Duda Penasaran

Duda Penasaran
Manjanya kaira


__ADS_3

pagi menjelang sinar matahari menerpa kedua insan yang masih dalam balutan selimut tebal dengan tubuh yang masih sama sama polos, kaysan benar benar melakukannya berulang ulang kali, hingga membuat tubuh kaira remuk.


Masih dalam dekapan suaminya dengan tangan yang melingkar diperut suaminya kaira menyesap Aroma tubuh suaminya seakan menjadi candu baginya.


kaysan menggeliat memperbaiki posisinya yang masih membelakangi istrinya jemari mereka saling bertautan, pelan pelan kelopak matanya terbuka, ia lalu menggeser tidurnya menghadap istrinya kemudian mendekapnya kembali dengan erat.


" Terimakasih sayang." Ucapnya sambil mencium kening istrinya berkali kali.


kaira tak menyahut hanya gerakan tubuhnya mempererat pelukannya mewakili hatinya saat ini.


"Sayang. kenapa belum bangun, Apa kakak tidak kerja.?" Tanya kaira pada suaminya


"Tidak.!


kaira mengerutkan keningnya, " Kakak kok gak kerja.?


" Aku mau mengajakmu pergi berbulan madu. Jawabnya enteng


"Ha..! Bulan madu? " Ulang kaira


"Iya. kita akan berangkat sore nanti, Reno sudah mengatur semuanya" tutur kaysan


" Kita Bulan madu kemana." Tanya kaira Masih dalam keterkejutan nya

__ADS_1


" Rahasia dong." Ucap kaysan sambil menoel hidung istrinya


kaira mengerucutkan bibirnya membuat kaysan gemmes dan langsung melahapnya Tanpa Ampun hingga pagi itu terulang kembali kegiatan panas mereka..


*****


1Bulan kemudian


Saat ini kaysan dibuat repot akan ulah istrinya, Bagaimana tidak dari kemarin kaira melarang suaminya berangkat kerja, padahal pagi ini ia ada meeting penting. Kaira terus mengekor kemanapun suaminya pergi, ini yang membuat kaysan menjadi heran.


"Sayang. pagi ini Aku ada meeting penting, Aku kekantor ya." Bujuk kaysan pada istrinya


"Tidak. kecuali Aku ikut !


"Tapi sayang...


kaysan menarik nafas panjang menatap kearah Istrinya yang sudah berkaca kaca, kaira akhir akhir ini sangat manja membuat kaysan sulit bergerak.


"Kaira.! Suamimu mau berangkat kerja Nak. kamu disini sama mama ya." Bujuk Mama Risa


"kaira mau ikut." Rengek kaira seperti anak kecil


" Tapi kamu akan bosan disana sayang.! " Bujuk kaysan sekali lagi

__ADS_1


" Pokoknya Aku ikut.! " kata kaira dengan tegasnya


Terlihat kaysan menarik nafas berat sungguh sikap kaira membuat ya pusing Akhir akhir ini.


"Baiklah, Tapi jangan salah kan Aku jika kamu bosan didalam Ruangan" Akhirnya kaysan pun mengalah


Dan disinilah kaira sekarang. Menunggu suaminya yang sedang rapat duduk dipojok kanan ruangan sambil memainkan ponselnya, jangan lupakan cemilan yang sudah menumpuk diatas meja.


kaysan memijit pelipisnya tercengang Menatap tak percaya kearah istrinya. sudah dua Minggu belakangan ini sikap kaira berubah drastis, bahkan kaira sangat sensitif dan mudah menangis. kaysan terus berperan dalam pikirannya sampai suara Reno membuyarkan lamunannya.


"Maaf tuan. " Reno menatap heran dengan tuannya yang sedari tadi diam menatap istrinya yang sibuk memakan cemilannya


" Tunda Rapat nya, saat ini saya tidak bisa konsentrasi.


"Tapi tu...


Belum selesai ucapan Reno kaysan sudah bangkit dari duduknya dan menghampiri Istrinya. membuat Reno menghela nafas berat


Kini mereka sudah berada di ruangan kaysan dengan pemandangan yang sama. istrinya duduk diantara beberapa cemilannya.


"Sayang kita ke dokter ya.?" Akhirnya kaysan menyampaikan keinginannya untuk membawa istrinya periksa karna menurutnya Ada yang bermasalah dengan otak istrinya saat ini


kening kaira mengerut menatap suaminya. "Aku gak sakit sayang kenapa harus ke dokter." Tanya kaira masih disela sela mengunyah makanannya

__ADS_1


"Tapi...


Belum selesai mengucapkan kata katanya Mama Dina menerobos masuk keruangan putranya dengan senyum manisnya menatap menantunya...


__ADS_2