Duda Penasaran

Duda Penasaran
Semakin lengket


__ADS_3

kaysan berlari melewati lorong lorong rumah sakit setelah mendapat kabar dari calon mertuanya kaysan langsung terbang kekota xx


Dengan Rasa takut dan kekhwatiran kaysan saat ini membelenggunya, seakan meyakinkan dirinya Kaira nya akan baik baik saja. ia terus berlari kecil menuju ruangan IGD tempat kaira


"Ya Allah jangan Ambil dia dariku,


Ditengah tengah kekacauan nya kaysan terus melantunkan doa didalam hatinya untuk keselamatan Kaira,


Dengan nafas ngos-ngosan kaysan berdiri tak jauh dari ruangan Kaira, ia sudah melihat mama Risa yang menangis berlutut dibawa kaki dokter memohon agar Anaknya bisa kembali.


Tidak...tidak...katakan ini tidak benar, kaysan seakan hilang akal sehatnya, Ia terus melangkah dengan gontai seakan tak mempercayai semua ini


Tangisan mama Risa pun sudah memenuhi lorong itu, ia sudah bisa menebak jika kaira sudah pergi meninggalkannya, setitik air mata jatuh dikelopak matanya,


"Dok..Lakukan Apapun untuknya , saya mohon! " Tangis kaysan pecah .ia tak bisa hidup tanpa gadis itu,


"Maafkan kami pak."Sesal dokter itu


Hingga panggilan sister dari dalam ruangan membuat mereka Menatap kearah nya dengan penuh harap.


"Denyut jantungnya kembali Dok, Pasien masih hidup."Seru perawat yang baru saja keluar dari ruangan itu.


Dokter paruh baya itu lantas masuk kembali keruangannya untuk memeriksa kaira.


Diluar baik kaysan maupun mama Risa, Tak ada yang membuka suara mereka Berharap kaira nya selamat, Diujung kursi panjang Ada Desi bersama mamanya yang setia menemani mama Risa.


Hingga beberapa Menit berlalu Dokter Keluar dengan Raut wajah berbeda dengan yang tadi, Ada senyum yang terukir disana membuat hati Kaysan sedikit tenang.


"Pasien sudah melewati masa kritis nya, " Tutur dokter paruh baya itu.


"Terlihat kaysan menarik nafas berat nya, seolah beban sedari tadi ia pikul perlahan hilang.


" Mama Risa yang sedari tadi duduk di tengah tengah Desi dan mamanya pun ikut senang.


*


*


*


*

__ADS_1


Kaysan duduk disisi Ranjang kaira dengan menggenggam tangan mungil itu sesekali mengecupnya seolah tidak ingin kehilangan gadis itu.


Mama Risa menghampiri menepuk bahunya, kaysan hanya meliriknya sekilas sambil tersenyum pelit Lalu beralih menatap gadis itu kembali seakan tak ada puasnya memandangi kaira yang terbaring di atas ranjang.


"Istirahat lah nak kamu pasti capek, Dari tadi kamu belum istirahat ."


" Tidak apa apa Ma. Aku akan menunggunya sampai dia sadar,' Sahut kaysan tanpa mengalihkan pandangannya ke arah kaira.


Mama Risa tidak mau mengganggu calon menantunya lagi kemudian ia kembali duduk di sofa panjang yang ada di sudut ruangan itu.


Hingga suara lenguhan lemah dari Kaira, Membuat sudut bibi kaysan tertarik membentuk sebuah senyuman


"Sayang.. kau sudah bangun?," seru kaysan dengan binar mata memancarkan kebahagiaan


Kaira hanya menyahut nya dengan anggukan kepala pelan


kaysan menekan tombol yang terhubung dengan perawat, Tak butuh waktu lama Dokter beserta suster menghampiri kaira dan mulai memeriksanya, Mama risa pun Nampak sangat bahagia melihat putrinya sudah sadar


"kaysan kembali mendekat saat Dokter serta suster sudah keluar dari ruangan.


"Kak.."Panggil kaira dengan suara pelan bahkan nyaris tak terdengar.


"kenapa, Apa kau butuh sesuatu?" kaira menggeleng pelan


"Jangan terlalu banyak gerak dulu, istirahatlah Aku akan menemanimu disini.," Ucap kaysan dan dibalas senyuman manis kaira.


"Kau jangan tersenyum manis seperti itu,"kau menggodaku sayang.?" kaysan terkekeh kecil


kaira mengerucutkan bibirnya, membuat kaysan jadi gemes sendiri, sayang jika diabaikan Ia lantas mengecup singkat bibir kaira tanpa mempedulikan orang disekitarnya


"Kak.. Rajuk kaira.


Mama Risa hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah mereka.


kaira tertidur setelah selesai meminum obatnya kini kaysan sudah merasa lega begitupun juga mama Risa.


kaysan menghampiri mama Risa yang duduk di sofa panjang sambil melipat beberapa pakaian kaira untuk ditata kelemari yang sudah tersedia di dalam ruangan itu.


"Ma. "Boleh kaysan tanya sesuatu?", Kaysan terlihat memikirkan perkataan nya takut jika akan menyinggung perasaan calon mertuanya


"Ada apa nak. " Mama Risa tersenyum tulus , masih dengan kegiatan melipatnya.

__ADS_1


"Hm..! terlihat kaysan ragu untuk menyampaikan sesuatu.


"Katakan saja. Melihat keraguan dari calon menantunya iapun meyakinkan bahwa dirinya baik baik saja, Apapun yang akan kaysan tanyakan.


"Ini mengenai..."kaysan menggantung ucapannya, Takut jika sampai calon mertuanya tersinggung.


"Tidak apa apa katakan saja,"Mama Risa meyakinkannya sekali lagi.


"Ini mengenai kakak kaira, Aku ingin tau Apa memang benar jika kakak kandung kaira sudah meninggal..?" Tanya kaysan


Melihat mama Risa terdiam tak menanggapi perkataan Nya, kaysan pun merasa bersalah.


"Maafkan Saya, Ma.! Bukan maksud saya ingin ikut campur Tapi...


"Kami tidak tau sampai saat ini dia masih hidup atau tidak, Ayah kaira menutup Masalah ini karna dia tidak ingin membuatku terlalu larut dalam kesedihan, semenjak penculikan itu kami tidak tau keberadaan nya."Kata mama Risa yang sudah sesegukan mengingat putranya yang hilang 8 THN yang lalu.


"Maafkan Aku Ma.! Sudah mengingatkan Mama sama Anak mama yang hilang.


"Tidak apa apa Nak, Bagiku dia masih hidup disini, sambil meletakkan tangannya di dadanya.


Entah kenapa jika menyangkut tentang Anaknya yang hilang Mama Risa seakan tak sanggup menahan air matanya.


Kaysan sudah bisa menyimpulkan jika Kakak kaira masih hidup, dan itu Artinya Kairannya bisa sembuh jika Kakak kaira bisa di temukan, " kaysan berperan dengan pikirannya sendiri.


"Bagaimana pun caranya aku akan menemukan kakak kaira, Kau akan sembuh sayang," jerit batin kaysan


****


Sudah dua hari kaira di rawat di rumah sakit selama dua hari pula kaysan tak pernah sedikitpun meninggalkan kekasihnya itu. Ia selalu menjaganya sepanjang malam. Ia tidak ingin melewatkan sedikitpun tentang perkembangan kesehatan Kaira.


Seperti malam ini kaysan yang akan menjaga kaira sementara Mama Risa sudah kembali kerumahnya.


" Sayang. Kalau Dokter sudah mengizinkan mu pulang , Aku ingin menikahi mu secepatnya, Aku ingin membawamu berobat kedokter yang paling bagus yang ada di kota xx


" Aku terserah kakak saja, Ucap kaira seraya mempererat pelukannya,


Saat ini posisi mereka berbaring di ranjang yang sama, mereka saling berpelukan mencari kehangatan masing masing.


Betapa beruntungnya kaira saat ini dicintai oleh orang yang begitu perhatian terhadap nya.


"Jika seperti ini bisa bisa Aku khilaf Sayang." Kaysan memejamkan matanya menikmati hangatnya pelukan kaira.

__ADS_1


"kak..."Rengek kaira manja." Seolah tau Arah pembicaraan kekasihnya itu


"Iya .sayang, Aku tidak akan macam macam kok, cukup satu macam saja" kaysan terkekeh kecil Melihat wajah kaira yang sudah memerah menahan malu...


__ADS_2