
Keheningan tercipta dari keduanya saat Abigail mengantar Zakila pulang
Masih dalam diamnya Zakila masih enggang membuka suara, Ia masih tak terima dengan perbuatan Abigail tadi.
"Sayang. " Panggil Abigail sambil fokus mengendarai mobil nya
Zakila tak bergeming, masih diam. membuat Abigail menghelang nafas panjang
Abigail menghentikan mobilnya dipinggir jalan kemudian menghadap kearah gadis yang sedari tadi mendiaminya.
"Dengar baik baik.!" Abigail menjedah ucapannya berusaha mencari kata yang tepat untuk mengatakan kepada gadis dihadapanya itu.
"Kita akan menikah sebentar lagi, dan untuk yang tadi Aku minta maaf." Ucap Abigail tulus
Zakila menatap Abigail mencari keseriusan disana. " Baiklah, "Zakila menarik nafas panjang lalu kembali membalas tatapan pria didepannya
"Kapan om akan menikahi ku.'
Abigail tersenyum, Gadis didepannya ini benar benar membuatnya gemmes sendiri. Ia lantas melajukan kembali mobilnya tanpa mau menjawab pertanyaan pujaan hatinya.
Mobil sampai dihalaman rumah mewah Zakila, Abigail turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Zakila.
Mereka disambut hangat oleh kedua orang tua Zakila.
"Nak Abigail gak masuk dulu.?"
"Gak usah Bun, Aku langsung pulang."
Aliyah bunda Zakila hanya mengangguk sambil tersenyum
"Hati Hati.!
Abigail tersenyum mengangguk Menatap Calon istrinya yang hanya diam.
*****
Abigail sampai dikediaman Kaysan, pandangan yang sangat mengharukan melihat Adik iparnya tengah membujuk Adiknya untuk makan dengan cara menyuapinya.
"Assalamualaikum"
Salam Abigail begitu sampai di ruang makan
"Walaikusalam"
Jawab mereka serempak.
Mata Kaira berbinar seketika melihat kakaknya. "Sayang. Aku mau makan disuapi sama kak Abigail." Seru Kaira sembari menunggu kakaknya sampai di meja makan
Kaysan menarik nafasnya, Jika tau begini mungkin sudah sedari tadi ia menelpon kakak iparnya.
"Dengan senang hati sayang." Sahut Abigail kemudian duduk didekat Adiknya.
__ADS_1
kaysan mendengus kesal pemandangan didepannya membuat matanya terasa panas, meskipun mereka kakak beradik tetap saja rasa cemburu itu ada.
"Sayang.Biar aku saja yang suapi kamu." Pinta Kaysan dengan setengah memohon
"Sayang, Tapi Dedek bayinya yang mau loh disuapi Sama pamannya." Sahut Kaira Antusias menerima suapan dari kakaknya.
Abigail tersenyum menyeringai kearah Adik iparnya yang sedari tadi mendengus kesal kearahnya, seolah Abigail ingin memanas manasi Adik iparnya itu.
"Besok kalau kamu ingin disuapin lagi panggil kakak saja." Seru Abigail menatap kearah Adik iparnya seolah mengejeknya
"Gak usah, masih ada aku, iya, kan sayang."
Kaira gangguk
Mereka lanjut berbincang diruang keluarga setelah drama suap menyuap selesai.
Rencananya Abigail akan menyampaikan niatnya menikahi Zakila dalam waktu dekat ini.
"Saya ingin menyampaikan sesuatu, Dalam waktu dekat ini saya akan menikah dan kalian harus datang kepernikahan ku." Ujar Abigail Antusias
Mama Risa terlihat sangat bahagia mendengar perkataan putranya.
"kakak mau nikah tapi kok kakak belum pernah bawa kesini Calon kakak ipar Aku..?"
kaysan mengiyakan ucapan Istrinya
"Mama juga pengen mengenal gadis yang berhasil menaklukkan hati putraku."
" Besok, Aku akan bawa dia kesini,
kaira mengangguk mengerti.
***
Seperti janji Abigail hari ini ia akan membawa Zakila berkunjung kerumah Adik iparnya. dengan langkah kecil menuntun sang pujaan hati memasuki rumah Adik iparnya, Abigail tersenyum melihat kegugupan gadis didekatnya.
"Jangan gugup begitu. Mereka baik kok." Ujar Abigail berusaha meyakinkan Zakila
"Yang namanya ketemu calon mertua itu ya, gugup lah Om, Bagaimana jika Mama om tidak menyukaiku." lirih Zakila memanyungkan bibirnya kearah Abigail
Abigail tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, Meskipun sudah beberapa kali ia mengatakan jika semua akan baik-baik saja tetap saja Zakila seolah tak mendengarnya
"Om, Bagaimana jika Mama om menolak Aku jadi menantunya." Seru Zakila tiba tiba menghentikan langkahnya kemudian menatap Abigail dengan serius.
Abigail Menarik nafas berat, kemudian berusaha meyakinkan kembali gadis didepannya itu jika Mamanya bukanlah orang yang seperti yang Zakila pikirkan.
"Tetap saja Aku gugup om. " keluh Zakila lagi
"Bagaimana jika Mama om menolak, Kita batalkan saja ya, pernikahan ini."
Ucapan Zakila membuat Abigail merasa jengkel sendiri. Bagaimana mungkin Zakila semudah itu mengatakan hal seperti itu.
__ADS_1
"Jangan berkata seperti itu lagi Aku tidak suka, seolah kamu terpaksa menerimaku." ketus Abigail kemudian melangkah meninggalkan Zakila seorang diri yang masih mematung ditempatnya. Ada rasa bersalah didalam dirinya setelah mengucapkan kata kata itu.
Zakila masih diam sesekali melirik kearah Abigail yang hanya diam tak bersikap seperti biasa.
"Om. "Lirih Zakila pelan
Abigail hanya melirik sekilas kemudian terus melangkah mendahului zakila sembari tersenyum, Ia tak bisa marah kepada zakila perasaannya untuk gadis itu terlalu besar. Ia hanya memberinya pelajaran agar Zakila tak berkata seperti itu lagi.
"Om." Rengek Zakila manja mempercepat langkahnya untuk menyeimbangkan langakah Abigail.
Abigail menghelang nafas dalam-dalam sembari tersenyum kearah Zakila." Kamu harus percaya sama Aku, semua akan baik baik saja, jika kamu mengenal mama Risa kamu akan menyukainya.
Zakila tersenyum mengangguk, tangannya menyentuh lengan Abigail hendak memegang membuat pria dewasa itu tersenyum bahagia , Baru kali ini Zakila ingin menyentuhnya meskipun hanya menyentuhnya pelan.
"Assalamualaikum."
Abigail bersama Zakila mengucap salam begitu melihat mama Risa dan kaira sudah menunggunya di ruang keluarga.
"Walaaikumsalam"
Kaira menatap calon kakak iparnya tanpa berkedip, seolah tak percaya melihat gadis didekat kakaknya seorang gadis remaja yang masih sangat muda. " Begitulah kira kira dalam benak Zakila
Tak jauh beda dengan mama Risa, Mama Risa belum percaya sepenuhnya jika putranya akan jatuh hati dengan gadis remaja.
Zakila menyalami calon mama mertuanya dengan sopan bergantian dengan kaira.
"Kamu cantik sekali nak." Puji mama Risa pada menantunya itu, seraya mengelus hijab Zakila
Zakila tersenyum senang Ia lantas Menatap Kearah Abigail seolah mengatakan jika yang ia katakan memang benar Mama Risa sangat baik.
Abigail membalas tatapan gadis pujaannya itu tak kala bahagianya, Ternyata Calon istrinya diterima dengan baik didalam keluarga nya.
Kaysan datang dari arah belakang, Menyapa semuanya.
"Sudah lama Ab,..?"
"Baru saja.!
Kaysan mengangguk, tatapannya kini berpindah menatap gadis berhijab didekat kakak iparnya. tak beda dengan Kaira, kaysan pun tak dapat mempercayai selera kakak iparnya ternyata daun muda sama seperti nya." kaysan terkekeh kecil memikirkan itu.
"Kenalkan ini calon istriku Zakila."
Zakila menangkupkan tangannya ke dadanya. " kaysan tersenyum sembari menatap Kakak iparnya dari tatapannya seolah mengatakan jika ia tak salah pilih calon istri
" Ayo kita duduk." Ajak mama Risa
Zakila duduk didekat Mama Risa yang sedari tadi merasa nyaman didekat calon mama mertuanya.
"Kamu dapat dari mana bidadari seperti itu." Bisik Kaysan ditelinga Abigail Namun masih bisa didengar oleh Kaira.
Abigail menatap tajam kearah adik iparnya itu. seolah ia tidak suka jika ada yang memuji gadisnya.
__ADS_1