
Elif masih berada di dalam ia masih di tangani oleh dokter .Aldo masih setia menunggu sang istri di luar , disana juga sudah ada Ratih dan ifan mereka datang di antar oleh supir
Saat datang ifan terus menangis , Aldo terus menenangkan anak nya hingga ifan tenang dan tertidur ifan tertidur di gendongan sang ayah
Aldo berdiri ia terus memandangi pintu ruang operasi berharap dokter cepat keluar dan membawa kabar baik
karna sudah hampir 2 jam mereka di dalam tiba tiba suara suara bayi menangis membuat aldo melihat ke arah orang tuanya dan tersenyum
" anak Aldo udah lahir mam, pih " ucap nya sambil tersenyum bahagia
Ratih dan Fajar pun bangkit dari duduk nya mereka menghampiri Aldo dan tersenyum
Ratih langsung memeluk aldo , fajar mengambil ifan dari pelukan aldo , ia hanya menepuk-nepuk pundak sang anak sambil tersenyum bahagia
" Selamat sayang " ucap mereka
tiba tiba suster keluar dengan menggendong bayi yang masih berlumuran darah , ia ingin memandikan bayi tersebut dan membawa nya ke ruangan bayi
" Selamat bapak anak anda perempuan , saya akan memandikan nya dan membawa ke ruangan bayi " ucap nya
" terimakasih suster " ucap nya ramah
tak lama kemudian sang Dokter keluar
" Dok gimana keadaan istri saya " tanya nya pada sang dokter
" Istri bapak baik baik saja , tapi dia belum sadarkan diri , dia sudah bisa di pindahkan ke ruang inap " ucap dokter
" kira kira kapan istri saya akan sadar dok " tanya nya khawatir
" jika efek obat bius nya sudah habis dia akan sadar , untuk saat ini biarkan dia istirahat karna dia telah banyak mengeluarkan tenaga nya tadi " ucap sang dokter menjelaskan
" Baik dong terimakasih " ucap Aldo
Dokter pun tersenyum dan berlalu pergi
--------
kini Elif sudah di pindah kan ke ruang VViP
ia masih belum sadarkan diri
Aldo masih menunggu Elif di samping ranjang sang istri , sambil memagang tangan Elif sesekali mengecup wajah pucat elif dengan lembut
Ratih , Fajar dan Ifan pergi ke ruang bayi untuk melihat cucu nya
Saat ifan bangun Ratih menceritakan bahwa adik nya telah lahir , ifan sangat senang ia ingin melihat adik nya secara langsung , jadi lah Ratih dan Fajar mengajaknya langsung ke ruangan bayi tersebut , mereka melihat nya dari luar kaca
" Dede ifan cantik ya oma " ucap nya
" iya sayang " ucap nya sambil tersenyum bahagia
Fajar pun ikut tersenyum bahagia
__ADS_1
-------------
Di Ruangan Elif.....
Elif masih belum sadarkan diri
Aldo masih menunggu Elif dengan sabar , ia tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian
" Sayang Terima kasih " ucap nya lembut sambil mencium tangn elif
" Aku akan menjaga kalian semua " ucap Aldo
karna lelah aldo menaruh kepala nya di tepi ranjang elif , hingga tanpa sadar ia tertidur sambil duduk
tak berapa lama elif pun tersadar , ia melihat Aldo yang sedang tertidur di samping tangan nya , ia mengelus rambut sang suami dengan lembut
aldo yang merasa kepala nya di sentuh pun langsung terbangun , ia melihat ke arah Elif
" Sayang kamu udah siuman " tanya nya senang sambil tersenyum
Elif pun tersenyum melihat Suami nya
" Aldo gimana keadaan anak kita " tanya nya penasaran
" Anak kita baik baik aja sayang , sekarang lagi di ruangan bayi " ucap nya
" di sana juga ada papih , mamih sama ifan sedang melihat anak kita " sambung nya
" syukurlah sayang , apa aku boleh melihat nya " tanya Elif sambil tersenyum bahagia
Elif terdiam ia menundukkan kepala nya , elif aga merasa sedikit sedih karna ia belum bisa bertemu anak nya.
" Sayang bersabarlah , aku janji besok pagi bakal ajak kamu untuk melihat anak kita , kalo nanti suster tidak membawa nya kesini " ucap Aldo menenangkan sang istri
Elif pun tersenyum bahagia mendengar ucapan Aldo , Aldo juga terus tersenyum tampan melihat ke arah elif
" kamu kenapa sayang ko senyum - senyum sendiri " tanya elif heran karna Aldo senyum - senyum sendiri
" gak papa sayang , aku lagi bahagia " ucap nya sambil menaruh gelas ke meja
( kini posisi elif setengah terduduk di ranjang nya , aldo menaruh bantal di punggung elif dan Aldo duduk di tepi ranjang )
" Terimakasih sayang sudah melahirkan anak ya cantik untuk ku dan adik untuk ifan " ucap Aldo sambil memegang tangan Elif dan mencium nya
" Aku sangat sangat bahagia Sayang " Sambung Aldo
" aku pun sama sayang " ucap elif
Aldo pun memeluk tubuh elif dengan lembut dan mencium kening elif dengan mesranya
" sayang apa ini sangat sakit " tanya Aldo yang melihat jaitan di bawah perut elif
" iya sayang , ini sangat perih , tapi nanti juga akan sembuh " ucap Elif
__ADS_1
aldo langsung mencium lembut bekas jahitan sang istri , elif yng melihat tingkah suami nya itu hanya tersenyum bahagia
saat Aldo dan elif sedang berbincang-bincang tiba tiba pintu terbuka , ternyata orang tua dan anak nya yang masuk
" Mamahhh " panggil ifan
elif pun tersenyum ke arah mereka bertiga , mereka sedang berjalan menuju Aldo dan elif
" sayang kamu sudah siuman " Tanya ratih
" sudah mih " ucap nya sambil tersenyum
" mamah ifan abis lihat Dede bayi " ucap nya polos
" gimana dede nya sayang , apa dia sudah tidur " tanya elif ke ifan
" dia udah tidur mah " Dede nya sangat cantik " ucap nya senang
mereka pun tersenyum bahagia mendengar ucapan Ifan yang polos
" Elif , Aldo papih akan membawa mamih dan ifan pulang dulu untuk istirahat " pinta nya
" iya pih , ifan ikut oma sama opa pulang dulu ya " ucap Aldo
" ifan mau di sini pah , ifan ga mau pulang " ucap ifan
" Sayang,,, ifan harus pulang dan istirahat , kalo di sini ifan malah sakit " sahut elif pada sang anak
ifan hanya diam menundukkan kepala nya
" Sayang besok kita kesini lagi sekalian bawa baju mamah sama dede" ucap Ratih membujuk ifan
" benar ya oma besok kita kesini lagi " ucap ifan
" iya sayang , cepat pamit sama mamah, papah " suruh nya
" mah , pah ifan pulang dulu ya " ucap nya
" Sini sayang cium mamah dulu "pinta elif
Aldo pun menggendong ifan dan mendekatkan nya ke Elif
mereka bertiga pun pergi meninggalkan kamar rawat elif , kini tinggal Aldo dan elif di kamar tersebut
" Sayang kamu istirahat ya " suruh Aldo
Elif pun membaringkan tubuh nya , aldo merapihkan selimut elif dan mencium kening dan bibir elif dengan lembut
dan akhir nya Elif tertidur , begitu juga dengan Aldo yang tertidur di sofa rumah sakit , yang berada di dalam kamar elif
.
.
__ADS_1
.