
kaysan berangkat kerja tak lupa Istrinya pun ikut, karna semenjak sembuh kaira tak ingin jauh dari suaminya.
" kak.. Beneran tidak apa apa jika Aku ikut kerja sama kakak..?" Tanya kaira saat duduk didalam mobil bersama Suaminya yang dikemudi oleh Reno.
" Gak apa apa sayang malah Aku tambah semangat. kerja sambil liat kamu" canda kaysan sambil menoel hidung kaira
tak lama kemudian mobil sampai dihalaman kantor. Kaysan turun dengan menggandeng tangan istrinya membuat para karyawan merasa iri melihatnya, bagaimana tidak Bosnya sangat tampan dengan brewoknya membuat para wanita jadi meleleh.
" Mereka sampai keruangannya. Lalu kaira duduk di sofa yang ada diruangan itu, ia tidak ingin mengganggu suaminya bekerja cukup melihatnya dari kejauhan saja ia merasa sangat senang
kaira terus menatap suaminya penuh dengan cinta, tampak kekaguman di wajahnya saat melihat suaminya begitu tampan saat serius bekerja
"Jangan menatapku seperti itu sayang." ucapan kaysan Sontak membuat kaira terkejut ia jadi salah tingkah, tersenyum menampilkan deretan giginya
kaysan mendongakkan kepalanya menatap kearah Istrinya dengan seringai liciknya. kaysan memanggil kaira mendekat, Dengan cepat Kaira berdiri menghampiri suaminya yang duduk di kursi kebesarannya.
langkah kaira sangat pelan dengan wajah sedikit diketuk membuat kaysan mengulum senyum ingin rasanya tertawa saat ini melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat lucu.
kaira berdiri di depan kaysan masih cemberut memanyungkan bibirnya.
"Aw..."Pekik kaira saat kaysan menariknya duduk di pangkuannya
" Kamu harus dihukum sayang" Bisik kaysan ditelinga kaira, membuat gadis itu merinding sendiri
"Tapi kak.."Rengek kaira
__ADS_1
Tak mendengar rengekan istrinya, kaysan sudah melayangkan ciuman manis dibibir istrinya Namun belum juga memperdalam ciumannya pintu terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu membuat mereka terperanjat ditempatnya Menatap kearah pintu.
"Mama.." Satu kata yang mampu kaysan ucapkan matanya membulat sempurna. Ancaman Mamanya tiba tiba terlintas dibenaknya." jangan menyentuh kaira sebelum kesehatan nya benar benar sepenuhnya sudah sembuh. kalau tidak...kaira Aku bawa tinggal bersama mama untuk sementara.
"Mampus dah." Gumam kaysan
langkah kaki Mama Dina terdengar sangat tegas Menghampiri mereka dengan senyum mengembang, Mama Dina terlihat tenang Namun tatapan Tajam Ia layangkan kearah putranya.
"Apa aku mengganggu kalian..?" Tanya Mama Dina sembari tersenyum mengejek disana.
Kaysan tersenyum kikuk menatap Mamanya yang semakin mendekat dan duduk tepat di depannya,
Jangan tanyakan kaira saat ini, sungguh kaira saat ini ingin bersembunyi di bawa batu besar yang tak ada yang bisa ditemukan oleh orang orang. Ia terlalu malu dengan Mama mertuanya ketahuan sedang berciuman.
"Ti-tidak mah" Sahut kaysan terbata jujur saja saat ini kaysan sudah was was akan Sikap tenang mamanya
"Mah..! "Protes kaysan
kaira perlahan bangkit dari duduknya kemudian berdiri menunduk didekat Mama mertuanya seraya meremas kuat jari nya.
Mama dina tersenyum mengejek tangannya terlipat ke dada. "Apa kau sudah lupa pesan dokter?" Ucapan mama Dina membuat Kaysan tak bisa berkata apa apa lagi.
Yang dikatakan mamanya benar dokter belum mengijinkan untuk menyentuh istrinya sampai benar benar kesehatan kaira pulih kembali.
" Maaf.." lirih kaysan nyaris tanpa suara Namun detik itu juga ia menatap kearah Mamanya seolah ingin mengatakan jika ia hanya mencium bibir istrinya.
__ADS_1
"Tapi mah...
Belum juga Kaysan melanjutkan ucapannya Mama Dina sudah menyelanya. " Kamu mau bilang itu hanya ciuman" lagi lagi ucapan mama Dina sontak membuat kaysan tercengang keheranan.
Bagaimana mungkin Mamanya tau jika ia ingin mengatakan itu"Pikir kaysan
"Tak usah banyak mikir kayak gitu." Apa kamu bisa menjamin tidak akan melakukan lebih setelah mencium istrimu..?' Mama dina terus menyudutkan kaysan hingga tak bisa berkutik lagi
Setelah mengatakan itu Mama Dina bangkit dari duduknya kemudian menatap ke arah menantu kesayangan Nya.
"Ayo sayang kita berangkat sekarang." Ajak Mama Dina
"Mah...Mau dibawa kemana istriku,"
"Kami ad janji siang ini mau jalan jalan "ya kan sayang? " Tanya mama Dina pada kaira dan dijawab Anggukan pelan
"Kok kamu gak bilang sayang." protes kaysan
"Maaf kak, Aku lupa kalau siang ini Aku sudah janji sama Mama jalan jalan." Sesal kaira
"Sudah sudah gak usah lebay. kamu mana ada waktu untuk mengajak istrimu jalan jalan, Taunya cuma mencumbui dia saja" Ucapan vulgar Mama Dina membuat semburan merah di wajah kaira Karena malu.
kaysan hanya cengengesan mendengar ucapan mamanya. Yang dikatakan Mamanya memang benar.
"Mama tapi kaira belum boleh kecapean,"
__ADS_1
Kamu tenang saja Mama hanya mengajak nya makan diluar, setelah itu kami pulang 'ya kan sayang."
"Iya kak..,' Kini kaira yang menyahut