
Di sisi lain ......
kini Aldo dan Ifan tengah berada di perjalanan pulang menuju kerumahnya , saat di dalam mobil Aldo bertanya pada anak nya
" Ifan sayang kenapa Ifan pergi , tadi kan suster suruh Ifan tunggu " tanya Aldo pelan agar sang anak tidak merasa takut
" Tadi Ifan liat ada orang gede mengejar layangan pah , lalu Ifan ikutan ngejar pas Ifan mau balik Ifan lupa jalan nya " jawab nya dengan nada melas karna merasa takut
" besok-besok ga boleh gitu ya sayang , nanti kalo ketemu sama orang jahat gimana " ucap Aldo menasihati sang anak
" nanti Ifan nggak bisa ketemu Papah lagi gimana ? " sambung Aldo di balas gelengan cepat oleh sang anak
" maafin Ifan pah , Ifan janji gak akan ulangi lagi , untung ada Tante cantik yang nolongin Ifan , tadi Tante cantik juga lagi nangis pah kaya Ifan " ucap Ifan polos pada papahnya hingga membuat Aldo menatap kearah sang anak
" emang Ifan tadi lihat Tante cantik lagi nangis " tanya Aldo penasaran
" iya pah tadi Ifan lihat , Ifan juga liat tante cantik usap pipi nya yang basah , kaya Papah pas usap pipi Ifan " ucap Ifan panjang lebar
" pantas saja tadi pas buka pintu mata nya terlihat merah kaya abis nangis ternyata benar , apa dia lagi ada masalah ya " ucap Aldo penasaran dalam hati
" menurut Ifan Tante Elif gimana ?? " tanya Aldo pada anak nya
__ADS_1
" Tante Elif cantik Pah , baik , Ifan mau tante cantik jadi mamah Ifan pah " pinta Ifan pada sang ayah dengan wajah polosnya
" sayang ga boleh gitu , tante Elif pasti udah punya pasangan " ucap nya memberi tahu anaknya
" nanti tante Elif marah terus Ifan ga boleh main lagi ke tempat tante elif lagi gimana " sahut nya sambil menasehati anak nya
karena tidak semua keinginan nya harus terpenuhi
" berarti kalo Tante cantik bukan mama Ifan , Ifan masih bisa main ke rumah nya ya pah " tanya nya polos
" iya sayang. " jawab sang ayah sambil tersenyum
pasal nya Aldo tidak mau membuat Elif tersinggung mana mau seorang gadis bersama duda beranak satu pikir aldo saat itu .
Suster yang meninggalkan Ifan tadi hanya mengikuti langkah Aldo menuju kamar Ifan seraya membawa paper bag yang Aldo berikan tadi saat tiba .
" Aku tidak akan memecat mu , lain kali lebih berhati-hati lah dan jangan sampai kejadian ini terulang lagi " ucap Aldo pada susternya
" Baik Tuan " ucap suster patuh
lalu Aldo pun meninggalkan kamar Ifan dan berjalan menuju kamar nya , ia pun membaringkan tubuh nya ke ranjang empuk milik nya , mata nya menatap ke arah langit dinding entah apa yang ia lihat di sana , seketika pikiran nya pun berada di tempat Elif.
__ADS_1
" Elif pasti lagi ada masalah deh benar kan yang gue liat tadi mata nya tuh merah kaya abis nangis "
" kalo diliat liat si Elif emang cantik juga ya , apa lagi kalo pas senyum " gumam nya pada diri nya sendiri
setelah bergelut dengan pikiran nya tentang Elif akhirnya Aldo pun tertidur pulas , ia merasa hari ini sangat melelahkan pikirnya.
Beberapa hari pun berlalu , kini Elif sedang berkutat dengan laptop nya ia tengah mencari beberapa lowongan pekerjaan di situs Web yang ia ketahui . sudah berapa hari semenjak di PHK dan kejadian menyakitkan itu Elif hanya diam malas di kostan nya seperti tidak ada niat untuk kemana-mana ia merasa seperti raga nya telah hilang sebagian , tapi kini dia seperti mendapat kan ilham dari yang maha kuasa .
" aku ga boleh kaya gini terus , aku harus kerja , kalo gini terus aku bisa gila "
ucap elif pada diri sendiri
" masa aku harus balik ke S***** si , gak gak gak aku gak mau balik ke sana " ucap nya seraya menguatkan dirinya sendiri
Elif pun mengambil laptop nya dan membuka situs web lowongan kerjanya ,ia mencatat nama nama perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan , dengan telaten ia mencari lowongan di Web tersebut.
,
.
__ADS_1
.
bersambung