
dua bulan kemudian....
saat itu aldo dan elif sedang berada di kamar nya , Aldo sedang mengusap ngusap perut buncit elif
kelahiran elif di prediksikan tinggal menghitung hari saja , tapi dokter bilang bisa mundur atau maju , tapi akhir-akhir ini elif sering merasakan kontraksi palsu
" sayang Apa masih keram " tanya aldo yang khawatir pada elif
" Udah mending sayang ,, terimakasih " ucap nya sambil tersenyum manis
" Sayang kita ke rumah sakit aja yuk " ajak aldo khawatir
Aldo sangat khawatir dengan keadaan elif ,
yang sering merasa keram dan mules
"Aku gpp sayang ini cuma kontraksi palsu aja kata dokter ini wajar ko " ucap elif menenangkan kan sang suami
"baik lah.... tapi klo kmu merasa sakit lagi kita langsung ke rumah sakit ya " ucap nya
"iya Suami ku " ucap nya lembut
" ya udah sekarang kamu tidur ya" suruh Aldo
Elif pun tertidur , aldo yang saat itu sedang mengusap - usap perut elif tun ikut tertidur
--------------
Tiba tiba saat jam menunjuk pukul 23:00
perut elif merasa sangat sakit tidak seperti biasanya
" aaaawww"
" sakitttt"
" Aldooo" panggil nya lirih menahan sakit
"aaaaaaawwwwww"
elif terus mengerang ke sakitan tangan nya mencengkeram keras tangan Aldo
Aldo yang saat itu merasa tangannya di pegang kuat pun langsung terbangun ,
ia melihat elif sedang kesakitan dan berkeringat Dingin
" Sayang " panggil Aldo dengan wajah panik
" Aldo sa--kit " Ucap ny lirih
" Sabar sayang kita kerumah sakit sekarang " ucap nya khawatir
"aaaarrgghh sa--kit al--do " ucap nya lirih
Aldo langsung menggendong tubuh mungil Elif , Aldo terus berteriak membangunkan semua orang yang ada di rumah
__ADS_1
untung nya orang tua Aldo ada di rumah nya saat itu , mereka memang sengaja datang untuk menunggu kelahiran cucu ke dua nya lahir
Ratih yang mendengar teriakan aldo pun terbangun dan menuju keluar kamar
ia sangat terkejut melihat aldo menggendong elif dengan muka panik , Ratih pun masuk lagi untuk membangun kan suaminya
" pihh bangun pihh, elif mau lahiran " ucap nya
Fajar pun langsung tersadar dan ia keluar kamar dengan buru-buru
" pih tolong aldo pih , aldo ga bisa bawa mobil " ucap nya sangat khawatir karna ia melihat air bening keluar membasahi kaki elif
" ayo Aldo biar papih antar " ucap nya sambil berlari mengambil kunci mobil
" mam aldo titip ifan " ucap nya sedikit berteriak karna ia sudah berada di depan pintu keluar menuju mobil
" iya nak nanti mamih nyusul sama ifan " ucap nya
ifan saat itu juga terbangun ia hanya menangis melihat mamah nya mengerang kesakitan .
Aldo pun duduk di kursi belakang sambil menenangkan Elif
Fajar kini sudah mengendarai mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata .
" arrrggghhh sayang sakittt" rintih Elif
" sabar sayang sebentar lagi kita sampai "
" kamu harus bertahan ya , demi anak kita " ucap nya
sebenar nya Aldo merasa sangat takut , ia takut kejadian dulu terulang kembali , kejadian di mana Maya ( istri Aldo yang pertama) meninggal setelah melahirkan ifan ,
akhirnya mereka sampai di Rumah sakit Aldo langsung membawa Elif masuk , dan Fajar memarkir kan mobil nya
kini elif sudah berada di dalam ruang IGD
Aldo menunggu nya dengan sangat cemas sesekali ia mengintip dari jendela pintu
" tuhan aku mohon selamat kan anak dan istri ku , jangan engkau ambil dia lagi dari hidup ku " ucap nya lirih
Fajar pun datang setelah memarkirkan mobil nya
" gimana nak " tanya Fajar
" Elif sedang di tangani di dalam pih " ucap nya
" tenang nak papih yakin Elif pasti kuat " ucap nya menenangkan anak nya
---------
Di dalam ruangan .....
Elif sedang berusaha mengeluarkan anak nya secara normal , karna ia mau merasakan jadi ibu yang sesungguhnya
" eeemmmhhhh......aaahhhhhh "
__ADS_1
" ayo ibu sebentar lagi tarik nafas nya " ucap sang dokter
"arrrrggghhh,,,,,,, Aaammhhhh "
saat di tengah-tengan nafas Elif sudah tidak kuat lagi dan akir nya ia pingsan
dokter pun langsung menyuruh menyiapkan ruang operasi , lalu sang Dokter keluar menemui Aldo
-------
di luar Aldo terus modar mandir seperti setrikaan , rasa cemas , panik , takut kini semua telah jadi satu
saat Aldo sedang mondar mandir ia melihat seorang Dokter keluar ruangan ,
" dok gimana keadaan anak dan istri saya " tanya nya
" Kami harus melakukan Operasi secepat nya pa , saya ingin minta persetujuan dari keluarga pasien " tanya nya
" Dok lakukan ya Terbaik menurut anda untuk anak dan istri saya " ucap nya
" baik lah mari ikut ke ruanganan saya " ajak nya
" Pih Aldo tinggal sebentar " ucap nya pada sang papih
di balas anggukan oleh sang papah.
aldo mengikuti Dokter ke ruangan nya ia harus menanda tangani berkas operasi untuk Elif
" Bapak silakan bawa ini ke tempat administrasi " ucap nya
aldo pun mengurus semua administrasi nya, lalu ia kembali menemui sang ayah ,
." Apa dokter nya udah masuk pih " tanya nya
" sudah nak " ucap nya
saat ini elif sedang melakukan operasi Caesar , aldo masih menunggu ia terus saja mondar mandir tidak tenang
" Aldo duduk lah dengan tenang " suruh nya lembut
karna sebenarnya Fajar pusing melihat Aldo mondar mandir terus
Aldo pun menuruti ucapan papih nya , ia duduk di samping Fajar
" tenang lah nak " ucap nya sambil memegang pundak Aldo
" Aldo takut pih , Aldo takut elif ninggalin kami kaya Maya " ucap nya lirih
" Aldo tenang lah papih yakin elif pasti kuat " ucap nya menengang kan sang anak.
.
.
.
__ADS_1
.