
Dua minggu kemudian .....
tidak terasa acara bulan madu mereka akan berakhir selama di jepang Aldo terus mengajak Elif berjalan-jalan .
hari pertama mereka jalan - jalan dan di malam hari nya Aldo mengajak Elif ke
Tokyo Tower untuk melihat pemandangan jepang di malam hari .
hari ke dua mereka ke Fujiko F. Fujio Museum , Elif merasa sangat senang saat Aldo mengajak nya ke sana Elif meminta pada Aldo agar suatu saat bisa mengajak ifan ke sana.
hari ke tiga mereka ke Gunung Fuji untuk melihat gunung tertinggi di jepang mereka juga melihat lima danau yang indah di sana.
hari ke empat ke Akiu Onsen mereka berendam air panas untuk menyegarkan tubuh mereka karna lelah .
semua tempat di kunjungi oleh mereka berdua dari Koishikawa Botanical Garden , Asahikawa , dan berbagai tempat lain nya.
*******
kini Elif dan Aldo sedang berkemas untuk kembali ke Jakarta , penerbangan mereka nanti malam pukul 19:00 mereka akan berangkat dari hotel pukul 17:00
Selama dua minggu di Jepang , mereka menghabis kan waktu nya dengan sangat baik dari yang berjalan-jalan mengelilingi kota jepang . melihat-lihat pemandangan indah di negeri sakura tersebut , mencoba makanan khas jepang , dan tentu nya juga membuat adik kecil untuk ifan , mereka melakukan nya dengan sangat baik
Sebelum mereka berangkat ke bandara Elif dan Aldo berjalan - jalan dekat hotel untuk membeli oleh- oleh , padahal yang Elif beli sebelum sudah sangat banyak
dari pernak pernik , aksesori , baju dan lain lain nya
kini mereka sudah tiba di bandara Kansai untuk menunggu penerbangan menuju jakarta setelah menunggu lama akhirnya pesawat pun terbang meninggalkan bandara jepang yang sangat ramai tersebut
Beberapa jam kemudian . ..
setelah memakan waktu semalam
kini pagi hari nya mereka sudah sampai di bandara soekarno hatta
Mereka sudah di jemput oleh Ratih, Fajar dan Ifan
Elif dan Aldo sudah keluar dari bandara
Ifan yang melihat nya pun langsung berlari dan berteriak
" Mamah , Papah " teriak Ifan sambil berlari kearah Elif dan Aldo
Aldo dan elif tersenyum melihat Ifan dan Aldo langsung menggendong anak nya .
" Sayang kami merindukan mu " ucap elif lembut
__ADS_1
" Ifan juga mah , pah " ucap nya riang seraya minta gendongan sama elif
" Sayang di gendongan sama papah aja ya , mamah lagi cape " ucap Aldo agar Elif tidak menggendong Ifan
ifan pun menurut mereka bertiga berjalan menuju Ratih dan Fajaf , mereka saling berpelukan melepaskan rindu.
mereka berlima pun meninggalkan bandara , mereka beriga berada di satu mobil sedangkan Ratih dan Fajar berada di mobil lainnya
Sepanjang perjalanan Ifan terus bercerita pada Elif dan Aldo apa saja yang ia lakukan selama orang tua nya pergi , Rasa lelah yang Elif dan Aldo rasakan tadi kini telah hilang setelah melihat anak nya.
Dua bulan kemudian....
sejak menikah dengan Aldo , Elif sudah tidak bekerja . ia ingin fokus mengurus Ifan dan Aldo saja Aldo tidak keberatan dengan pilihan Elif ia malah merasa senang.
Hubungan Aldo dan Elif berjalan sangat baik , mereka sangat bahagia Aldo sangat menyayangi Elif dan Ifan lebih dari segala nya.
saat ini Aldo sudah mendapatkan sekretaris baru dan para karyawan di kantor nya sudah tau jika ia telah menikah dengan Elif .
Pagi itu Elif sudah terbangun ia melihat ke samping nya lalu tersenyum kearah Aldo yang masih tertidur pulas lalu Elif mencium Aldo dengan lembut agar tidak terbangun .
Elif pun bangkit dari ranjang nya dan berjalan menuju kamar mandi .
saat berjalan kepala Elif tiba-tiba agak sedikit pusing tapi ia tahan dan Elif pun tetap melakukan aksi mandinya
" pagi Non " sapa Bibi seperti biasanya
Elif pun membalas dengan tersenyum
Elif pun membantu bibi memasak seperti biasa nya Saat sedang memasak tiba-tiba kepala nya terasa pusing lagi badan nya pun berkeringat dingin tapi Elif masih tahan ia tetap memasak tanpa menghiraukan pusing di kepala nya , saat ia ingin mengambil sesuatu tiba tiba badan nya lemas dan Elif tidak sadarkan diri bibi yang melihatnya pun terkejut ia langsung menghampiri Elif ,
" Non bangun Non " ucap nya sambil menepuk nepuk pelan pipi nya tapi Elif tak kunjung sadar , bibi pun mulai panik
ia berlari menuju kamar aldo
Tok.... tok.. tok
Aldo yang mendengar teriakan dan ketukan pintu pun langsung terbangun begitu juga dengan ifan yang berada di kamar sebelah Ifan malah langsung keluar dari kamarnya.
"he'em ada apa ? " tanya Aldo malas
" Non , Non Elif pingsan tu6an di bawah " ucap bibi dengan paniknya
Aldo yang mendengar ya langsung berlari kebawah ia tidak peduli dengan keadaan dirinya saat ini yang hanya memakai celana pendek dan telanjang dada , Ifan yang melihat Papah nya panik pun ikut turun ke bawah
" Sayang bangun sayang " panggil Aldo sambil menggendong Elif ke sofa
" tolong ambilkan baju saya dan suruh supir menyiapkan mobil sekarang " suruh Aldo panik Bibi pun berlari mengambil baju dan menyuruh supir menyiapkan mobil
__ADS_1
kini keadaan Ifan sudah menangis karena melihat Mamah nya yang tergeletak di lantai dengan wajah pucat pasi
" pah , Mamah kenapa Pah ? " tanya Ifan sambil menangis
" Mamah ga kenapa-kenapa sayang " ucap Aldo menenangkan anak nya padahal Aldo juga sangat khawatir saat ini
" Mah bangun Mah " ucap Ifan masih dengan tangis nya
" Elif bangun sayang " sambil memberikan minyak angin pada Elif tapi Elif tak kunjung sadar .
Bibi pun datang membawakan kaosnya lalu Aldo langsung memakainya dan menggendong Elif ke luar menuju mobil
" Ifan tunggu di rumah ya nak , kalian jaga Ifan " suruh Aldo pada Bibi dan suster seraya berlalu pergi berlalu
" Papah ifan mau ikut " ucap Ifan dengan tangisan nya sambil mengikuti Aldo dari belakang
" jangan sayang ifan di rumah saja " suruh Aldo
" Ifan mau ikut mamah pah " ucap Ifan dengan tangisannya yang semakin kencang
Aldo tidak menghiraukan ucapan anak nya Aldo hanya tidak ingin anak nya juga sakit jika harus ikut ke rumah sakit ia pun terus berjalan cepat menuju mobil nya.
Bibi pun menahan Ifan agar tidak mengejar Aldo hingga membuat Ifan menangis dengan sangat kencang setelah melihat mobil yang membawa mamah nya pergi.
" Papah , Ifan mau ikut Mamah " ucap Ifan sedih sambil menangis kencang
Bibi mencoba membujuk sang majikan tapi Ifan malah marah dan mengamuk pada Bibi dan suster tersebut , Ifan terus menangis di depan teras hingga wajahnya kini semakin merah dan basah
" Den ayo masuk , nanti den Ifan sakit " bujuk Bibi pelan agar Ifan tenang
" Ifan sebel sama bibi sama suster " teriak Ifan sambil masuk kedalam rumah nya
( Ifan sebel karna bibi menahan nya tadi )
Ifan membenamkan wajahnya di sofa tempat Elif dibaringkan tadi ia masih menangis sambil menyebut Mamah nya
Ifan takut jika Elif kenapa-kenapa
ia tidak ingin di tinggal lagi oleh Mamah nya, walaupun Elif bukan mamah kandung nya tapi Ifan sangat menyayangi Elif ia sudah menganggap Elif seperti Ibu kandungan nya sendiri.
.
.
.
..
Ada apa ya dengan Elif sebenar nya
jangan lupa ya like nya
__ADS_1