
Kaira memandangi diri nya di depan pantulan cermin jantungnya berdetak sangat kencang,Rasa bahagia menjalar ke seluruh tubuh nya, ia masih belum percaya jika didalam cermin itu adalah dirinya yang sudah mengenakan gaun yang sangat indah yang langsung dipilihkan oleh Calon Suaminya.
"Kamu cantik sekali kai.." Desi menatap terpesona kearah sepupunya yang terlihat sangat cantik malam ini.
kaira hanya tersipu malu didepan Desi.
" Des. Apa keputusanku ini benar?" lirih kaira,Dari sorot mata nya masih menyimpan keraguan didalam dirinya untuk menerima lamaran kaysan.
Desi meraih jemari sepupunya itu, menggenggam lalu menggeleng pelan disertai senyum tipis di sudut bibirnya, "yang kau lakukan sudah benar kai, Berbahagialah. kak kaysan sangat mencintaimu
Kaira Nampak berkaca kaca ia sangat beruntung memiliki saudara seperti Desi yang selalu ada untuknya.
"Sudah sudah jangan nangis lagi Nanti make up nya luntur." Celetuk Desi berusaha mencairkan suasana
Suara ketukan pintu mengagetkan mereka, mama Risa masuk dengan senyum mengembang melihat Anaknya yang sudah cantik
__ADS_1
"Kau cantik sekali sayang. "Puji mamanya
"Terimakasih ma." Kaira Nampak malu malu
"Mereka keluar dari kamar melangkah kearah ruang tamu dimana Tamu spesial nya sudah menunggu.
"Tatapan kaysan tak lepas dari wanita yang terlihat sangat sempurna dimatanya sedang menghampiri nya, ia masih tak percaya jika gadis remaja yang baru ia kenal akan menjadi pendamping hidup nya,
Kaira duduk di depan kaysan dengan rasa gugup yang luar biasa .
"Biasa aja kali Natapnya," Bisik mama Dina saat melihat putranya tak berkedip menatap gadis didepannya itu.
Setelah acara lamarannya selesai kini keluarga kaysan meninggalkan rumah kaira, dengan kesepakatan mereka akan menggelar resepsi pernikahan 2 Minggu lagi.
Saat ini hati kaysan berbunga bunga begitu juga dengan kaira, Senyumnya tak pernah lepas dari bibir Nya.
__ADS_1
pertemuan singkatnya dengan pria yang sudah berstatus duda itu, akan membawanya kesebuah pernikahan.
Ijab Qabul nya akan diselenggarakan di kediaman kaira sementara Resepsi pernikahan nya akan digelar di hotel milik kaysan di kota tempat tinggal kaysan.
Seminggu berlalu semua persiapannya sudah dilakukan oleh WO yang kaysan tunjuk. Kaysan pun masih sibuk dengan pekerjaan nya ia akan menyelesaikan semua nya Sebelum hari H.
"Sayang. mama Risa masuk kekamar Kaira Melihat Anaknya yang masih berbaring ditempat tidur, Mama Risa menghampiri akan membangunkan Kaira karna jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Begitu ia menyibakkan selimutnya Mama Risa terkejut melihat anaknya sudah menggigil di dalam selimut bahkan hidungnya sudah mengeluarkan darah.
Ya Allah kaira.. kamu kenapa sayang," mama Riza panik melihat keadaan kaira Sekarang dan berusaha menenangkan diri nya kemudian menghubungi Desi, untuk membantunya membawa kaira kerumah sakit.
Setengah jam lamanya kaira di tangani oleh dokter Namun dokternya pun tak kunjung keluar dari ruang pemeriksaan. Mama Risa sudah menunggu dengan Raut wajah cemasnya di dampingi oleh mamanya Desi.
"Kamu yang sabar RIS..Anakmu akan baik baik saja," Mama Desi menggenggam tangan Adik iparnya itu memberinya sedikit ketenangan, ia dapat merasakan kecemasan adik iparnya itu.
__ADS_1
"Aku takut Mba, Aku hanya memiliki kaira saja bagaimana jika dia juga meninggalkanku,"lirih mama Risa tak bisa membendung air matanya lagi.
"Hus.! kamu tuh ngomong Apa sih, kaira pasti sembuh", Ucapan mama Desi seakan memberinya sedikit harapan untuk kesembuhan putrinya, meskipun ia tau penyakit Putrinya sudah parah.