DUDA PEMIKAT HATI

DUDA PEMIKAT HATI
BONUS PART DPH


__ADS_3

Dirumah..


Saat itu Aldo baru saja pulang dari kantor nya , ia melihat sang istri berdiri di depan pintu tidak seperti biasa nya


"Sayang kamu lagi apa di sini " tanya nya heran


" sayang anak anak belum pulang jam Segini , Aku khawatir , di telepon juga enggak di angkat " ucap nya cemas


" ya udah kita tunggu nya di dalam ya " ucap Aldo seraya membawa Elif masuk


Elif pun menuruti nya , tak berapa lama Elif dan Aldo masuk , tiba tiba mobil Ifan pun tiba di pekarangan Rumah , sebelum turun ifan menahan Amel


" dek jangan bilang masalah tadi sama mamah papah ya " ucap nya


" iya ka beres " sahut nya


mereka pun masuk kedalaman , saat masuk mereka melihat Aldo dan Elif sedang di ruang tamu


" Mamah , papah " teriak amel


elif pun langsung berdiri setelah melihat anak-anak nya datang , sedang kan Aldo masih terduduk di sofa


" Sayang kalian dari mana aja , kenapa baru pada pulang jam segimi, mamah khawatir " ucap nya sambil mencium kening keduanya anak nya


" tadi abis nengokin teman mah di rumah sakit " ucap Ifan


" Ya tuhan , sayang besok - besok kasih kabar ke Mamah kalo telat pulang biar mamah ga khawatir , di telpon juga ga di angkat " ucap Elif pada ifan karena Amel sudah lari menuju ke papah nya


" iya mah ifan janji " ucap nya sambil tersenyum

__ADS_1


mereka pun berjalan menuju ke arah Amel dan Aldo , dua orang tersebut sedang asik berbincang


" Pah " sapa ifan sambil duduk


" Hai nak " sahut Nya sambil tersenyum


" Kalian berdua sukses ya bikin mamah kalian khawatir " ucap Aldo pada kedua anak nya yg sudah duduk


Amel dan ifan hanya tersenyum ,


" Maaf mah " ucap mereka seraya mencium pipi Elif bersamaan


Aldo hanya tersenyum bahagia melihat kedua anak nya yg sudah besar - besar , tapi bagi Elif mereka masih lah anak kecil kesayangan nya


" kalian jangan ulangi lagi ya , tadi perasan mamah tuh ga tenang , terutama ke kamu ifan , mamah khawatir takut kalian kenapa-kenapa " ucap nya lembut


meskipun Elif bukan ibu kandung ifan tetapi tetap saja naluri seorang ibu terhadap anak yang di urus nya sejak kecil pasti ada ,


------------------------


Tiga hari kemudian ....


Saat ini ifan sedang berada di rumah sakit , ia selalu menyempatkan datang untuk menjenguk Nay


kini Nay sudah di perboleh kan untuk pulang dan ifan akan mengantar Nay dan Ibu pulang ke rumah nya


Awal nya Naysila dan Ibu sempat menolak tawaran ifan karena mereka merasa aga malu , karena ifan sudah banyak membantu mereka


Tapi ifan tetap bersikeras mau mengantar kan Nay dan ibu nya untuk pulang , dan akhirnya Nay dan ibu nya pun menyerah mereka hanya pasrah saja

__ADS_1


Naysila bukan terlahir dari keluarga kaya dan terpandang melainkan hanya keluarga biasa ya terbilang sederhana , rumah Nay pun tidak sebesar rumah Ifan tapi cukup nyaman untuk tiga orang , Nay adalah anak yatim ayah nya sudah meninggal karna sakit


setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sudah sampai di rumah Nay


" Nak ifan mari mampir dulu " ajak ibu Ayu


" Iya tante terimakasih " ucap nya ramah


kini ibu ayu, ifan dan Nay pun masuk kedalaman , saat itu rumah terlihat sepi karna Erik sedang sekolah


Ibu ayu pun membawa Nay masuk ke kamar nya sedang kan ifan duduk di depan ,


tak berapa lama ibu Nay pun keluar dengan membawa segelas air


" nak ifan silakan di minum maaf hanya bisa menyediakan ini " ucap nya sambil meletakkan gelas di meja


" tidak perlu repot repot tante " ucap nya ramah


Mereka pun berbincang-bincang


tak lama kemudian ifan pamit karna ada urusan di kantor papah nya


urusan nya dengan Nay pun terselesaikan , tapi ifan merasa ada yang tidak beres dengat hati nya , Ifan sendiri tidak tau kenapa......


"


"


"

__ADS_1


__ADS_2