Duda Penasaran

Duda Penasaran
Abigail/Zakila


__ADS_3

Dengan langkah terburu buru Abigail menjemput calon istrinya di sekolahnya. Siang ini Abigail terlambat menjemput Zakila karna ia baru saja selesai mengadakan meeting penting.


Abigail sampai dipekarangan sekolah, terlihat sekolah sudah sepi lalu Abigail mengusap wajahnya kasar takut jika Zakila mendiaminya gara gara terlambat menjemput nya.


Abigail lantas turun dari mobilnya menghampiri petugas kebersihan yang bertugas membersihkan sekolah.


"Maaf pak, apa masih ada siswa didalam?" Tanya Abigail matanya nampak Mengintari setiap sudut sekolah berharap Zakila masih menunggunya


"Tidak tau juga tuan, Aku baru saja datang dan seperti nya semua siswa sudah pulang ,"Kata bapak itu


Abigail menghelang nafas berat, Kemudian berlalu dihadapan laki laki itu, matanya masih sibuk Mengintari setiap sudut sekolah


Saat akan melangkah keluar gerbang, tiba tiba Indra pendengaran nya menangkap sebuah suara memanggilnya, suara yang tak asin lagi bagi Abigail.


"Om !' Panggil Zakila saat melihat Abigail


Abigail lantas berbalik dan benar saja Zakila masih menunggunya. senyum terukir di sudut bibirnya


Abigail lantas menghampiri Zakila " Maafkan aku sayang, Aku ada meeting penting tadi jadi telat datang nya." Sesal Abigail


Zakila dapat melihat ketulusan dari calon suaminya, Zakila dapat mengerti posisi Abigail saat ini bukan cuma dirinya yang jadi prioritas utama namun masih ada pekerjaan yang membutuhkannya.


Zakila tersenyum kearah Abigail sembari menggelengkan kepalanya." Tidak apa apa kok om.

__ADS_1


"Ayo sayang kita pulang sekarang," Ajak Abigail


" Zakila gak mau pulang sekarang," Zakila menunduk tak berani mengutarakan niatnya yang masih ingin bersama calon suaminya itu.


Kening Abigail mengerut menatap calon istrinya, Mungkinkah Zakila masih ingin tinggal disekolah nya?" Pikir Abigail


"gak mau pulang?" Gumam Abigail


"Zakila mau jalan jalan sama om," Lirih Zakila dengan suara pelan nyaris tak terdengar


Abigail tersenyum melihat tingkah malu malu calon istrinya padahal jika Zakila meminta, apapun Abigail siap melakukan apa pun untuk nya jangankan jalan jalan langsung ke KUA juga boleh hehee," Abigail hanya mampu tertawa dalam hati


"Dengan senang hati sayang. Coba katakan kamu mau kemana," Tanya Abigail dengan rasa bahagianya karna Zakila sudah bisa menunjukkan sikap manjanya terhadap nya


"Kita ke pantai saja om, aku ingin melihat pemandangan disana bersama om," Rengek Zakila manja


"Siap tuan putri, Dengan senang hati aku akan mengantar kamu kemanapun kamu mau," terang Abigail


Kini mereka sudah berada di dalam mobil, mobil Abigail sudah meninggal kan pekarangan sekolah dan menuju pantai yang ingin Zakila kunjungi jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Abigail tak lupa mengabari Ayah serta bunda Zakila jika ia akan mengajak Zakila jalan jalan


****


Hari sudah sore perjalanan menuju ke pantai hanya setengah jam lamanya, Zakila turun dari mobil dengan merentangkan kedua tangannya menikmati udara segar di sore hari

__ADS_1


"Om,Ayo kesini," Teriak Zakila yang sudah jauh kedepan meninggalkan Abigail yang masih tertinggal di belakang


"Tunggu aku," Panggil Abigail sembari berlari kecil menghampiri Zakila hingga terjadilah kejar kejaran.


Zakila berhenti sejenak sambil menyuruh Abigail untuk berhenti dari tempatnya, Stop! ," Zakila terlihat mengatur nafas kemudian beralih menatap kearah Abigail yang sudah berdiri dari jarak tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri


"Om harus dengar baik baik, karna aku akan mengatakan cuma sekali tidak akan mengulanginya,"Ucap Zakila masih mengatur nafasnya ia masih ngos-ngosan habis berlari tadi


Abigail terlihat antusias menunggu apa yang ingin calon istrinya katakan.


"Mas Abigail Aku Mencintaimu," Teriak Zakila dengan suara keras


Abigail membatu ditempatnya ucapan Zakila barusan seolah membuat kesadarannya mendadak hilang, Ini untuk pertama kalinya Zakila mengutarakan isi hatinya dan Abigail sangat menyukai hal, Abigail juga merasa senang karna Zakila sudah tidak memanggil nya dengan sebutan om


Perlahan langkah kaki Abigail semakin mendekat kearah Zakila, tatapan tak pernah lepas dari wajah sang pujaan hati, Abigail tak dapat membendung rasa bahagianya saat ini hingga ia melupakan janji nya untuk tidak mencium Zakila sebelum mereka sah menjadi suami istri.


Namun seolah tak peduli Abigail langsung melayang kan ciuman singkat di bibir dan kening Zakila membuat gadis itu membulatkan matanya lebar lebar serangan mendadak Abigail membuatnya syok


"Mas," Rengek Zakila manja


"Maaf sayang, Aku terlalu bahagia hari ini," Abigail tersenyum manis kearah Zakila


"Mas harus nikahin Zakila dulu baru bisa nyosor," Tegur Zakila sembari memanyungkan bibirnya

__ADS_1


"Iya sayang, Maaf dan aku akan mempercepat pernikahan kita, besok kita harus fitting baju kamu mau kan?" Ucap Abigail dan diangguki oleh Zakila


__ADS_2