
Kini Kaysan duduk di hadapan kaira dengan rasa gugupnya yang sudah menguasai dirinya. hingga beberapa menit berlalu Namun mereka berdua tak ada satupun yang buka suara, mereka terlihat canggung.
Kaira terus menundukkan kepalanya meremas ujung bajunya, ia bahkan tidak sanggup menatap pria didepannya.
"Kenapa menghindari ku." pertanyaan kaysan membuat kaira Semaki gugup dan bingung harus menjawab apa
Kaira seakan tak mampu hanya untuk sekedar mengucapkan sebuah kata, lidah Nya terasa keluh, bahkan mengangkat kepalanya pun saat ini rasanya sangat berat.
kaysan meraih tangan kaira lalu beranjak dari duduknya kemudian melangkah keluar dari kafe menuju mobilnya yang terparkir didepan cafe tersebut.
"Kak.., Akhirnya kaira pun buka suara karna ia tidak ingin kaysan berbuat semaunya, mengingat pesan mamanya yang menyuruhnya pulang cepat.
"Kak.. Aku mau pulang, mama sudah menungguku," Kaira kembali membuka suara
Seakan tak peduli ucapan kaira kaysan terus melajukan mobilnya, saat mereka sudah berada di dalam mobil kaysan,
"Kau tenang saja Aku sudah meminta izin sama mama Risa . dia sudah memberiku izin asal jangan pulang malam," Sahut kaysan seakan tau kegelisahan gadis itu
Hening, mereka kembali diam tak ada yang mau Bicara, kaysan hanya fokus menatap jalanan di depannya hingga 30 menit berlalu mereka sampai di sebuah hotel tempat kaysan menginap.
"Kita mau ngapain kesini kak," Tanya kaira yang terlihat ragu untuk turun dari mobil
"Turun. ! " mendengar suara tegas kaysan membuat kaira merasa takut. Apa lagi sikap kaysan saat ini yang sangat dingin.
Kaysan membawa kaira memasuki kamarnya dengan menggenggam tangan kaira seakan tidak ingin melepas gadis cantik di dekat Nya itu.
Kaira masih mematung diambang pintu tak berniat untuk melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam,
"Jangan takut aku tidak akan berbuat apa-apa ke kamu." ucap kaysan seakan tau kekhwatiran gadis itu
Dengan langkah kecil kaira pun masuk kedalam sebuah kamar yang sangat luas dan mewah, ia sampai melongok tak percaya melihat kemewahan kamar yang ditempati oleh kaysan. Dengan ranjang king size, disudut ruangan didekat jendala ada sebuah sofa panjang, dikamar itu pula lengkap dengan ruang gantinya kaira tidak bisa bayangkan biaya kamar ini permalam
__ADS_1
"Kenapa diam disitu, Ayo masuk," Ajak kaysan
"i- iya kak," jawabnya gugup
" Sini.., Panggil kaysan menunjuk disisi Ranjang yang ia duduki
Kaira masih terus menundukkan kepalanya sambil melangkah Pelang kearah kaysan.
"Apa kau sengaja menghindari ku ??" tanya kaysan menatap gadis cantik yang ada di depannya itu
Kaira hanya menggeleng Pelang, tatapannya bertemu namun sedetik kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Terlihat kaysan menarik nafas panjang, kemudian beralih menatap gadis didepannya, ia meraih tangan mungil gadis itu kemudian menggenggam seakan berkata kalau ia tidak sendiri saat ini, ia ingin melaluinya bersama.
"Aku ingin menikahi mu secepatnya, Apa kau mau.??," Tanya kaysan penuh harap menunggu reaksi gadis itu
"Tapi kak.., " kaira terlihat ragu Namun kaysan menyela
"Jangan jadikan penyakitmu sebagai alasan, mari kita sama sama berjuang melalui itu semua, Aku akan mendampingi mu melakukan pengobatan sampai kau sembuh," ucapan kaysan sontak membuat kaira terkejut sekaligus terharu, kelopak mata nya kini sudah digenangi air mata yang entah sejak kapan keluar
"Apa kamu mau..?? "Tanyanya sekali lagi.
kaira hanya mengangguk kan kepalanya, melihat itu kaysan seakan ingin terbang karna rasa bahagianya,
"Terimakasih sayang" kaysan mengecup kening kaira meluapkan segala rasa kebahagiannyA saat ini
"Ya Allah izinkan kali ini saja Aku sedikit egois, aku juga ingin merasakan kebahagian disisa hidupku. Aku tidak meminta banyak hanya untuk menjalani kebahagian sementara ini. jika esok lusa engkau mengambil nyawaku maka Aku sudah siap ya Allah membawa cintanya dengan damai. Batin kaira
******
sudah seminggu lamanya kaysan berada di kota xx sementara pekerjaannya sudah ada papanya yang menghandle semuanya
__ADS_1
kaysan kini sedang konsultasi dengan Dokter untuk pengobatan yang terbaik buat Kaira. Dokter mengatakan penyakitnya bisa sembuh dengan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang atau biasa juga di sebut transplantasi sel induk.
Namun,mencari sumsum tulang belakang yang cocok tidak semudah mendapat donor darah. Biasanya orang yang memiliki kecocokan sumsum tulang belakang adalah anggota keluarga pasit sendiri.
Para ahli menyatakan kecocokan sum sum tulang belakang akan lebih besar antara saudara kandung, ketimbang antara orang tua dan anak.
Penuturan dokter didepannya membuat mereka merasa kehilangan harapan lagi, pasalnya saudara kaira sudah lama menghilang bahkan sudah dinyatakan meninggal saat penculikan itu.
"Lantas, bagaimana jika pasien tersebut tidak memiliki pendonor dari keluarga ?," Kaysan terus menanyakan perihal tentang pendonor tersebut ia tidak ingin menyerah begitu saja ia akan terus berusaha demi kesembuhan kaira.
"Bahkan setelah anda menemukan seseorang yang berpotensi atau yang mendonorkan sumsum tulangnya, ia harus terlebih dahulu melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan," Tutur dokter itu
Kaysan menghelang nafas panjang, sekilas menatap gadis yang sedari tadi berada didekatnya lalu kembali menatap dokter yang ada di depannya.
Dari sorot matanya bisa ia lihat gadis itu sedang menyembunyikan kesedihannya, tangannya terulur menggenggam tangan gadis itu memberinya harapan meskipun harapan nya memang sangat sulit.
Kaira masih diam, Raut wajahnya yang terlihat sendu, harapannya akan hidup mungkin hanya tinggal harapan tak ada yang bisa dilakukan oleh dokter untuk kesembuhan nya, sepanjang perjalanan pulang kaira hanya melamun kearah luar jendela mobil ,tanpa sepatah katapun
Kaysan meraih jemari tangan kaira, kemudian mencium punggung tangannya, sekilas kaysan menoleh kearah kaira lalu kembali fokus kejalan .
"Jangan terlalu memikirkannya, Aku akan berusaha mencarikan mu pendonor yang cocok meskipun harus mencarinya ke seluruh penjuru dunia," kaysan berusaha untuk menghibur gadis itu.
" kaira hanya tersenyum pelit, lalu ia kembali menatap keluar setitik air mata dikelopak matanya,ia mengusap nya dengan kasar
Kaysan hanya menghelang nafas dalam-dalam, ia bisa melihat gadis yang di cintainya saat ini sedang bersedih.
Keysan berhenti saat sudah sampai di halaman rumah kaira, ia lalu turun dan mengelilingi mobinya untuk membukakan pintu mobil untuk kaira.
Kaira memasuki rumahnya yang masih terus diam, setelah mengucapkan salam Kaira langsung menuju kamarnya tanpa menoleh sedikitpun kearah kaysan, Membuat mama Risa mengerutkan keningnya.
Kaysan duduk dan menjelaskan semuanya, mama Risa pun tak dapat membendung air matanya ini sangat sulit.
__ADS_1
kaysan menggenggam tangan wanita paruh baya itu, lalu mencoba memikirkan kata yang tepat untuk meyakinkan wanita di depannya ini, agar mau merestui hubungannya dengan kaira.
"Tante, saya akan berusaha mencarikan pendonor buat kai, maka dari itu Tante harus merestui kami,Aku akan bawa kai berobat kerumah sakit yang lebih canggih lagi." Ada rona bahagia menyelimuti hati wanita paruh baya itu, kaira sangat beruntung memiliki seseorang yang mencintainya dengan tulus..