
Kaysan masih berdiam diri di tempatnya hingga tengah malam suasana rumah pun tampak terlihat sunyi hanya menyisakan suara jam dinding yang berputar untuk mempercepat waktu.
Sunyi mencekam kaysan Mengintari setiap sudut ruangan yang hampir tak ada cahaya. Semua lampu di setiap Ruangan pun sudah padam. setelah membersihkan diri di kamar tamu kaysan kembali ke sofa panjang yang tadi ia duduki dekat dengan kamar pribadinya, ia hanya memandang kamarnya dengan perasaan tak menentu.
jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, kaysan sudah tidak tahan ingin melihat keadaan Istrinya, dengan langkah gontai kaysan melangkah sangat pelan menuju kamar pribadinya.
Pintu terbuka pelan takut jika Istrinya terganggu dari tidurnya.
kaysan tersenyum hangat kearah Istrinya yang saat ini sedang tertidur pulas di atas ranjang, kemudian menghampiri dengan langkah pelan, menatap wajah pucat istrinya ada rasa sedih diraut wajahnya, kaysan membaringkan tubuhnya didekat Istrinya. pikirannya kembali mengingat kata kata Dokter jika istrinya harus ditangani lebih cepat jika tidak penyakit yang diderita oleh kaira akan semakin parah.
kaysan menarik nafas berat berusaha menenangkan hatinya yang seakan terhimpit oleh batu besar.
*
*
__ADS_1
*
*
*
Pagi harinya kaysan terbangun sebelum kaira terbangun ia tidak ingin jika Istrinya kembali histeris seperti kemaren saat melihatnya ingin mendekat.
Pagi pagi sekali kaysan Pergi ke dokter untuk konsultasi dengan penyakit kaira, Rasanya tidak sanggup hanya sekedar melihat saja keadaan istrinya itu. ia ingin menghentikan penderitaan istrinya dari penyakit yang diderita Nya.
Pelan pelan kaira mulai mengerjab kan matanya pandangannya tertuju pada pembaringan disampingnya tak ada sosok suaminya, kini pandangannya beralih ke kamar mandi yang terbuka lebar , Itu tandanya suaminya tak ada di dalam kamar mandi. ia lantas bangkit dengan sisa sisa tenaga yang ia miliki karna kaira merasa tubuhnya gemetar saat ia Berdiri.
*****
kaysan tersenyum lebar ketika keluar dari ruangan dokter, Ternyata kakak iparnya sudah merencanakan operasi mereka,
__ADS_1
beberapa saat kemudian iapun meninggalkan halaman rumah sakit dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediamannya. Rasa bahagia Nampak jelas diraut wajahnya saat ini, sambil bersenandung kecil kaysan menambah laju mobil nya hingga 40 Menit berlalu barulah dia sampai.
kaysan membuka pintu mobilnya dengan sedikit kasar kemudian membanting kembali, Langkah lebar ingin segera menemui istri tercintanya. pintu terbuka dan terlihat rumah masih sepi ia lalu menuju kamarnya Namun langkah nya terhenti Melihat Mama Dina serta Mama Risa ada didalam kamarnya terlihat mereka Menangis sesenggukan.
Ia tertegun ditempat Nya. Langkah nya tertatih menghampiri tempat tidur dimana Istrinya terbaring disana.
"Ti-tidak, katakan ini tidak benar" Suara kaysan sangat pelan nyaris tak terdengar langkahnya sangat pelan sudut matanya yang sudah berembun, terus menguatkan dirinya jika istrinya akan baik baik saja. Namun suara tangis kedua wanita paruh baya itu membuat seluruh tubuh nya gemetar hebat bahkan untuk melangkah pun terasanya tak mampu lagi.
"Kaysan..."Lirih mama Dina langsung Memeluk putranya seraya Menangis sesenggukan.
"Ma..kaira.."Suara kaysan terdengar bergetar menahan tangisnya Ia melepas pelukan mamanya lalu melangkah menghampiri istrinya yang tertidur kaku di atas Ranjang.
Ekspresi wajah nya mengeras, rasa takut terlukis di wajahnya. Air mata perlahan keluar dari kelopak matanya.
"Sayang.."panggil kaysan lirih " Sayang Bangun...kaysan berusaha mengguncang tubuh istrinya.
__ADS_1
"Kairaaaaaa...."Teriakan kaysan menggema di dalam kamar itu.
Jangan lupa dukungannya biar tambah semangat up nya 🙏🙏🙏🙏