
SEBULAN KEMUDIAN ..
Aldo sudah mengurus permasalahan nya dengan Friska tadi nya Friska tidak henti-hentinya membujuk Aldo agar tidak memutuskan hubungan nya , tapi Aldo lebih dulu membungkam mulut Friska hingga wanita tersebut tidak bisa berkutik sama sekali .
*flashback on
saat Aldo berada di dalam ruangan nya tiba-tiba pintu ruangan Aldo terbuka hingga membuat Aldo menatap kearah pintu tersebut , Aldo pun melihat ada seorang wanita berjalan lenggang ke arah nya namun Aldo yang melihat wanita tersebut merasa sangat sangat jijik sebagai pria wanita tersebut tak lain adalah Friska .
" maaf Pak saya sudah melarang Nona Friska untuk masuk , tapi beliau tetap memaksa untuk masuk " ucap Merry menjelaskan
Elif yang berada di meja nya hanya terdiam tidak bersuara walau pun sebenar nya ia sangat penasaran dengan hal tersebut.
" siapa wanita itu , apa dia pacarnya Aldo tapikan Aldo bilang dia ga punya pacar lagi " ucap Elif dalam hati bertanya tanya
" tidak apa-apa Merry , kamu boleh keluar sekarang " suruh Aldo pada merry
Merry pun keluar dan menutup pintu tersebut lalu duduk di bangku nya kembali di sebelah Elif .
" hufh " Merry membuang nafas nya pelas hingga membuat Elif penasaran dan bertanya pada Merry
" kak wanita itu sebenar nya siapa ..? " tanya Elif penasaran dengan suara pelan
" itu mantan pacar nya Pak Aldo dia gak terima di putuskan sama pak aldo , emang gak tau malu banget tuh cewek " ucap Merry pelan takut ada yang dengar seraya mengelus-ngelus perutnya
" ohh " sahut Elif singkat
__ADS_1
" sukurlah kalo cuma mantan " ucap Elif senang dalam hati
*****
di dalam ruang Aldo
Friska sedang marah-marah pada Aldo namun Aldo tidak menghiraukan nya Aldo tetep bekerja dan menatap ke arah laptopnya tanpa menghiraukan keberadaan Friska.
" Aldo aku gak terima ya kamu putusin aku kaya gini , aku ga mau putus sama kamu sayang " ucap Friska dengan suara dibuat manja
" Kenapa kamu ga mau putus sama aku , apa karna uang aku yang belum habis kamu kuras " jawab Aldo dengan tenang
" kamu ngomong apa si sayang " tanya Friska pura pura tidak paham
" kamu ga usah pura - pura aku sudah tau semua nya apa perlu aku tunjukkin bukti nya ke kamu biar kamu berhenti mengganggu kehidupan aku , mungkin kamu akan malu atau mungkin banyak orang yang akan memandang kamu dengan sangat rendah " ucap Aldo panjang lebar masih dengan sikap tenang nya
Friska hanya terdiam ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi lalu Friska pun pergi dengan sangat marah hingga menutup pintu dengan sangat kencang hingga membuat Elif dan Merry terkejut melihat nya.
sedangkan Aldo hanya kembali bekerja tanpa melihat ke arah pintu tersebut.
flashback off
****
DI KANTOR...
__ADS_1
Kini Elif sudah bekerja hampir sebulan di kantor tersebut ia pun sudah bisa di lepas sendiri oleh Merry , kerja nya yang tekun dan bagus membuat Merry tidak repot - repot untuk mengajari Elif dan kini tibalah saat nya Merry mengundurkan diri dari pekerjaan nya karna kandungan Merry saat ini semakin membesar. Merry pun masuk ke dalam ruangan Aldo.
" permisi pak " ucap Merry
" ada apa Merry ? " tanya Aldo seraya menyuruh Merry untuk duduk
" saya mau memberitahu pengunduran diri saya pak " ucap Merry yang sudah duduk di depan Aldo , Aldo pun menatap ke arah Merry
" gimana kerja Elif selama sebulan ini ? " tanya Aldo pada Merry
" kerjanya bagus Pak , dia juga cepat tangkap jadi saya sudah bisa melepas Elif sendri " ucap Merry menjelaskan
" oke kalo memang begitu , saya sangat berterimakasih sama kamu Merry karena sudah mau mengajarkan Elif " Merry pun membalas dengan senyuman ramah nya
" ini laporan pesangon kamu , kamu bisa langsung ke ruangan manajer keuangan " ucap aldo sambil memberi amplop putih pada Merry
" baik pak , terimakasih kasih sebelumnya , maaf kalo saya pernah ada salah selama saya bekerja di sini " ucap merry sambil menjabarkan tangan nya pada Aldo
" iya Merry , sama-sama " balas Aldo dengan senyuman ramah
selama sebulan ini juga hubungan Elif dan Aldo sangat baik Elif sering makan siang di rumah Aldo dan Ifan bisa di bilang seperti teman dekat untuk saat ini , mereka masih saling memendam perasaan masing masing
Elif yang masih agak minder dengan status nya sebagai karyawan memilih untuk menyimpan perasaan suka nya diam-diam
tapi lain hal nya dengan Aldo , Aldo malah lebih sering mendekati Elif seolah tidak mau melepaskan Elif Aldo juga sering beralasan menyangkut tentang Ifan untuk berdekatan dengan Elif .
__ADS_1
...............
bersambung