
Hingga 3 jam berlalu Dokter keluar dengan wajah lelahnya tergambar jelas diraut wajahnya pria paruh baya itu, kaysan sudah berdiri kokoh didepan pintu ruangan operasi kaira menatap penuh kearah dokter, Dokter itu lantas Menghadiahi kaysan dengan senyum seolah mengatakan jika Operasi mereka berjalan lancar.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar. "Ucapan Dokter membuat kaysan bisa bernafas legah
kaysan menarik nafas panjang kemudian mengusap wajahnya dengan kedua tangannya sembari memutar tubuhnya kesamping untuk mengurai sedikit rasa cemas didalam dirinya.
Diam beberapa saat. kaysan kembali menatap Dokter," Apa aku boleh menemuinya Dok" pinta kaysan setengah Memohon
"Boleh. setelah pasien dipindahkan ke Ruang ACU" Selah mengatakan itu dokternya pun meninggalkan tempat itu.
senyum terpancar dari sudut bibirnya mereka. Merasa legah, operasi nya berjalan lancar. kaysan menatap Ayahnya dengan senyum mengembang di bibirnya, perlahan melangkah meraih tubuh papanya kemudia ia memeluknya begitu erat Rasa bahagia kaysan seakan tak dapat ia jabarkan , melalui pelukan hangat Sang Papa membuatnya menjadi sedikit lebih tenang.
" Selamat nak, operasi istrimu berjalan lancar" Ucap mama Risa menatap menantunya dengan mata berkaca kaca
kaysan lantas memeluk erat Mama mertuanya menumpahkan segala rasa bahagianya, perjuangannya kini membuahkan hasil.
__ADS_1
*****
2 Minggu berlalu Hari ini kaira sudah di perbolehkan pulang kondisinya sudah membaik meskipun belum bisa terlalu banyak bergerak, selama 2 Minggu itu pula kaysan tak pernah meninggalkan istrinya sedikit pun, urusan kantor ia serahkan ke papa Danu.
Mama Risa terlihat mengemas Beberapa pakaian kaira memasukkannya kedalam tas kecil.
"Udah siap mah." Tanya kaysan kemudian mengangkat istrinya keatas kursi roda
" Sudah Nak ayo berangkat sekarang."
30 menit perjalanan Akhirnya merekapun sampai. kaysan mendorong kaira masuk kedalam rumah, masih berdiri diambang pintu kaysan ingin melihat reaksi istrinya yang saat ini pertama kali nya bertemu dengan ayah Gerry
"kaira terkesima ditempatnya menatap Diantara orang yang menyambutnya. Ia melirik kearah suaminya untuk meyakinkan apa yang ia lihat sekarang, Kaysan mengangguk pelan sembari tersenyum Manis kearah Istrinya.
"kaysan mendorong kursi roda kaira menuju kearah Ayahnya yang juga berdiri mematung di tempatnya hingga panggilan kaira terdengar ditelinga
__ADS_1
"Ayah..."
Terdiam beberapa saat Ayah Gerry melangkah Menghampiri putrinya yang sudah sangat ia rindukan.
"Kaira putri ku." lirih Ayah nya matanya sudah dipenuhi cairan bening yang dari tadi ia tahan.
hingga detik berikutnya merekapun berpelukan meluapkan rasa rindunya antara ayah dan anak. Semua berkumpul bersama dikediaman Kaysan, Mama Dina terlihat Kompak dengan Abigail yang terus menyudutkan kaysan hingga membuat pria itu mendengus kesal,
"Ungsikan saja kaira Tante. Takut Aja kalau sampai kaysan kebablasan," ucap Abigail dengan seringai liciknya kearah Adik iparnya yang sedari tadi sudah melayangkan tatapan tajam kepadanya
"Ungsikan Apanya, dia istriku kenapa harus diungsikan kerumah Mama." ketus kaysan merasa kesal dengan Mama dan Kakak iparnya
"Mama tidak akan segan-segan bawa kaira jika kamu tidak bisa mengontrol diri." Ancam Mama Dina menatap sengit kearah putranya
Lagi lagi kaysan menggerutu berbagai sumpah serapah ia layangkan kekakak iparnya yang selalu mengompori Mamanya.
__ADS_1
"Sayang. kita kekamar ya, kamu kan butuh istirahat." Ajak kaysan yang seolah ingin menghindari Mamanya serta kakak iparnya yang tak berakhlak itu..