Duda Penasaran

Duda Penasaran
Apa kau tidak merindukanku?


__ADS_3

Mama Risa terkesima di tempatnya seluruh akal sehatnya mendadak hilang, berdiri mematung tanpa ada sepatah katapun sejak 5 Menit berlalu berdiri di ruang tamu tempat tinggal nya Begitupun kaira Kesadarannya belum sepenuhnya kembali hingga suara Lirih memanggil kata "Mama" terdengar di telinganya oleh pria berdiri kokoh di depannya.


"Mama..."Panggilnya sekali lagi Dengan suara paraunya menahan tangis yang sedari tadi ingin tumpah.


Masih tertegun ditempat nya, kelopak matanya yang sudah dibanjiri oleh air mata Mama Risa perlahan melangkah menghampiri putra yang selama ini ia Rindukan,


kepingan kepingan ingatan masih tergambar jelas diingatan wanita paruh baya itu saat pertama kali mendapat kabar jika Anaknya diculik. Seakan dunia terasa runtuh saat itu juga ketika suami nya dengan mudahnya mengatakan "ikhlaskan" Satu kata yang sampai saat ini terus menghantuinya, "Ikhlaskan Dia yang sudah pergi" Kata papa Geri kala itu, Tanpa ada rasa curiga sedikitpun Mama Risa berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya menyakinkan dirinya bahwa putranya akan hidup di lubuk hatinya terdalam Hingga beberapa bulan kemudia kembali harus mendapat sakit yang teramat dalam mendengar kabar jika suaminya kecelakaan dan meninggal di tempat kejadin dengan sangat mengenaskan sampai tidak bisa dikenali lagi.


Tangannya gememtar meraih wajah yang terlihat sangat tampan itu, Masih teringat jelas di ingatannya bagaimana dia membesarkan anaknya sampai insiden penculikan 8 THN yang lalu.


Abigail menyentuh tangan keriput mamanya Ada rasa Aneh didalam diri nya perasaan yang selama ini ia nantikan dimana bisa bertemu dengan mamanya kembali.


"Katakan ini bukan mimpi kan?" Suara Mama Risa bergetar yang nyaris tak terdengar Menatap kedua bola mata putranya yang sudah berembun, Tangannya mengintari setiap bagian wajah yang sudah ia rindukan.


"Tidak mah. Aku Damar Anak mama" lirih memegang tangan Mama nya yang sudah berada di depan wajahnya Detik berikutnya Mama Risa berhambur kepelukan Anaknya menumpahkan segala rasa yang selama ini ia simpan sendiri meskipun terlihat baik baik saja Mama Risa berusaha menutupi kesedihannya dengan senyuman terpaksa yang selama ini ia Nampak kan. kehilangan putranya menoreh luka sangat mendalam dihatinya.

__ADS_1


Tangisan mama Risa pelan-pelan mulai reda menyisahkan sesegukan saja, tak dapat membendung rasa bahagianya saat ini. Bagaimana tidak Anak yang ia anggap sudah mati berdiri kokoh di depannya


Mama Risa belum sepenuhnya percaya berharap semua ini Nyata dan buka Mimpi. Mama Risa semakin mempererat pelukannya seakan tidak mau melepasnya. hingga pandangan Abigail beralih menatap gadis kecil nan mungil berdiri tepat didepannya dengan wajah sudah dibanjiri oleh Air mata.


Seperti Mamanya. kaira pun belum sepenuhnya mempercayai semuanya terlalu sulit menggambarkan perasaannya saat ini.


"Apa kau tidak merindukanku.?" Suara bariton Abigail mengagetkan kaira yang masih tak bergeming di tempatnya.


"Kakak..." seru kaira berlari menghampiri kakaknya lalu memeluknya erat yang masih mendekap Tubuh mamanya sehingga membuat kaysan sedari tadi diam detik itu juga meneteskan air matanya melihat pemandangan di depannya, Abigail mendekap kedua wanita yang sangat penting dalam hidupnya.


****


"Bisa tidak itu tangan dilepas, dari tadi peluk Mulu, sampai mataku sakit liatnya, "Ketus Kaysan menggeser posisi duduknya meraih tubuh istrinya kedalam pelukannya..


"Sayang. Kau kejam sekali bertemu dengan kakakmu lupa sama suami sendiri." kaysan mengerucutkan bibirnya membuat kaira terkekeh geli melihat tingkah suaminya

__ADS_1


"Cih.. lebay! "Ledek Abigail tersenyum mengejek menatap Adik iparnya itu


Sementara mama Risa sudah berada di dapur menyiapkan makan siang untuk menyambut putranya yang sudah lama hilang.


" Kamu kenapa sih, Sudah ketemu dengan kakakmu lupa sama suami sendiri" Kesal kaysan terus mendekap tubuh istrinya seolah ingin memperlihatkan ke kakak iparnya jika kaira hanya miliknya.


"Kak.."Suara lirih kaira terdengar sangat pelan nyaris tak terdengar oleh mereka.


"Iya kenapa sayang.!" kaysan hanya melihat sekilas wajah istrinya kemudian mendekap lagi kali ini tak kala eratnya.


"Aku gak bisa Nafas kak." Rengek kaira dengan manjanya


Detik itu juga Kaysan melepaskan dekapannya dan dengan bodohnya ia meneliti setiap bagian tubuh istrinya dengan rasa paniknya." Kau tidak apa apa kan.?" Tanya kaysan


"Dasar bodoh! Istri mu cuma sesak b*g*, kenapa tubuhnya kau teliti." Gerutu Abigail tak habis pikir dengan Adik iparnya itu begitu posesif terhadap istrinya.

__ADS_1


"Maafkan Aku sayang.


Kali ini Abigail benar benar merasa geram melihat tingkah Suami istri di depannya, yang selalu mempertontonkan kemesraannya." Tidak tau Apa kalau didepannya ada jomblo Akut" Gerutu Abigail Ia lantas berdiri meninggalkan kedua pasutri yang di mabuk cinta itu, ia melangkah kearah dapur melihat mamanya yang sedang sibuk memasak dengan para pelayan dirumah itu.


__ADS_2