
Di rumah Aldo ....
Ifan masih berada di sofanya , ia masih saja menangis kini muka nya sudah terlihat sangat merah bibi dan pengasuh pun merayu ifan tapi ia tetap tidak mau sama sekali , ifan masih menangis dan memanggil manggil-manggil mamah nya
" Den Ifan ayo makan kalo Den Ifan gak makan nanti Mamah cantik nya sedih " ucap si Bibi membujuk majikan kecilnya
ifan hanya terdiam dan terus menangis , ia tidak menjawab ucapan pengasuh nya sampai tiba tiba sang supir pun masuk .
" Bi di suruh Tuan untuk siapin baju Tuan sama Non Elif " ucap sang supir pada Bibi
" ah iya iya " jawab Bibi dan berlalu kelantai atas
" Den Ifan mau ikut bapak gak ke rumah sakit ? " tanya si supir pada anak majikan nya
" ifan mau pak " ucap Ifan dengan cepat
" ya sudah sekarang Den Ifan mandi dulu dan sarapan ya , nanti bapak ajak ke rumah sakit " ucap sang supir
ifan pun langsung minta di mandikan oleh pengasuh nya dan tak butuh waktu lama kini ia sudah terlihat tampan , setelah selesai mandi Ifan pun pergi sarapan dengan terburu-buru karena Ifan tidak mau di tinggal lagi pikir nya .
" Ifan udah siap pa " ucap Ifan kepada si supir , supir pun menuntun ifan menuju mobilnya
" pak apa Mamah baik-baik saja ? " tanya nya polos
" Bapak gak tau Den , semoga saja Mamah Den Ifan cepat sembuh " tutur sang supir lembut
ifan pun terdiam dan menunduk lesu , setelah beberapa menit akhir nya mereka pun sampai di rumah sakit .
sang supir menuntun Ifan dan membawakan tas nya mereka langsung menuju kamar majikan nya.
Di kamar Elif ...
Kini Aldo sedang menyuapi Elif makan karna sejak tadi Elif belum makan sama sekali .
__ADS_1
" Makan yang banyak ya sayang " suruh Aldo sambil menyuapi Elif
" Aldo apa kamu udah makan " tanya Elif
" nanti aku makan , setelah kamu selesai makan " ucap Aldo lembut
" Sayang kamu juga harus makan , kamu ngurusin aku yang sakit nanti kamu malah ikutan sakit " ucap Elif khawatir
" Sayang kamu tenang aja , nanti aku bakal makan kok " ucap Aldo lembut meyakinkan sang istri
saat mereka sedang berbincang - bincang
tiba tiba pintu terbuka hingga membuat Elif dan Aldo menatap kearah pintu tersebut
" Mamah " teriak Ifan sambil menangis dan berlari ke arah ranjang Elif
Aldo pun langsung menggendong ifan dan menduduki nya di ranjang Elif lalu Aldo mengambil barang yang di berikan sang supir , sang supir pun langsung pamit pergi .
" Sayang , anak mamah kenapa nangis ? " tanya Elif
" Ifan takut Mamah kenapa-kenapa " ucap Ifan masih menangis di pelukan Elif
" Sayang Mamah gak kenapa-kenapa , nih liat mamah udah sembuh kok " ucap Elif menenangkan ifan
ifan pun melihat kearah Elif dengan mata nya yang sembab dan muka nya yang merah karena menangis.
" Ifan gak mau Mamah sakit , ifan takut mamah pergi ninggalin ifan " ucap Ifan sedih
Aldo dan Elif yang mendengar ucapan anak nya pun ikut bersedih , Aldo berpikir betapa sayang nya Ifan pada Elif walaupun Elif bukan ibu kandung nya tapi ifan sangat menyayangi Elif
" Sayang Mamah ga akan ninggalin ifan , mamah akan menemani ifan sampai Ifan besar , hingga ifan menikah dan punya banyak anak " ucap Elif lembut sambil mencium kening , pipi kanan dan kiri ifan lalu memeluk nya dengan lembut
Aldo yang melihat nya sangat - sangat merasa bahagia ia pun langsung menghampiri istri dan anak nya lalu memeluk mereka secara bersamaan.
__ADS_1
" Sayang , Ifan udah mau jadi kakak jadi Ifan gak boleh cengeng " ucap Aldo memberitahu anak nya
" ifan mau punya adik pah , mah " ucap Ifan Langsung girang , Elif dan Aldo pun mengangguk tersenyum
" terimakasih mah , pah " ucap
Ifan dengan wajah langsung berubah ceria
Aldo dan Elif pun tersenyum senang melihat Ifan yang sangat bahagia ,
Ifan sangat girang saat tahu ia akan memiliki adik.
.
.
.
yeeeeee udah mau happy ending
tapi masih ada sambungan cerita nya ko ..
nanti di saat Elif hamil , ngidam dan melahirkan di tunggu ya 😊😊
Author juga lagi bikin novel baru nih judul nya
CINTA WANITA MALAM
jangan lupa baca juga ya
dan maaf banget kalo ceritanya agak ngawur
Â
__ADS_1