Duda Penasaran

Duda Penasaran
Numpang Sarapan


__ADS_3

Kini mereka sudah berkumpul, semua terasa begitu membahagiakan sejak pertemuan mengharukan tadi kini hanya ada rasa bahagia ditambah kehadiran Mama Dina dan papa Danu yang beberapa saat tadi datang berkunjung ke kediaman Kaysan.


"Nak Abigail eh Damar." kikuk papa Danu bingung akan memanggil apa kepada Abigail karna semenjak pergi beberapa tahun lalu. Damar mengganti Namanya menjadi Abigail.


"Abigail saja Om." Sahut Abigai dengan senyuman manisnya


" Nak Abigail tidak berencana tinggal disini? " pertanyaan papa Danu membuat Mama Risa menatap Putranya itu dengan penuh harap


Abigail menatap sekilas papa Danu kemudian menghela nafas berat, sangat ingin tinggal didekat orang orang yang menyayanginya Namun Abigail tidak ingin mengambil resiko dengan keselamatan mama dan Adiknya sebelum ia Membongkar semua kebusukan mama titinya


"Nanti OM, Jika Saya sudah menyelesaikan pekerjaan ku disana., " Abigail dapat melihat raut wajah Mamanya yang tiba tiba berubah sedih lalu ia meraih tangan itu kemudian berusaha menyakinkan Mama Risa lewat sorot matanya yang berbicara.


"Mereka berbincang hangat sampai tak terasa Malam pun datang, setelah makan Malam Abigail pamit dan berjanji kepada Mama nya akan datang lagi berkunjung. Abigail berpesan kepada kaysan agar berhati hati menjaga istrinya, karna saat ini Ibu tirinya sudah bergerak untuk mencelakai Kaira bersama mamanya. meskipun Abigail sudah menempatkan beberapa orang untuk menjaga kedua wanita yang sangat penting baginya itu Namun tetap saja kaysan juga harus berhati hati.


Begitu juga dengan Papa Danu dan mama Dina mereka pamit karna sudah larut


*


*


*


*


*

__ADS_1


Kini kaysan bersama istrinya sudah berada didalam kamar pribadinya. pandangan mata kaysan Mengintari sudut ruang kamarnya, Dan dengan bodohnya berpikir kali aja mamanya menyimpan cctv disudut kamarnya.


"Kenapa kak." Tanya kaira melihat wajah suaminya serius menatap setiap sudut kamarnya.


"Ah tidak..tidak "Kaysan gelagapan ketahuan dengan istrinya. Ia lantas berpindah keatas Ranjangnya dengan duduk Berselonjor diatas Ranjang.


"Sini..."Panggil kaysan dengan jari telunjuknya, Menatap istrinya penuh cinta


Malam ini kaysan harus menelan kekecewaannya karena ia tidak bisa melakukan yang enak enak dengan istrinya, ultimatum yang dilayangkan Mamanya terhadapnya membuatnya tak berkutik ia tidak ingin mengambil resiko jika sampai kaira Kenapa Napa, bisa bisa Mama Dina akan benar benar membawa kaira pergi dari sini.


kaysan meraih tangan istrinya saat kaira sudah berada dihadapannya, lalu kaysan mendudukkan tubuh kaira diatas pangkuannya.


kaira meremang, mata terpejam menikmati hangatnya sentuhan lembut tangan suaminya diwajahnya.


" Maafkan aku kak..


"Husst " kaysan menaruh jari telunjuk nya di depan bibir kaira menyuruh perempuan itu untuk diam.


"Ayo kita tidur, kaysan langsung mendudukkan kembali istrinya diatas Ranjang lalu ia langsung merangkak mencari posisi tidur yang baik, meskipun ada rasa kecewa terlihat dari wajahnya Namun ia juga tidak boleh egois yang hanya mementingkan diri nya sendiri.


Alis kaira terangkat sebelah tatapan heran dilayangkan ke suaminya yang sudah berbaring memunggunginya, kaira tidak tau jika saat ini suaminya sedang berusaha untuk meredakan rasa panas di dalam dirinya.


"Mungkinkah suaminya itu sedang sakit.?" Pikiran bodoh terlintas dipikiran kaira saat ini


"Kak..Panggil kaira pelan

__ADS_1


"Hm.."Kaysan hanya menjawab deheman saja


"Kakak marah sama kaira.?" Kaira menunduk matanya sudah berkaca kaca.


kaysan berbalik dan melihat istrinya sudah menunduk, Ia lantas bangkit dari tidurnya kemudian mendekap tubuh istrinya, Mendadak rasa bersalah menjalar didalam hatinya karena sudah membuat istrinya bersedih.


Kaysan menarik nafas dalam dalam guna memenuhi kebutuhan oksigen didalam dadanya yang sudah kosong.


" Maaf sayang. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih." Ucapan kaysan langsung dibalas gelengan kepala oleh kaira menatap wajah tampan Suaminya kemudian membalas pelukan suaminya .


Malam ini merekapun terlelap dalam dekapan masing masing. Meskipun tak ada Adegan panas malam ini Namun kaysan merasa sangat bahagia melihat istrinya berada di dalam dekapannya.


****


Pagi ini tidak seperti biasanya dimana hanya Ada kaysan, istri dan Mama Risa sekarang berbeda dengan kehadiran Abigail yang tiba tiba hadir di tengah tengah sarapan pagi mereka.


kaysan dan kaira datang bergandengan tangan menghampiri meja makan Namun langkah mereka terhenti saat melihat Abigail sedang menunggu mereka di meja makan. mereka saling bersitatap dari sorot mata mereka mengatakan Ada apa kakaknya kesini pagi pagi sekali.


"CK..kalian lama sekali, Aku sudah menunggu kalian setengah jam kau tau perutku sudah sangat lapar." Gerutu Abigail Menatap mereka dengan tatapan tajam


"Yak! kau ini sudah numpang, songong lagi, sayang apakah dia benar kakak kamu.? " Tanya kaysan dengan senyum mengejek.


Abigail hanya nyengir kuda, tanpa mau menanggapi perkataan Adik iparnya itu.


Mama Risa merasa sangat bahagia sekarang melihat anak anaknya bisa berkumpul lagi seperti ini. meskipun mereka masih sering melempar kata kata bernada candaan...

__ADS_1


__ADS_2