
Abigail Bahkan meminta bantuan Jerry Ayah Zakila. Siapa yang tidak tau kemampuan Ayah Jerry Meskipun ia bukan seorang Mafia Namun ia memiliki banyak Anak buah yang bekerja dibawah tanah .
Sementara Kaysan tak bisa berpikir jernih saat ini pikirannya dipenuhi oleh Mama Dina dan istrinya, Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Abigail dan papanya ia hanya ikut bergabung dan mengikuti semua instruksi dari mereka.
Sementara ditempat berbeda disebuah rumah kosong, ruangan yang sangat sempit tak ada pencahayaan hanya Sinar bulan yang masuk di cela cela jendela ruangan itu menjadi penerang . Tepatnya berada ditengah hutang Mama Dina dan sering tengah diikat dibangku.
Kesadarannya sudah sepenuhnya kembali sejak beberapa menit yang lalu Namun ia belum tau siapa yang melakukan ini semua .
"Sayang."Panggil mama Dina pelan Melihat menantunya yang sedari tadi diam tubuhnya bergetar hebat keringat dingin membasahi keningnya, mata bengkak yang sedari tadi menangis
"Mah.." lirih kaira dengan Suara hampir tak terdengar. serin Masih terlalu takut.
" Kamu tenanglah Mereka pasti Akan menemukan kita." Sahut Mama Dina mulai menenangkan menantunya.
Meskipun terlihat tenang Namun ketahuilah saat ini Mama Dina pun sedang dilanda rasa takut Namun ia berusaha untuk menutupinya Agar kaira bisa merasa tenang.
Derap langkah perlahan memasuki ruangan sempit itu hanya dengan cahaya seadaanya sosok perempuan berdiri tepat didepan Namun wajahnya masih belum begitu jelas di penglihatan Mama dina dan kaira
perempuan itu terus berjalan dalan diam. perempuan itu berhenti tepat di bawah sinar rembulan yang masuk dicela cela jendela. Menampakkan sosok dirinya yang semakin jelas.
"Selamat datang Anakku tersayang.!" Sapa seorang perempuan setengah baya menatap tajam kearah mereka sembari senyum sinis.
"Si-siapa kamu.!" Ucap Mama Dina terbata
"Oh iya, kita belum berkenalan BESAN " perempuan itu tersenyum menyeringai seraya Menekankan kata BESAN
__ADS_1
Masih diam belum sepenuhnya mengerti perkataan perempuan didepannya, Mama Dina menatapnya tak kala sinisnya
"Saya tidak memiliki besan sepertimu." ketus Mama Dina
perempuan itu tertawa lepas sangat nyaring ditelinga Mama Dina yang Masih diam memperhatikan penampilan perempuan itu dari atas sampai kebawah. terlihat seperti Wanita berkelas, Mama Dina tau dilihat dari penampilannya perempuan didepannya bukan orang biasa.
" Saya hanya menginginkan gadis kecil itu, Jika kamu ingin pergi dari sini pergilah." tukas perempuan itu
"Jangan harap kamu bisa menyentuh menantuku." sungut Mama Dina sudah mulai emosi
Sementara kaira jangan di tanya ia terlihat semakin ketakutan, tubuhnya kembali bergetar, ia terus memutar Otaknya mencari tau siapa perempuan didepannya Namun tetap saja kaira belum pernah bertemu dengan perempuan itu.
"Kita tdk pernah ketemu sebelumnya." Akhirnya kaira angkat bicara juga setelah berperang dengan pikirannya sendiri
Kembali perempuan itu tertawa. " Kamu harus tau jika Saya Adalah Ibu tiri kamu, istri kedua Ayahmu.
Seluruh tubuh kaira Menegang terlalu sulit mempercayai perkataan perempuan itu" katakan ini tidak benar" lirih nya dengan Mata yang Nampak berkaca kaca.
"Sayangnya inilah kenyataannya. Tapi selama 8 tahun bersamanya tak sedikitpun Ayahmu melirikku Ia hanya mengingat dirimu dan Mama mu yang sialan itu." Teriak perempuan itu dengan Emosi yang sudah meledak
"Kau Bohong..!!" jerit kaira sudah tak dapat membendung air matanya
"Sayang kau Tenanglah." Mama Dina berusaha menenangkan kembali menantunya
"Lepaskan ikatan mereka Kita akan liat pertunjukan drama mereka.
__ADS_1
Kemudian para pengawal yang berjumlah 3 orang Masuk dan melepaskan ikatan mereka Mama dina langsung merengkuh tubuh menantunya
"Kau tidak Apa apa?"
" Aku baik baik saja Mah.!
Mama Dina terus mengusap usap punggung kaira dengan sayang.
" Bawa gadis itu kemari " titahnya penuh penegasan
para pengawal itupun menarik tangan kaira Namun ditahan oleh Mama Dina.
" Kalian Mau apakan Menantuku." Sentak Mama Dina
"Mah..."lirih kaira dalam Isak tangisnya saat tangannya terlepas dari tangan Mama Dina.
"Jangan Macam macam." Teriak Mama Dina saat kaira diperlakukan dengan kasar, Matanya semakin membulat sempurna saat melihat perempuan itu memegang cambuk ditangannya.
" Jangan sentuh Menantuku...!!!!" Teriak Mama Dina lagi Namun perempuan itu seakan tuli tak mengindahkan permohonan Mama dina
Saat akan melayangkan satu kali cambukan ke tabuh kaira Mama Dina dengan cepat berlari menghampiri Kaira kemudian merengkuh tubuh mungilnya dan menjadi Tameng sebelum cambukan itu mendarat di tubuh kaira,
Mama Dina sangat menjaga Kaira Apa lagi saat ini Ada calon cucunya yang tumbuh di rahim Menantunya
"Aaaa..." Teriak Mama Dina saat tubuhnya merasakan perih Akibat cambukan dari perempuan itu
__ADS_1
"Mama..." kaira melepas pelukannya kemudian meneliti setiap bagian tubuh mama Dina " Ma. Mama tidak apa apa? " tanya kaira khawatir
"Mama tidak Apa apa sayang. " Ringis Mama Dina berusaha untuk tersenyum Agar kaira tidak terlalu panik.