Duda Penasaran

Duda Penasaran
pingsan


__ADS_3

Siang ini kaira hanya berada di dalam kamar saja entah kenapa sedari tadi ia merasa kurang enak badan. Setelah mengantar suaminya sampai didepan pintu kaira lalu kembali kekamar merebahkan dirinya.


Mama Dina pun pergi bertemu dengan teman sosialitanya,


Kaysan sudah ketar ketir Menunggu kabar dari istrinya karna sedari tadi ia sudah menghubungi istrinya Namun tak diangkat. kaysan lalu menelpon Rumah menanyakan keadaan Istrinya


"Hallo tuan.."Sapa salah satu pelayan disebrang telpon


"Bi. kairanya ada dirumah kan??"


"Ada deng sedari tadi Non kaira berada di dalam kamarnya belum keluar.


"Bi Tolong panggilkan kaira ndari tadi saya telpon tak ada jawaban


"Baik tuan.!


"Sambungan telpon terputus, pelayan itu pun hendak mengetuk pintu kamar Kaysan Namun hingga bekali kali ia mengetuk tak ada jawaban sama sekali, dengan perasaan cemas pelayan itu memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya,.


Clek...


Pintu kamar terbuka dan pandangan pelayan itu langsung tertuju kepada kaira yang sudah tergeletak dilantai .


"Non kaira.." pekik pelayan itu membuat para pelayan yang lain berlari kekamar Kaysan

__ADS_1


"Ada apa bi." Tanya Bi Susi salah satu pelayan dirumah itu


" Non kaira pingsang.


"Apa..!!


"Ayo kita angkat Non kaira ke Ranjang


"Iya bi'


***


Kaysan yang dapat kabar dari Pelayan di rumahnya jika Istrinya pingsan, ia keluar dari ruang meeting tanpa mempedulikan tatapan mata mereka yang ada diruangan itu. yang ada dipikirannya saat ini adalah istrinya.


"Ma, pa.."Kaysan masuk kekamar langsung menghampiri istrinya yang terbaring di atas ranjang


"Dokter sudah memeriksa keadaan kaira, " kata mama Dina saat melihat kekhwatiran putranya terhadap istrinya


"Terimakasih ma," ucap kaysan tanpa menoleh kearah Mamanya tatapannya terus tertuju kearah Istrinya


Di belai rambut panjang Istrinya dengan penuh cinta, Dibenaknya kaysan masih memikirkan soal kakak kandung kaira yang sampai sekarang belum ia temukan.


"kaysan terus menunggu sampai istrinya tersadar, Mama dan papa nya sudah kembali kekamarnya, kaysan masih setia memandang wajah perempuan yang sudah memberinya kehidupan yang penuh warna itu.

__ADS_1


"Kak.."Suara kaira terdengar sangat lemah ditelinga kaysan .


"Kamu sudah bangun sayang." Kaysan tersenyum hangat kearah Istrinya


"Apa ada yg sakit..??"Tanyanya lagi


Kaira hanya membalas dengan gelengan kepala membuat kaysan merasa legah sekarang.


Kaysan lalu mengambil makanan yang sudah ia siapkan sedari tadi diatas nakas.


Dengan telaten kaysan menyuapi Istrinya hingga kaira merasa tidak enak. dari tatapannya menyiratkan bahwa ia sudah tidak berguna sebagai seorang istri.


kaysan mengerti tatapan mata istrinya ia lantas membawa kaira kedalam dekapannya berusaha menenangkan lewat sebuah pelukan hangat yang mampu membuat dirinya merasa nyaman.


Kaira meresapi kehangatan Aromah Tubuh suaminya, seakan beban pikiran yang merasuki otak kecilnya menghilang begitu saja diganti oleh rasa nyaman melekat ditubuhnya.


jika saja waktu dapat berhenti kaira ingin saat ini juga waktu bisa berhenti hingga ia dapat merasakan kenyamanan yang luar biasa didekat Suaminya.


Kaysan terus mengusap usap pelan punggung istrinya ia terus memberi kenyamanan hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Istrinya saat ini.


Membuatnya nyaman berada di dekatnya.


"Sayang..! Panggil kaysan dengan suara pelan. Namun bukannya kaira melepas pelukannya ia malah mempererat pelukannya seakan tidak mau pindah dari posisi ini...

__ADS_1


__ADS_2