DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
DPH_PART 62


__ADS_3

Aldo pun pamit pada Elif dan Ifan untuk pergi rapat


" Sayang aku rapat dulu ya sebentar " ucap Aldo sambil mencium kepala elif


di balas anggukan oleh Elif


Aldo pun keluar menuju ruangan sebelah untuk melakukan Rapat


tiga puluh menit pun berlalu aldo masih berada di ruangan sebelah , rapat pun selesai orang orang telah meninggalkan ruang tersebut tapi tidak dengan Aldo dan Laras , ia masih menyusun berkas berkas nya


" Laras apa kamu ada hubungan dengan Tio " tanya Aldo


laras yang mendengar perkataan Aldo hanya diam tersipu malu


" kamu membuat nya tidak kosen " ucap nya sambil tersenyum


" emm emmm .... enggak ko pak kita cuma teman " ucap laras malu malu


" Laras... Laras hubungan kalian sangat lucu " ucap Aldo sambil tertawa


Aldo melihat dua orang karyawan nya tidak kosen dalam rapat , mereka hanya pandangan - pandangan membuat aldo bertanya pada laras


di sisi lain di ruangan Aldo ......


Elif dan ifan sedang bermain game melalui handpone nya tiba tiba Ifan haus


" mamah ifan haus " ucap nya


" Sebentar ya sayang mamah ambil dulu di Pantry ifan tunggu sini ya " ucap nya


" iya mah " jawab nya


Elif pun keluar dari ruangan Aldo dan menuju ke pantry , ia tidak melihat Laras di meja nya , ya sudah pasti ikut rapat pikir nya


saat menuju pantry elif mendengar suara tawa Aldo di ruang sebelah , karna kalo mau ke pantri harus melewati ruang tersebut , ia mendengar aldo bicara dan menyebut nama laras


suara tawa Aldo mumbuat dada nya sesak ,


ia mendengar aldo tertawa bersama orang yang menyukai nya pikir Elif


lalu ia berjalan ke pantry untuk mengambil air , ia berjalan dengan sangat lemas pikiran nya terus bercabang rasa takut , rasa cemburu kini jadi satu


Elif takut jika aldo mencintai wanita lain selain diri nya , di tambah wajah Laras yang cantik tidak mungkin jika laki-laki tidak tertarik


Elif cemburu karena Suami nya tersenyum dan tertawa bersama wanita lain


" Tenang Elif tenang " gumam nya seraya menenangkan diri nya


" Aldo ga mungkin khianatin aku kaya Anton " ucap nya sambil menahan tangis


" Dia laki laki baik , aku yakin itu " ucap nya meyakinkan diri nya


setelah selesai mengambil air Elif kembali ke ruangan Aldo , ia terus menarik nafas nya agar ia merasa tenang

__ADS_1


" mamah cape ya " tanya Ifan yang melihat elif mengatur nafas nya


" Engga sayang mamah ga cape ko " jawab nya sambil tersenyum


tak berapa lama pintu terbuka ternyata aldo yang masuk , elif melihat ke arah wajah Aldo yang masih tersenyum , entah tersenyum pada siapa ,


" pasti senyum sama laras " gerutu elif kesal dalam hati


setelah masuk Aldo menghampiri istri dan anak nya


" Sayang apa kailan lapar " tanya nya dengan tersenyum


" Iya pah ifan lapar " ucap nya


namun elif hanya diam tak menjawab


" Elif kamu kenapa " tanya aldo lembut


Elif yang mendengar Aldo hanya menyebutkan nama nya saja langsung kaget , biasa nya Aldo selalu memanggil nya dengan sebutan Sayang


pikiran buruk pun kembali menghantui kepalanya


" Aku ga kenapa kenapa " ucap nya datar


" Ifan ayo kita pulang nak " ajak nya


Aldo yang melihat aksi Elif langsung kaget


Elif berdiri mengajak ifan hendak keluar dari ruangan aldo , tapi tangan elif di tahan oleh Aldo


" Sayang kamu kenapa " tanya nya lembut


" gak papa , Aku mau pulang " ucap nya ketus


kini mata elif sudah merah menahan tangis , aldo yang melihat nya merasa ada yang tidak beres dengan sikap istri nya , tapi apa aldo tidak tahu


" Sayang sebentar dulu ya , aku selesaiin kerjaan aku dulu sebentar aja " ucap nya pelan masih menggenggam tangan Elif


" Ga mau aku mau pulang sekarang , aku bisa naik taksi sama ifan " ucap nya kesal


Elif lebih memilih pergi dari pada ia terus merasa sesak berada di kantor Aldo ,


ia marah karena melihat aldo


senyum - senyum saat masuk tadi membuat pikiran nya jelek tentang Aldo


ifan yang melihat kedua orang tua nya hanya diam tidak mengerti


" ayo sayang kita pulang " ajak elif pada ifan sambil melepaskan genggaman tangan Aldo


" Sayang tunggu , biar aku anter kailan " ucap nya menahan


" gak usah kamu terusin aja kerja nya " ucap nya datar sambil berjalan keluar

__ADS_1


Aldo hanya terdiam melihat elif dan ifan pergi , pikiran nya terus berpikir


" gue salah apa ya . ko istri gue berubah gitu "ucap nya dalam hati


" apa gue ada salah ngomong , apa gue kelamat tadi rapan nya "


aldo terus berpikir apa kesalahan yang di perbuat nya , hingga elif berubah sejak tadi.


aldo pun duduk di kursi nya , ia terus memikirkan perubahan elif , ia sebenarnya ingin mengejar Elif dan ifan , tapi ia urungkan karna sebentar lagi ada pertemuan dengan client nya ,


" ya tuhan kenapa jadi ga tenang gini si" gerutu nya


" sabar ya sayang sebentar lagi aku pulang , setelah menyelesaikan pekerjaan aku " ucap nya pada diri sendiri


------------------


saat Elif keluar ia melihat Laras sedang mencatat di buku agenda nya


" siang bu elif " ucap nya ramah


Elif tidak menjawab ia hanya diam , karena Elif sedang menahan marah dan kesal nya


Laras yang melihat sikap elif pin merasa sangat heran .


kini marah, kesal, cemburu , takut , sudah menjadi satu di pikiran elif, ia merasa mereka seperti sedang berlarian dalam pikiran nya ,


Elif terus berjalan menuju lift dan sampai lah ia di lobby , mereka langsung menaiki taksi dan meninggalkan kan kantor Aldo


selama di dalam taksi Elif hanya terdiam , pikiran nya terus memikirkan Aldo , ia berharap aldo mengejar nya tapi kenyataan berbicara lain


" Ko Aldo ga kejar aku si " pikir nya dalam hati


" dia benar berubah , tadi panggil aku pake nama aja , terus sekarang kaya ga perduli aku dan ifan pergi " pikir nya jelek tentang Aldo


Elif masih terdiam memikirkan sifat aldo yang menurut nya berubah ,ia terus melamun , hingga terdengar suara ifan yang membuyarkan lamunan nya


" mamah ifan lapar " keluh nya


" Kamu mau makan apa sayang " tanya elif


" ifan mau makan KFC mah " pinta nya


" Ya udah kita ke mall aja yuk , gimna mau ga " tanya nya


" iya mah ifan mau " ucap nya girang


mereka berdua pun pergi ke mall ,


elif menang sengaja ingin ke mall agar ia tidak stres memikirkan masalahnya


( Elif sebenarnya hanya cemburu buta , dan ia sangat sensitif maklum bawaan bayi)


------------------

__ADS_1


__ADS_2