
Kehamilan kaira sudah memasuki bulan ke tiga. Tak ada drama ngidam yang dilakukan oleh kaira. di kehamilan kaira hanya Nafsu makannya yang bertambah membuat berat badannya semakin bertambah
Kaira mengamati penampilan nya saat ini didepan cermin yang semakin melebar . Ada rasa minder yang dirasakan kaira , Matanya Nampak berkaca kaca Rasa takut merasuk ke dalam dirinya , takut jika suaminya akan berpaling
"Sayang.." panggil kaysan menghampiri istrinya yang masih mematung didepan cermin
Merasa tak ada sahutan kaysan mendekati lebih dekat Istrinya.
" kak. kalau badanku tambah montok Apa Aku sudah tidak cantik lagi?" Tanya kaira dengan suara pelan nyaris tak bersuara
" Kamu akan tetap terlihat cantik di mataku sayang, tak ada yang bisa menggantikan mu. "Disini! "Tunjuk kaysan kedadanya
"kakak bohong.!" kaira memanyungkan bibirnya
"kok, bohong sih, Bagiku kau yang tercantik diantara banyaknya wanita di muka bumi ini." Sahut kaysan membujuk istrinya yang sedang merajuk.
Bisa bisa gagal rencana kaysan malam ini jika kaira masih merajuk, Malam ini lah saatnya untuk menjenguk calon baby Nya." pikiran kotor kaysan terus membelenggunya. kaysan tersenyum mesum kearah Istrinya.
"Apalagi goyangan kamu sayang. Aku tidak bisa berpaling darimu" goda kaysan Menciptakan semburan merah di pipi kaira
__ADS_1
" Sayang. malam ini kamu persiapkan yang istimewa untukku ya..!? Aku ingin menjenguk Dede bayi" pinta kaysan dengan Suara serak menahan Nafsunya yang sudah beberapa bulan ini berpuasa Akibat kandungan istrinya lemah membuat kaysan harus berpuasa selama 3 bulan.
Dengan wajah malu malu Kaira mengangguk pelan.
Jika saja kaysan tidak ada meeting penting hari ini maka ia akan tinggal di rumah menghabiskan waktu bersama istri tercintanya.
"Ayo sayang. kita sarapan dulu" Ajak kaysan kemudian melangkah keluar kamar sembari menggandeng tangan istrinya
Mereka sampai di meja makan disana sudah ada Mama Dina bersama Mama Risa menunggu mereka . Semenjak kehamilan menantunya Mama Dina sering datang berkunjung kerumah Putranya hanya sekedar ingin melihat keadaan menantunya.
"Pagi Mama." sapa Kaira bergabung dengan mereka.
"Alhamdulillah Mah, Dedek nya gak rewel cuma Porsi makan nya bertambah" lirih kaira dengan raut wajah sendu.
" Harus begitu sayang biar Dedek Nya berkembang dengan baik didalam ." Mama Risa mencoba menenangkan Putrinya
"Iya. kamu harus makan yang banyak, gak usah mikirin badan kamu yang semakin melar yang penting cucuku sehat.
"kaira takut mah kalau Aku akan melirik wanita lain." kaysan terkekeh kecil Menatap sekilas kearah Istrinya
__ADS_1
"jangan takut sayang, kalau sampai suamimu melirik wanita lain, Mama yang akan memotong Anu Nya." seru mama Dina menatap sengit kearah putranya.
"gak lah Aku kan cintanya sama kaira mah, gak bakalan lirik wanita lain."
" Sayang , makan yang banyak ya, gak apa apa badan kamu melar kamu tetap cantik kok." bujuk kaysan melihat raut wajah istrinya sedari tadi cemberut
"Udah dong manyung nya " Bujuk kaysan sekali lagi
"Iya. Jawabnya singkat
"Senyum dong."
Kaira tersenyum sedikit terpaksa entah kenapa di kehamilan Nya ini membuat nya jadi sensitif terkadang merasa cemburuan jika melihat suaminya bersama perempuan lain.
"Aku berangkat ya." pamit kaysan beranjak dari duduknya tak lupa melayangkan kecupan singkat dikening istrinya
" Ingat jangan dekat dekat dengan perempuan." Ancam kaira.
"Iya sayang."
__ADS_1