
Siang itu Elif dan Naysila terlihat sangat Akbar , elif sangat menyukai kekasih dari anak laki-laki nya ,
Saat ini elif , Amel dan Naysila sedang berada di dapur , setelah berbincang bincang tadi Elif pamit ke dapur ingin meneruskan pekerjaan nya yang tertunda yaitu membuat kue , Naysila pun izin untuk membantu Elif di dapur , Di ikuti oleh Amel juga
ifan tersenyum senang melihat Nay tidak merasa gugup lagi
kini di ruang keluarga tinggal lah ifan dan Aldo , ifan berniat ingin minta izin pada sang papah
" Pah " panggil ifan
'' hmm '' sahut nya tanpa menoleh karna ia sedang melihat ke arah televisi
" ifan ingin melamar Naysila pah , apa boleh " ucap nya takut-takut
Aldo yang mendengar ucapan anak nya langsung melihat ke arah Ifan , ia merasa kaget , saat anak nya meminta izin pada nya
ifan yang melihat wajah datar sang ayah langsung merasa aga ciut , ia takut ayah nya tidak setuju dengan yang barusan ia ucapkan
" kamu mau melamar nya " ucap nya kaget dengan wajah datar
" iya pah , ifan cinta mati sama Nay pah" ucap nya lirih sambil menunduk
" ifan mohon papah setujuin hubungan ifan sama Nay " sambung nya memohon
Aldo di buat tambah kaget dengan ucap anak sulung nya , ia lalu tersenyum melihat anak nya yang saat ini sudah besar ,
" Kamu ngomong apa nak , kamu pikir papah ga setuju dengan hubungan kailan ' ucap nya sambil tersenyum
" papah merestui hubungan kalian " sambung nya sambil tersenyum
__ADS_1
ifan yang mendengar nya merasa sangat senang ita tersenyum sumringah pada ayah Nya
" pah terimakasih udah menerima pilihan ifan " ucap nya senang sambil memeluk tubuh sang ayah sambil duduk
Aldo tersenyum bahagia melihat anak nya ia menepuk pelan pundak ifan
" Nak tidak ada orang tua yang tidak ingin anak nya bahagia , " ucap Aldo lembut
" Jadi kapan kamu akan melamar nya , gimana orang tua nya apa dia sudah mengenal mu " tanya nya lembut
mereka pun melonggar kan pelukan nya
" ifan berniat setelah wisuda pah dua bulan lagi , tapi.... " ucap nya menggantung
ifan takut jika ayah nya akan berubah pikiran setelah tahu status Naysila dan melarang hubungan nya karna naysila bukan dari keluarga terpandang ,
" tapi kenapa hmm " tanya nya bingung
" lalu kenapa kalo dia bukan dari keluarga terpandang , papah tetap akan merestui hubungan kalian " ucap nya lembut
' benaran pah " ucap ifan kegirangan
Aldo hanya tersenyum dan mengangguk kepala tanda mengiyakan .
" lakukan apa pun yang membuat mu bahagia nak , karena kebahagiaan kamu dan Amel adalah kebahagiaan mamah dan papah juga "' ucap Aldo sambil tersenyum senang
" Terimakasih pah " ucap ifan dengan senyum paling bahagia
ifan merasa sangat bahagia memilik orang tua seperti Aldo dan Elif , mereka tidak pernah mengekang anak anak nya , tidak pernah mengatur soal percintaan anak anak nya dan yang membuat ifan bahagia Elif dan Aldo tidak pernah memandang seseorang dari derajatnya .
__ADS_1
---------------------
Di Dapur ...
Elif dan Naysila sedang asik dengan pekerjaan nya mereka membuat kue Tart ala rumahan tapi bentuk seperti restoran 😂, Elif dan Naysila terlihat sangat kompak karna mereka berdua sangat suka membuat kue
Sedang kan Amel yang bilang nya ingin membantu malah asik dengar dunia nya sendiri . ia lebih banyak bercerita tentang kakak nya dari pada membantu
Elif dan Naysila hanya tersenyum melihat Amel sesekali mereka menimpali ucapan Amel
" Kak nay , kakak tau gak , kak ifan itu di kampus nya terkenal banget loh sama cewek cewek di sana" ucap Amel antusias
" dulu ya waktu amel masih Smp , saat kak ifan jemput amel dia selalu telat kalo Amel tanya pasti jawaban nya sama , karna di kejar kejar sama Cewe kampus begitu kata nya " sambung Amel dengan mimik wajah polos
' Apa kakak gak cemburu ' tanya Amel penasaran
" kakak tau ko , kakak kan satu kampus sama kak ifan , kita aja kalo mau ketemu harus di tempat parkir , untung aja kita beda jurusan jagi ga pernah papasan " ucap naysila dengan tersenyum lembut
" Kalo soal cemburu kakak pasti cemburu lah di tambah lagi kak ifan nya ramah sama cewek - cewek di kampus , tapi kakak percaya sma kak ifan kalo dia gak bakal khianatin kakak " sambung naysila dengan rasa keyakinan nya
Elif hanya tersenyum melihat anak dan calon menantu nya terlihat sangat akrab
" kamu tenang aja sayang kalo sampai ifan khianatin kamu mamah yang akan tarik kuping nya sampai copot " sahut Elif
" tapi mamah yakin kalo Ifan itu seperti Papah nya dia tidak akan pernah menyakiti orang yang dia cintai " sambung elif sambil tersenyum
mereka pun berbincang bincang hingga acara membuat kue pun selesai
kini mereka menghampiri Aldo dan ifan yang berada di ruangan keluarga dengan membawa kue buatan mereka
__ADS_1
Di ruang keluarga terlihat sangat ramai dengan suara mereka ber lima
----------