DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
DPH_ PART 8


__ADS_3

Di sisi lain ......


kini Aldo dan Ifan tengah berada di perjalanan pulang menuju kerumahnya , saat di dalam mobil Aldo bertanya pada anak nya


" Ifan sayang kenapa Ifan pergi , tadi kan suster suruh Ifan tunggu " tanya Aldo pelan agar sang anak tidak merasa takut


" Tadi Ifan liat ada orang gede mengejar layangan pah , lalu Ifan ikutan ngejar pas Ifan mau balik Ifan lupa jalan nya " jawab nya dengan nada melas karna merasa takut


" besok-besok ga boleh gitu ya sayang , nanti kalo ketemu sama orang jahat gimana " ucap Aldo menasihati sang anak


" nanti Ifan nggak bisa ketemu Papah lagi gimana ? " sambung Aldo di balas gelengan cepat oleh sang anak


" maafin Ifan pah , Ifan janji gak akan ulangi lagi , untung ada Tante cantik yang nolongin Ifan , tadi Tante cantik juga lagi nangis pah kaya Ifan " ucap Ifan polos pada papahnya hingga membuat Aldo menatap kearah sang anak


" emang Ifan tadi lihat Tante cantik lagi nangis " tanya Aldo penasaran


" iya pah tadi Ifan lihat , Ifan juga liat tante cantik usap pipi nya yang basah , kaya Papah pas usap pipi Ifan " ucap Ifan panjang lebar


" pantas saja tadi pas buka pintu mata nya terlihat merah kaya abis nangis ternyata benar , apa dia lagi ada masalah ya " ucap Aldo penasaran dalam hati


" menurut Ifan Tante Elif gimana ?? " tanya Aldo pada anak nya

__ADS_1


" Tante Elif cantik Pah , baik , Ifan mau tante cantik jadi mamah Ifan pah " pinta Ifan pada sang ayah dengan wajah polosnya


" sayang ga boleh gitu , tante Elif pasti udah punya pasangan " ucap nya memberi tahu anaknya


" nanti tante Elif marah terus Ifan ga boleh main lagi ke tempat tante elif lagi gimana " sahut nya sambil menasehati anak nya


karena tidak semua keinginan nya harus terpenuhi


" berarti kalo Tante cantik bukan mama Ifan , Ifan masih bisa main ke rumah nya ya pah " tanya nya polos


" iya sayang. " jawab sang ayah sambil tersenyum


pasal nya Aldo tidak mau membuat Elif tersinggung mana mau seorang gadis bersama duda beranak satu pikir aldo saat itu .


Suster yang meninggalkan Ifan tadi hanya mengikuti langkah Aldo menuju kamar Ifan seraya membawa paper bag yang Aldo berikan tadi saat tiba .


" Aku tidak akan memecat mu , lain kali lebih berhati-hati lah dan jangan sampai kejadian ini terulang lagi " ucap Aldo pada susternya


" Baik Tuan " ucap suster patuh


lalu Aldo pun meninggalkan kamar Ifan dan berjalan menuju kamar nya , ia pun membaringkan tubuh nya ke ranjang empuk milik nya , mata nya menatap ke arah langit dinding entah apa yang ia lihat di sana , seketika pikiran nya pun berada di tempat Elif.

__ADS_1


" Elif pasti lagi ada masalah deh benar kan yang gue liat tadi mata nya tuh merah kaya abis nangis "


" kalo diliat liat si Elif emang cantik juga ya , apa lagi kalo pas senyum " gumam nya pada diri nya sendiri


setelah bergelut dengan pikiran nya tentang Elif akhirnya Aldo pun tertidur pulas , ia merasa hari ini sangat melelahkan pikirnya.


 


Beberapa hari pun berlalu , kini Elif sedang berkutat dengan laptop nya ia tengah mencari beberapa lowongan pekerjaan di situs Web yang ia ketahui . sudah berapa hari semenjak di PHK dan kejadian menyakitkan itu Elif hanya diam malas di kostan nya seperti tidak ada niat untuk kemana-mana ia merasa seperti raga nya telah hilang sebagian , tapi kini dia seperti mendapat kan ilham dari yang maha kuasa .


" aku ga boleh kaya gini terus , aku harus kerja , kalo gini terus aku bisa gila "


ucap elif pada diri sendiri


" masa aku harus balik ke S***** si , gak gak gak aku gak mau balik ke sana " ucap nya seraya menguatkan dirinya sendiri


Elif pun mengambil laptop nya dan membuka situs web lowongan kerjanya ,ia mencatat nama nama perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan , dengan telaten ia mencari lowongan di Web tersebut.


,


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2