DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
BONUS PART DPH


__ADS_3

matahari sudah memancarkan nya membuat dua insan yang sedang tertidur lelap pun akhir terbangun


Naysila sudah terbangung , ia terus memandangi wajah sang suami penuh rasa bahagia , ia masih tidak menyangka bahwa diri nya benar benar sudah menikah


naysila menyentuh wajah ifan dan mendekat kan wajah nya sampai tidak ada jarak lagi di antara mereka


ifan yang merasakan pipi nya di sentuh pun akhir nya mengerejap kan mata nya , ia membalas senyuman manis ke arah sang istri yang sedang tersenyum melihat ke arah nya


" morning my wife " ucap ifan dengan suara serak nya karna baru terbangun


" morning my beloved husband " ucap naysila sambil mengecup bibir Ifan dengn lembut


" apa masih sakit " tanya ifan penasaran karna semalam Naysila sampai menangis karna ke sakitan


Naysila hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya ,


sebenar nya naysila masih aga merasa sedikit sakit dan perih tapi ia terpaksa berbohong agar ifan tidak khawatir


" benar kah " tanya ifan tak percaya


" benar sayang , ini udah lebih baik dari pada semalam " ucap nay sila meyakinkan sang suami


ifan hanya membalas dengan senyuman tanda percaya . sebenar nya ia tidak percaya dengan ucapan sang istri yang bilang kalo dia sudah merasa lebih baik


" Baik lah , ayo sekarang kita mandi bersama agar menghemat waktu " ucap ifan seraya menggendong tubuh mungil naysila ke kamar mandi


Naysila hanya tersenyum ia merangkul kan tangan nya ke leher sang suami , kulit mereka saling menempel karna mereka tidak memakai sehelai benang pun

__ADS_1


Mereka pun mandi bersama , tentu saja di mereka melakukan olahraga pagi nya di dalam sana , setelah hampir satu jam lebih akhirnya merekapun keluar


kini Nay dan ifan pun sudah telihat cantik dan tampan , setelah membereskan barang-barang nya mereka pun turun dan menuju restoran yang berada di hotel tersebut


sesampai nya di restoran ifan dan naysila menghapiri keluarga nya yang sudah menunggu mereka di restoran tersebut


" Maaf membuat kalian menunggu "" ucap ifan dengan bibir tersenyum sambil menarik kursi untuk sang istri lalu ia duduk di samping naysila


" no problem honey , we understand " ucap Elif sambil tersenyum menggoda anak nya


Aldo dan yang lain pun ikut tersenyum mebuat dua pengantin baru itu merasa sangat malu ,


mereka pun memulai sarapan nya , suasana di meja makan tersebut saat ini sangat ramai dengan canda dan tawa mereka , amel dan Erik pun mulai terlihat akrab sebagai teman


Setelah selesai dengan sarapan nya , akhir nya mereka pun memutuskan untuk pulang , ada tiga mobil dan tiga supir yang menunggu mereka di depan lobby hotel


ifan dan naysila menaiki mobil yang berbeda dengan aldo , tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di rumah mewah dan besar tersebut ,


ifan membawa sang istri menuju kamar nya untuk beristirahat , begitu pun Elif , Aldo dan Amel mereka menuju kamar masing masing untuk menghilangkan rasa lelah nya


-------------------


Dua Hari Kemudian


kini Aldo , Elif dan amel sedang mengantarkan Ifan dan Naysila ke bandara


mereka akan pergi ke Londen untuk berbulan madu selama satu minggu

__ADS_1


" Sayang kalian hati hati ya , semoga saat kembali nanti kalian membawa berita bahagia untuk kami " ucap elif sembil tersenyum seraya memegang lembut pipi naysila


" doakan kami ya mah , pah amel " ucap Naysilah lembut sambil tersenyum


Elif , Aldo dan amel hanya membalas dengan senyuman senang


" kakak jangan lupa oleh-oleh amel " ucap amel ke sang kakak sambil tersenyum


" iya sayang kakak gak lupa , sini peluk kakak dulu " pinta ifan seraya melebarkan tangan nya


Amel pun menghambur ke pelukan sang kakak kini mata nya sudah berkaca kaca , ifan memeluk amel dan mengecup lembut kening sang adik ,


sesungguh nya amel merasa sangat kehilangan , saat Ifan menikah Amel lah yang paling sedih , amel berpikir setelah ifan menikah ia sudah tidak bisa berdekatan dengan sang kakak , karna selama ini Amel selalu bergantung pada Ifan dalam bentuk apa pun , Amel juga dekat dengan sang papah tapi ia lebih dekat dengan sang kakak


Elif dan aldo tak henti henti menasehati anak bungsu nya mereka selalu menenangkan Amel , karna saat menjelang pernikahan ifan , amel selalu bersedih saat itu ia sudah jarang ketemu sang kakak , mangkan nya itu yang membuat Amel bersedih , Aldo dan Elif sengaja tidak memberitahu kan nya pada ifan karna takut ia akan akan kepikiran tentang adik nya


" kami berangkat ya " pamit ifan dan naysila pada Elif Aldo dan Amel seraya berjalan masuk


setelah melihat ifan dan naysila menjauh dari pandangan nya , mereka bertiga pun memutus kan untuk pulang ke rumah ,


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2