
Kini kehidupan kaysan pun semakin bahagia bersama istri tercintanya. Mereka baru saja keluar dari ruangan Dokter, senyum Kaysan tak pernah hilang semenjak keluar dari ruangan dokter. Bagaimana tidak Istrinya sudah dinyatakan sembuh setelah melakukan operasi transplantasi sum sum tulang belakang.
Mobil pun membelai jalan raya meninggalkan halaman rumah sakit Reno dengan setia mengantar Tuan nya kemanapun.
"Ren. Kita kerumah Mama "Entah kenapa hari ini Aku kangen sama Mama" Gumam kaysan
" Sayang. Malam ini kita nginap di Rumah Mama saja." Usul kaira Namun dengan cepat kaysan menolak Ajakan Istrinya
Bisa bisa gagal Mengarungi lautan percintaan bersama istrinya kalau Malam ini mereka bermalam di rumah Mama nya, " ia sudah bersabar selama sebulan untuk tidak menyentuh istrinya dan sekarang lah saatnya untuk buka puasa " pikir kaysan
" Jangan sayang. Bisa bisa Malam ini kita gagal membuat Adonan." cerocos kaysan tanpa dosa membuat kerutan di dahi kaira.
"Kakak mau buat Adonan?" Tanya kaira dengan polosnya
Sementara Reno yang menyetir sudah mengatupkan bibirnya menahan tawa. istri bosnya benar benar gadis yang sangat polos "pikir Reno
"Iya. "Jawab kaysan sedikit melemas menatap istrinya yang teramat polos menurutnya" kita akan membuat Adonan bersama" tambah kaysan lagi dengan seringai liciknya
Diam tak ada sahutan mereka larut dalam pikirannya sendiri, hingga detik kemudian Suara tawa Reno pun sudah tak tertahan saat Istri tuannya tiba tiba Menyahut.
"Kita buat Adonan Apa Sayang. Mau buat Donat Atau kue kering" Tanya Kaira membuat kaysan mendengus kesal.
" Kue Basah." Ketus Kaysan menatap tajam kedepan ke kaca spion Menatap sengit Asisten pribadinya.
" Emang kue basah seper....
Belum juga selesai ucapannya kaysan sudah menyela." Sudah lebih baik kamu diam sayang, pertanyaan mu membuatku semakin pusing" Keluh kaysan memijit pelipisnya
"Sayang.." Panggil kaira sembari merebahkan kepalanya di dada bidang Suaminya
"Hme..." jawab kaysan dengan deheman
" Kapan kita juga akan buat Baby kecil yang lucu, kata orang kalau sudah nikah kan, Mereka akan punya Dedek. kita kok nggak..?" pertanyaan kaira membuat kaysan tersendat ludahnya sendiri, sembari menepuk jidatnya "Nah ini dia yang aku maksud membuat Adonan istriku yang polos" Gerutu kaysan yang hanya bisa ia ucapkan dalam hati
Kembali Reno ingin tertawa Namun cepat kaysan melayangkan tatapan tajamnya lewat kaca spion. Membuat Reno jadi diam tak berkutik.
__ADS_1
"Makanya kalau kita ingin segera memiliki Dedek kecil, Malam ini kita gak usah bermalam dirumah Mama." Saran kaysan
" Begitu ya kak."
" kaysan hanya mengangguk kan kepalanya dengan seringai liciknya.
Mobil pun sampai dihalaman rumah mewah kedua orang tuanya. kaysan Turun bersama dengan istrinya saat Reno membukakan pintu untuk mereka.
"Assalamualaikum "Ma." sapa kaira langsung disambut pelukan hangat oleh Mama mertuanya
"Walaaikumsalam salam" sayang.
"Tumben kalian Mampir, biasanya juga kalian lupa sama Mama " Sindir mama dina melirik sekilas ke arah putra Nya
"Maaf Mah. kak kaysan lagi sibuk jadi gak sempat deh main kesini." keluh kaira
"Ya. sudah, kalau begitu malam ini kalian nginap saja disini." usul Mama Dina Tersenyum mengejek kearah putranya
kaysan sudah was was, Menatap kearah Istrinya seolah memberi kode untuk menolak Namun apalah daya Otak kaira tak sampai untuk mengerti isyarat dari suaminya membuat kaysan langsung melemas.
"Iya, Mah." Bolehkan sayang ?" Tanya kaira pada suaminya dengan mata berbinar.
"Dia kenapa.?" Tanya Mama Dina heran
"Gak tau Mah." kaira menatap kearah suaminya yang tengah duduk bersandar di sofa ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.
" Gak usah hiraukan dia sayang yang penting Malam ini kalian harus bermalam disini." Tegas mama Dina
"Iya mah." Sahut kaira tersenyum kearah Mertuanya
" Kay, "kalian tidak berencana pergi bulan madu.?" Tanya Mama Dina yang kini sudah bergabung di ruang keluarga
kaysan mengangkat kepalanya menatap kearah mamanya dengan serius, mulutnya melengkung membentuk senyuman, ucapan mamanya membuatnya semangat kembali.
" Tumben kok mama jadi ngedukung Aku sih.? " Seru kaysan dengan senyum mengembang Namun detik itu juga senyuman nya redup seketika saat Mama Dina mengucapkan kata kata membuat Kaysan kembali murung.
__ADS_1
" Siapa yang mendukung mu, Aku hanya ingin bibit keturunanku secepatnya tumbuh di rahim kaira. " Ucap Mama Dina mengulum senyumnya saat melihat wajah kesal putranya.
"Tak apalah, kan sama sama menguntungkan bagiku, pergi bulan madu bersama istriku tercinta " pikir kaysan dalam hati.
kaysan sudah membayangkan indahnya kebersamaan nya dengan istri nya tanpa ada yang mengganggunya.
"Mah. papa mana" Tanya kaysan sedari tadi tidak melihat sosok papanya.
"Ada diruang kerjanya, papamu kan selalu begitu menomor satukan pekerjaannya dibandingkan Mama" Ucap Mama Dina pura pura menampakkan wajah sedihnya
"Siapa yang bilang papa hanya mementingkan pekerjaan papa." Suara Barito papa Danu mengagetkan mereka , Mama Dina langsung bungkam sembari menundukkan kepalanya " Mampus lah aku.!" lirih mama Dina dalam hati
" Eh papa." Mama Dina Nyengir kuda.
" Pah. Mama tadi ngomong kalau papa sedari tadi cuekin Mamah." Kaysan mulai berakting Menyudutkan mama nya, kapan lagi kan Ini kesempatan untuk balas dendam pikir kaysan dengan senyum mengejek kearah Mamanya
"jadi Mama belum puas ya tadi ?." Goda papa Danu dengan senyum mesumnya
Mama Dina gelagapan tidak tau harus bagaimana, pasalnya tadi Suaminya bagai orang kesetanan tak ada puasnya membuat seluruh tubuhnya sakit karna ulah suaminya.
Kaysan sudah menarik tangan Istrinya untuk meninggalkan kedua orang tua nya, ia tidak ingin istrinya mendengar perkataan tak berakhlak mereka,
"Ayo sayang kita kekamar saja" Bisik kaysan kemudian beranjak dari duduknya, menatap sekilas kearah mamanya seolah mengejeknya.
Ya begitulah kelakuan antara Kaysan dan mamanya mereka tak pernah Akur, saling memojokkan satu sama lain,
"Mama masih mau.!?" Papa masih kuat kok" ucapan papa Danu menciptakan semburan merah di pipi istrinya
" Pa.."Rengek Mama Dina seperti Anak ABG saja
" Tadi katanya belum puas.?" Lagi lagi papa Danu menggoda istrinya, ia merasa sangat senang melihat istrinya Malu malu tapi mau.
"Papa ih udah tua, Mesumnya kebangetan !" ketus mama Dina kemudian bangkit melangkah meninggalkan Suaminya yang sudah tertawa lepas.
begitu sampai didalam kamarnya kaysan tertawa lepas melihat wajah mamanya yang kesal terhadap Nya. kapan lagi bisa ngerjain Mamanya yang selalu membuatnya tak berkutik di depannya
__ADS_1
"Kakak kenapa.? " kaitan merasa heran melihat suaminya tertawa.
"Ah. tidak apa apa sayang Aku hanya terlalu bahagia saat ini, Ini saatnya untuk membuat Adonan Dedek bayi. sekarang sudah Aman pengganggunya tak bisa berbuat apa-apa lagi..kaysan kembali tertawa..