
Aaaakh...Teriak kaira saat peluruh itu menembus dada Mama Dina.
Mama Dina berusaha melindungi Menantunya menjadikan dirinya tameng saat kaira ingin ditembak oleh Mama tirinya, bersamaan dengan kedatangan kaysan Abigail dan papa Danu, Mereka terpaku ditempatnya melihat pemandangan didepannya kesadarannya belum kembali hingga beberapa detik.
Papa Danu berlari mendekati Istrinya yang jatuh di pelukan kaira.
"Mama..." lirih kaysan saat melihat Mamanya terkulai tak bergerak di dekapan Istrinya, Seluruh tubuhnya menegang masih mematung di tempatnya seakan kesadarannya mendadak hilang saat itu juga melihat penembakan mamanya tepat di depan matanya.
Dengan sisa sisa tenaganya kaysan melangkah Menghampiri mamanya dengan perasaan yang berkecamuk di benaknya. Air matanya menetes tak dihiraukan lagi yang sejak beberapa detik lalu tumpah begitu saja Terlihat papa Danu dan kaira meraung-raung memanggil Mama Dina.
Sementara Ibu tiri kaira sudah dibawah oleh pihak berwajib.
"Ma-mama.."Panggilnya dengan suara tercekat nyaris tak bersuara
Kaysan berlutut menyeimbangkan tubuh Mama Dina tangannya gemetar meraih tangan Mamanya,"
"Mama.."kaysan tak kuasa membendung air matanya yang saat ini mengalir Begitu deras membasahi pipinya.
"K- ka-kay-san .. "Panggil mama Dina Dengan suara tercekat di sisa sisa Nafasnya yang tersengal sengal dengan tangan gemetar mama Dina meraih kedua pipi putranya
"Mama.." Kaysan terus memanggil Nama mamanya lidahnya keluh hanya untuk sekedar mengucapkan kata-kata
"Pu- putraku.." panggil Nama Dina di sisa sisa Nafasnya
__ADS_1
kaysan meraih tangan keriput Mamanya yang masih menempel di pipinya menggenggamnya sesekali memberinya ciuman berkali kali.
"Mama harus bertahan, Mama harus membesarkan cucu mama" lirih kaysan
Mama Dina tersenyum disana. " Kamu harus menjaganya untukku, Awas jika kamu menyakiti menantuku dan cucuku Mama akan datang memukulmu" Disaat seperti ini mama Dina masih sempat sempatnya bercanda
"Tidak.. tidak.."kaysan menggeleng cepat " Mama harus menjaganya sendiri" Tolak kaysan
"Siapa yang akan memarahiku, siapa yang akan memukulku jika Aku mengganggu kaira Mah. Mama tidak boleh meninggalkanku begitu saja Mama ak...
Belum selesai ucapan Kaysan Mama Dina sudah menutup matanya dengan tenang.
" Ma...mama.."kaysan terus mengguncang tubuh mamah Dina yang sudah terdiam kaku di dekapan nya.
"Mama.."Panggil kaysan kembali Air matanya terus mengalir, kaira pun sedari tadi menangis di dekat Mama Dina sementara papa Danu mengambil Alih tubuh yang sudah kaku itu kedalam dekapan kaysan, memeluk istrinya yang sudah menemaninya sampai detik ini.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Mayat Mama Dina sudah sampai di kediamannya setalah sempat dibawah kerumah sakiit, Baik kaira maupun kaysan belum Ada yang bersuara sedari Tadi saat Mama Dina menghembuskan nafas terakhir Nya.
"Mama Risa terus mendampingi putrinya yang sangat terpukul dengan kepergian mertuanya. Apalagi Mama Dina melindungi dirinya Rasa bersalah kaira merasuki jiwanya hingga beberapa saat Ia hanya diam saja tak berkomentar Apa apa hanya memandangi jenazah mertuanya yang sudah tertutup kain putih .
"Nak kamu makan ya.? " pinta mama Risa, kaira menggeleng cepat menolak untuk makan. Meskipun sedari kemaren hingga saat ini kaira belum makan ataupun minum kaira sama sekali tak merasakan Apa apa, Rasa lapar dan Haus tak ia rasakan saat ini hanya rasa sedih yang menyelimuti hatinya
kaysan datang menghampiri istrinya berusaha membujuk nya untuk makan, kaysan merasa bersalah karna sudah mengabaikan Istrinya saat ini bahkan ia belum menyapa hanya sekedar menanyakan keadaan
"Sayang. Kamu makan ya.?" Bujuk kaysan dengan lembut.
kaira masih menggelengkan kepalanya menatap kearah Suaminya.
Kaysan memeluk istrinya rasa bersalah menjalar ke seluruh relung hati nya saat ini, merasa gagal menjadi suami siaga saat istrinya sedang hamil.
"Maafkan Aku sayang." Kaysan menumpahkan semua rasa sedihnya didalam dekapan Istrinya yang selalu membuatnya merasa nyaman.
Semua yang menatap mereka terharu hingga tak terasa air mata mereka menetes tanpa sengaja.
Semua keluarga sudah berkumpul di kediaman papa Danu, Sahabat serta rekan bisnis semua datang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mama Dina
Ada diantara sahabat mama Dina sangat terpukul Akan kepergian sahabatnya itu, karna Mama Dina dikenal orangnya sangat baik, ramah dan suka bercanda.
__ADS_1
Jangan lupa Mampir' ke karya temanku yang tak kalah serunya. 🙏🙏🙏🙏