mereka berdua senyum senyuman langsung bad mood


" ehhhemm " ucap elif seraya menyadarkan mereka


Laras pun langsung menyapa elif


" pagi bu Elif " ucap laras ramah


" Pagi " sahut nya , sambil tersenyum datar menahan cemburu


meskipun elif aga kesal tapi ia masih tersenyum walau pun di paksakan


" sayang ayo masuk " ajak Aldo sambil tersenyum manis ke arah elif


Elif hanya diam , ia tidak membalas senyuman aldo


Aldo aga sedikit heran , melihat muka datar elif ( Aldo memang tidak pernah peka )


elif menuntun ifan masuk ke dalam ruangan sang suami , lalu Aldo berjalan ke arah kursi kerajaan nya yang sudah lama tidak ia duduki , sejak kejadian tadi elif langsung berubah , ia banyak diam , tiba tiba suara ketukan pintu terdengar


Tok... Tok.. Tok


" masuk " ucap Aldo

__ADS_1


ternyata laras , ia membawa kan teh hijau seperti biasa untuk aldo , hanya untuk Aldo ya ,


Laras berniat untuk menanyakan Elif dan ifan mau minum apa setelah membacakan jadwal untuk Aldo , karna Laras tidak tau selera istri dan anak bos nya


Tapi Elif yang melihat nya malah salah paham , ia terheran heran melihat Laras hanya membawa kan minuman untuk suami nya saja


pikiran nya pun mulai bercabang memikir kan hal buruk yang ia lihat , dari senyuman dan tatapan Laras , ia berpikir Laras seperti tidak menganggap Elif Ada


" kenapa hanya untuk Aldo " ucap nya heran dalam hati


" Apa karyawan di sini tidak menanggap ku sebagai istrinya aldo " pikir nya sedih


suara Laras membuyarkan lamunan Elif ,


" bu elif ibu mau minum apa , biar saya buatkan " ucap nya


" ehhh ,, Tidak usah laras, nanti saya bisa ambil sendiri ke pantry " ucap nya masih menahan cemburu


" Saya tidak akan merepotkan kamu " sambung nya


Aldo yang saat itu melihat elif , ia merasa aneh dengan sikap istrinya , tapi ia tidak terlalu di pikirkan


Laras pun pamit dari ruangan Aldo , pikiran nya mulai bingung dengan sikap istri bos nya


sebenarnya Elif ingin sekali bercerita pada Suami nya tentang apa yg elif rasakan saat ini, tapi ia tidak ada keberanian , toh sifat aldo masih wajar wajar saja sama laras pikir nya ,


tapi elif tetap cemburu karna ada wanita lain yang tersenyum dan menatap suami nya dengan pandangan berbeda .


Elif takut kalo Aldo nanti akan meninggalkan nya ,ia takut kalo aldo akan merespon sikap Laras, dan bermain di belakang nya , Elif pun jadi berpikir buruk tentang Suami nya , Rasa takut terus menghantui nya


muka elif langsung terlihat sendu , iya terus menundukkan kepala nya , saat ifan mengajak nya bicara saja ia hanya terdiam , Aldo yang melihat muka Elif yang berubah langsung menghampiri nya


" Sayang kamu kenapa " tanya Aldo lembut


" Aku ga papa " ucap nya biasa sambil mengangkat wajah nya


"kamu mau makan apa biar aku suruh Laras pesenin " tanya nya


" Aku ga mau makan apa apa " ucap nya datar


aldo aga sedikit bingung dengan perubahan sang istri


" hhuuuhfff " aldo membuang nafas pelan


" Sayang sebentar lagi aku ada rapat di ruangan sebelah , kamu sama ifan gapapa kan aku tinggal sebentar di sini dulu " tanya nya lembut pada sang istri


" iya Aldo gak papa aku di sini sama ifan " ucap Elif


sebenarnya Aldo ingin sekali bertanya pada Elif , ada apa dengan perubahan nya, karna Aldo tau betul raut wajah sang istri ,elif yang biasa nya tersenyum saat bicara dengan nya ini malah datar saja , aldo urungkan untuk bertanya karna ada Ifan, ia tidak ingin anak nya salah paham


" Ifan jagain mamah di sini ya sayang " ucap nya


" iya pah " ucap nya polos

__ADS_1


.


.


__ADS_2