DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
DPH_PART 44


__ADS_3

Kini mereka berlima sudah tiba di Hotel , Elif dan aldo langsung di bawa menuju Ruang ganti untuk mengganti pakaiannya sedangkan Kedua orang tua Aldo berada di luar untuk menyambut para tamu nya yang sudah berdatangan dan fan sedang bersama pengasuh nya.


beberapa menit pun tiba kini Elif dan Aldo keluar menuju panggung tempat mereka duduk , mereka berdua terlihat seperti Raja dan Ratu saat itu mempelai wanita nya terlihat sangat cantik dan anggun begitu juga dengan mempelai pria nya yang terlihat gagah dan tampan .


banyak rekan bisnis Aldo yang datang ke acara pernikahan mereka Elif kini sudah merasa sangat lelah karna harus berdiri seharian dengan sepatu heelsnya yang tinggi tapi ia tetap menunjukkan senyum manis nya , Saat itu ifan berlari menuju ke arah Aldo dan Elif


" hay sayang " sapa Elif sambil tersenyum


di balas dengan senyuman oleh Ifan


" Pah , Mah apa Ifan boleh duduk di sini " pinta nya


" boleh dong sayang " ucap Elif sambil mengajak Ifan duduk sedangkan Aldo hanya tersenyum manis melihat dua orang yang dicintai nya


" sayang , aku ke sana sebentar ya " ucap Aldo seraya menunjukkan jari nya di balas dengan anggukan oleh Elif


Aldo pun meninggal kan Elif dan Ifan , ia segera menemui rekan bisnis nya dan mengobrol di sana .


" Sayang kamu sudah makan , kenapa belum tidur ? " Tanya Elif pada ifan


" Sudah mah tadi sama Oma dan ifan juga belum ngantuk , Mah Ifan mau punya adik kaya teman ifan biar bisa main sama adik Ifan kaya teman Ifan " pinta ifan hingga membuat Elif yang mendengar pintaan ifan pun tersipu malu . tapi ia tutupi dengan sikap netral nya


" Sayang semua ada proses nya , jika sudah waktunya ifan akan memiliki Adik ko " jelas Elif lembut

__ADS_1


" Ifan ayo tidur ini sudah malam sayang " ucap sang nenek saat tiba di dekat mereka


" baik Oma " ucap Ifan patuh dengan wajah kecewa


Ifan pun pamit pada Elif dan di balas peluk dan cium dari Elif


memang saat itu waktu sudah menunjukan pukul 22:45 tapi acara masih sangat ramai sedangkan Aldo dan Papi masih berbincang - bincang dengan rekan kerja nya.


" Elif , pergilah ke kamar kamu pasti sudah lelahkan " tanya Ratih lembut


" iya mih , Elif udah agak lelah " jawabnya


" Pergilah istirahat sayang , mami akan memberitahukan pada Aldo " ucap Ratih


" terimakasih mih , kalo gitu Elif ke kamar duluan ya " ucap Elif sambil berlalu pergi


*****


Di kamar.


Elif sedang membersihkan make up nya dan melepaskan pernak pernik dalam tubuh nya , saat ia hendak melepaskan kalung di leher nya tiba-tiba pintu kamar terbuka terlihat Aldo yang baru memasuki kamar tersebut .


" Sayang kamu lelah " tanya Aldo sambil berjalan menuju Elif ke depan kaca besar

__ADS_1


" he'em , kaki aku pegel sayang " keluh Elif


Aldo sudah berada di belakang Elif dan membuka kalung yang ada di leher Elif


" Istirahat lah sayang " ucap Aldo sambil mencium leher jenjang Elif


Elif yang di cium di area sensitif nya pun merasa merinding ia berdiri menghadap Aldo dan mencium bibir Suami dengan lembut dan di balas oleh Aldo dengan penuh cinta hingga Elif melepas kan ciuman nya karna kehabisan oksigen .


" Sayang Aku mau mandi dulu , badan aku sangat lengket " pinta Elif lembut


" sayang gimana kalo kita mandi bareng , biar hemat waktu " ucap Aldo menggoda Elif


Elif hanya terdiam tak menjawab karena merasa malu pasalnya Ini pertama kali untuk Elif ya wajar kalo dia malu.


" Sayang gimana ? " tanya Aldo dengan senyum jahil nya


" Aldo aku malu " ucap Elif grogi sedangkan. Aldo pun hanya tertawa saat mendengar ucapan Elif yang menurut nya sangat menggemaskan


" mandi lah sayang " ucap Aldo menyuruh Elif mandi ia pun tersenyum melihat muka elif yang merah , Elif pun mengiyakan dan masuk ke kamar mandi.


Aldo tidak ingin memaksakan Elif jika dia belum siap jika Elif sudah siap baru Aldo akan melakukan nya pikir Aldo .


.

__ADS_1


.


ikutin terus ya 😊😊


__ADS_2