Duda Penasaran

Duda Penasaran
kehangatan keluarga kaysan


__ADS_3

Mereka terbangun saat pagi sudah menyapa nya Namun mereka berdua masih enggan untuk bangun setelah melakukan kegiatan panasnya semalam, membuat seluruh tubuh kaira pegal pegal, Suaminya seakan benar benar tidak ada puasnya.


Kaysan masih betah memeluk istrinya dari belakang mencari kehangatan didalam pelukannya, tangan mereka menggenggam erat.


"Sayang."Panggil kaysan yang semakin mengeratkan pelukannya


" Hm..."Kaira hanya menyahutinya dengan deheman kaira merasa sudah tidak mampu hanya sekedar untuk menyahuti suaminya


"Untuk sementara kita harus menunda dulu memiliki momongan." Perkataan kaysan membuat kaira melepas tangannya digenggaman tangannya kemudian beralih menghadap suaminya Dengan tatapan sendu kaira seolah tak ingin menunda memiliki momongan karena ia tau Suaminya sangat menginginkan nya.


"Sayang.."Suara kaysan yang sangat lembut ingin memberi penjelasan karna dari mimik muka istrinya saja yang terlihat sendu ia bisa menyimpulkan bahwa saat ini istrinya sedang dalam keadaan tidak baik baik.


"Kak..Kenapa mesti di tunda Apa aku tidak layak untuk menjadi seorang ibu..!' lirih kaira yang hampir menjatuhkan Air matanya.


"Sayang..Bukan seperti itu. Kaysan membawa kaira kedalam dekapannya berusaha mencari kata yang tepat untuk meyakinkan istri kecilnya itu.

__ADS_1


"Sayang ..kita cuma Menunda sampai kamu benar benar sembuh." kata kaysan selembut mungkin


"Kamu mau kan..??" Tanyanya lagi


"kaira terlihat mengangguk kan kepalanya, membuat sudut bibir kaysan tertarik membentuk sebuah senyuman.


***


Mama Dina sudah menunggu mereka di meja makan, terlihat papa Danu juga ada disana, kaysan keluar dari kamar dengan menggandeng tangan istri tercintanya.


"Pagi ma, pa. "Sapa kaira saat sudah berada di meja makan.


Mama Dina langsung menyambut kaira begitu hangat di meja makan itu, tak peduli bagaimana mimik wajah kaysan saat ini, melihat tingkah mamanya yang hanya peduli dengan kaira saja tak mempedulikannya sama sekali.


"Aku heran disini mana menantu mana anak kandung, aku seperti Anak tiri saja selalu di cuekin," Kaysan pura pura mendengus kesal pada namanya. Namun sebenarnya ia merasa sangat bahagia melihat kedekatan ibu dan istrinya itu

__ADS_1


."Gak usah lebay deh." Ketus mama Dina seraya mengambilkan makanan untuk kaira.


"Ma...Harusnya kaira yang layani mama, kenapa jadi mama yang layani kaira.," Protes kaira saat saat mama mertuanya melayaninya dengan baik.


"Sudahlah kai. Mama mu sangat senang dengan adanya kamu disini, dia itu sudah lama menginginkan seorang putri" Sahut papa Danu seraya menatap teduh menantunya itu.


Mama Dina tersenyum manis dan dibalas pula senyum hangat oleh kaira. Mereka berdua seakan sudah sangat akrab.


Merekapun sarapan pagi dengan penuh kehangatan dan kedamaian di dalam keluarga mereka.


"Siang ini Kaira diajak oleh mama mertuanya untuk menghadiri acara Arisa sosialita mama Dina, Kaira tampil begitu Anggun dgn pakaian yang sudah Kaysan belikan kemaren sebuah mini dress yang sangat cantik


"Sayang kamu cantik banget." Puji mama Dina saat kaira sudah berada di ruang tamu.


kaira hanya tersenyum malu malu, tapi merasa bangga juga karna dia sudah bisa membuat mama mertuanya senang seperti ini.

__ADS_1


Mereka terlihat memasuki sebuah Restoran mewah, Sebelumnya kaira sudah minta izin dengan suaminya.


"Hay..jeng Dina" Sapa salah satu teman sosialita mama dina yang paling cetar diantara mereka dengan pakaian yang serba merah menyala mulai dari baju tas sampai high heels nya pun semua merah..


__ADS_2