
Saat Ratih dan Fajar berbincang - bincang di ruang tamu . Aldo Elif dan Ifan kini turun dari tangga menuju ruang tamu untuk menghampiri mereka berdua
" Pih " panggil Aldo
Fajar yang di panggil pun menengok dan bangun dari duduk nya , ia langsung memeluk anak semata wayang nya
" hay nak " sambil berpelukan
" Pih kenalin ini Elif calon Istri Aldo " ucap Aldo bangga
" hay Elif , semoga kau betah di sini ya nak " sapa Fajar sambil tersenyum lembut , Elif pun memberi salam dan tersenyum juga
" ah , ayo- ayo duduk " ajak Fajar
" Gimana perjalanan kalian ? " sambung fajar
" Sangat melelahkan Pih " ucap Aldo
" sampai kapan kalian di sini ? " Tanya Fajar
" kami akan tinggal di sini selama satu minggu pih " ucap aldo
" Tinggallah lebih lama di sini , anggap saja kalian sedang berlibur urusan kantor tidak perlu di pikiran " pinta Fajar
" Gimana sayang ? " tanya Aldo pada elif yang sedang merangkul Ifan
" aku terserah kamu saja " ucap Elif pasrah
" pah Ifan mau lama di sini , Ifan mau jalan jalan sama Opa dan Oma " sambung Ifan
" baik lah kita lihat saja nanti " ucap Aldo
" Mami kedalam dulu ya , mau menyiapkan makan malam " ucap Ratih sambil tersenyum
" Biar Elif bantu Tante " tawar nya
" Kemarilah nak " Ajak Ratih
" Ifan sama papah dulu ya sayang " pinta Elif
" iya Tante " jawab Ifan patuh
Di dapur..
Ratih dan Elif kini sedang menyiapkan makan malam sambil berbincang - bincang ringan.
" Nak apa Ifan dan Aldo merepotkan mu ? " tanya Ratih memulai pembicaraan
" enggak Tante , mereka ga ngerepotin ko "
jawab Elif
__ADS_1
" syukurlah , Mami senang Aldo mengenal mu nak , waktu dia menelpon kami untuk memberi tau dia akan pulang membawa calon istri nya Wajah aldo tak seperti dulu kini wajah nya lebih terlihat bahagia " ucap Ratih sambil tersenyum senang hingga membuat Elif yang mendengar nya tersipu malu ,
" tetaplah bersama Aldo dan Ifan ya sayang " pinta ratih lembut
" iya Tante , Elif janji gak akan tinggalin mereka apa pun yang terjadi mereka adalah sebagian nyawa Elif Tante saat ini " ucap Elif jujur , Ratih pun menarik Elif ke dalam pelukan nya
" terimakasih sayang " ucap Ratih lirih
" Mami panggil mereka dulu ya " ucap Ratih sambil melepaskan pelukannya dan berlalu pergi
........................
Acara makan malam pun telah usai
kini mereka semua sedang berada di ruang keluarga , Elif dan Aldo duduk bersama di situ juga ada Ifan tentu nya Ifan sedang di pangkuan oleh Elif karna sudah agak sedikit mengantuk.
Ratih dan Fajar duduk di kursi lain menghadap ke arah anak dan calon menantu nya
" jadi kapan kalian akan menikah ? " Tanya Fajar langsung
Aldo dan Elif yang mendengar nya pun terdiam , Aldo melihat ke arah Elif menunggu Elif menjawab tapi Elif hanya diam saja melihat ke arah Aldo , Elif bingung mau bilang apa jadi ia memilih untuk diam saja sampai-sampai Fajar dan Ratih melihat mereka dengan tatapan bingung.
" Apa kalian belum menentukan kapan kalian akan di selenggarakan pernikahan nya " Tanya Ratih
" Elif " panggil Ratih lembut
" Elif terserah Aldo aja Tante " ucap nya pasrah menahan malu dan grogi
" Aldo... memang menikah bisa langsung di sulap " sahut Ratih sambil terkekeh , mereka pun tersenyum mendengar ucapan Aldo.
" Semuanya butuh proses sayang " sambung nya lagi
" Kalo Aldo si pengennya secepatnya Mam " pinta Aldo
" Gimana kalo pas ulang tahun kamu sayang kan tinggal dua minggu lagi " ucap Aldo memberi saran
Elif sangat senang saat mendengar Aldo menyebutkan hari ulang tahun nya.
" Gimana sayang ? " Tanya Aldo lagi
" Terserah kamu aja Sayang , aku ikut kamu aja " jawab Elif pasrah , mereka pun tersenyum saling berpandangan
Ratih dan fajar yang melihat nya pun ikut tersenyum bahagia.
" Baiklah biar Mami yang akan mengurus semua nya " ucap Ratih sambil tersenyum senang
" Elif juga akan bantu Tante " sahut Elif
" Elif mulai sekarang kamu harus panggil kami Mami dan Papi bukan Tante dan Oom lagi , oke " pinta Ratih dengan senyumannya
Elif pun tersenyum dan mengangguk tanda mengerti
__ADS_1
" pernikahan kalian mau di selenggarakan di mana di sini atau di jakarta ?" tanya Fajar
" Aldo mau di jakarta aja Pih " pinta Aldo
" Oke jadi Papi bisa atur jadwal dari sekarang , nanti Papi dan Mami akan tinggal di rumah kalian sampai acara pernikahan " ucap Fajar di setujui noleh Aldo
mereka pun berbincang bincang hingga jam menunjukan pukul 20 : 30
Ratih dan Fajar menyuruh mereka untuk beristirahat karena Ifan sedari tadi sudah tertidur di pangkuan Elif , Aldo lalu mengambil Ifan dari pangkuan Elif ia menggendong nya hingga nenuju kamar dan di ikuti oleh Elif
Ifan di bawa ke dalam kamar Aldo Elif pun ikut masuk ke kedalam , ia membuka selimut yang ada di kasur lalu Aldo membaringkan Ifan di kasur nya dengan pelan agar sang anak tidak terbangun.
" Aldo aku ke kamar ya " pinta Elif seraya berbalik badan namun saat Elif hendak keluar tiba-tiba tangan Elif di tahan oleh Aldo.
" Sayang tidurlah bersama di sini " pinta Aldo manja sambil menaruh dagu nya di bahu elif
" hai... hai... hai.. kenapa sekarang kamu jadi manja kaya Ifan " ucap Elif heran sambil tersenyum lucu dan menghadap kearah Aldo
" aku ingin terus sama kamu " ucap Aldo lalu mencium lembut bibir Elif
" baiklah , ayo kita tidur kamu di sebelah sana aku di sini dan biar Ifan di tengah "
suruh Elif sambil menarik tangan Aldo
" Aku gak mau di sana sayang " jawab Aldo
membuat Elif bingung
" terus kamu mau di mana ? " tanya Elif heran
" Aku mau di samping kamu , biar ifan aku geser agak kesana sedikit lalu kamu di tengah dan aku di sini " ucap Aldo menjelaskan
" ya.. ya... ya ... terserah kamu aja Aldo , aku merasa seperti mempunyai dua anak kecil sekarang " jawab Elif pasrah dengan senyumannya
Aldo yang mendengar keluhan kekasihnya pun tertawa pelan lalu ia menggeser tubuh Ifan dengan lembut agar Ifan tidak terbangun , Elif pun mulai naik ke atas ranjang ia menghadap ke arah Ifan dan memeluk nya pelan lalu Aldo pun membaringkan tubuh nya di samping Elif dan memeluk nya dari belakang.
kini mereka seperti satu keluarga yang utuh dan sangat bahagia.
tak butuh waktu lama akir nya mereka pun tertidur pulas
.
.
.
" bersambung
maaf kalo banyak typo di mana mana
harap di maklum ya
__ADS_1
selamat membaca